Feed on
Posts
Comments

Jangan terburu-buru kaget, lalu merespons kurang positif misalnya : bo’ong ah.. atau respons terlalu positif, Anda langsung ngumpulin Hape-hape bekas apapun juga.. atau menangis-nangis sebab sudah terlanjur buang-buang simcard gara2 nyobain paket promo dari operator sana-sini.. (lebay banget deh..)

Tapi kenyataannya memang benar, di dalam HP dan Simcard ada kandungan emasnya. Tidak cuma emas, tapi mengandung tembaga dan perak juga. Ya, tapi SEDIKIT. Hehe.. mengingatkan kita dengan kandungan emas pada uang logam receh lima ratus rupiah yang kuningan, sering dibuat orang cincin pada periode yach.. kira-kira pas jaman saya SMA dulu (kapan ya??)..

Lalu, darimana emas atau logam-logam itu datang? Dalam sirkuit di ponsel atau chip di kartu SIM atau RUIM (CDMA) memang emas digunakan sebagai penyalur arus elektronik. Sebab emas memiliki reputasi jauh lebih baik dibanding tembaga dalam hal distribusi arus listrik. Produsen ponsel atau Sim/RUIM card tidak pernah mengurangi atau meniadakan kandungan logam mulia itu, walaupun dalam setiap unit jumlahnya hanya seperseribu gram. Kalau Anda rela bela-belain mengumpulkan sekitar satu juta Sim card bekas, maka bolehlah harap-harap cemas mendapatkan sekitar 1.000 gram atau satu kilogram emas murni. wuih mayan kan?

Nah, itu baru dari simcard. Dari ponsel bekas, kita bisa mengurai lebih banyak lagi emas, perak dan tembaga. Sebab kandungan pada ponsel memiliki perak dan tembaga yang jumlahnya cukup signifikan. Apa benar? Faktanya, Yokohama Metal Co Ltd, asalnya dari Jepang (ya iyaalaahh..) sebuah perusahaan pemulung barang bekas (keren amat ya pemulung di Jepang ..) telah menggeluti bidang ini sejak lama. Dari satu ton material yang diambil di tambang emas konvensional, nyatanya hanya sekitar 5 gram emas, dari satu ponsel bekas yang dilebur bisa didapat 30 kali lipat. Artinya, akan didapatkan sekitar 150 gram emas!

Belum selesai disitu, berita terbaru (dapat di cek di beberapa media ibukota, misalnya Wartakota, Rabu, 18 Juni 2008 dan Tabloid SINYAL) disebutkan bahwa perusahaan Singapura dan Jepang akan masuk Indonesia dan menawarkan pembelian Sim card bekas dengan harga Rp 100 perbuah, atau Rp 1.000 untuk sebuah Ponsel bekas. Mereka berencana akan membangun pabrik untuk melebur alat komunikasi tadi, menjaring emas, tembaga dan perak yang ada.

Bagaimana peluangnya? Tahun 2008 ini saja, pelanggan Telkomsel sudah 52 Juta orang. Pertumbuhan pelanggan diklaim hingga 30% pertahun. Belum lagi dari delapan operator tanah air lainnya. Ditambah gaya hidup masyarakat yang suka gonta-ganti simcard demi menikmati berbagai fasilitas dan promo, maka dari berbagai sumber, misalnya tabloid SInyal, disebutkan kalau satu bulan bisa terkumpul 25 juta “kartu mati”. Jika berat kartu 2 gram, maka jumlah totalnya 50 ton. Nah, kalau semuanya dikumpulkan dan diambil logamnya, maka didapat sekitar 25 kilogram emas sebulan, dan sekitar 100 kg tembaga.

Sedangkan dengan cara melumatkan 10.000 ponsel bekas atau seberat satu ton (asumsi berat rata-rata HP adalah 100 gram) maka akan didapat 150 gram emas, 100 kilogram tembaga, dan 3 kilogram perak. Ini di luar plastik, atau timah dari ponsel yang dilumatkan/dilebur tersebut yang juga di dapatkan dari proses. Menggiurkan bukan? ya, asalkan ada alatnya untuk melebur hehe.. teknologi ini sayangya (belum) dilirik dan dimanfaatkan oleh perusahaan di Indonesia. Istilah lokalnya.. nggak ngeh dan belum menangkap peluang ini. Jadinya ya perusahaan luar lagi deh yang mo masuk (jadi inget kasus Freeport, Exxon dan konco-konconya yang ngubrak abrik negeri ini hehe..)

Namun ya bingung juga, gimana mo saingan la wong untuk tingkat “pulung-memulung sampah” saja perusahaan sekelas PT yang bermain! paling-paling masyarakat Indonesia berkesempatan “berpartisipasi” dari hasil penjualan ponsel danm simcard mati ke perusahaan-perusahaan tersebut.. itu pun kalau ada yang mau ngumpulin 100 rupiah per simcard. Kecil sekali kan? Jadi apa bisa industri ini dilaksanakan di Indonesia. Bisa saja, sebab perusahaan memiliki manajemen stratejik dimana tentunya tidak hanya mengandalkan pasokan “bahanbaku” eceran dari pemulung dan pengguna ponsel, namun bisa bekerjasama secara legal formal ke berbagai pihak.

Kita lihat saja nanti perkembangannya.. untuk sementara.. 10 - 0 untuk Jepang vs Indonesia hehe..

Ironis.

Namun kata ironis ini bisa bermakna banyak. Ya, ironis sebab pada perhelatan Euro 2008, Portugal kalah tipis 2-3 dari Jerman dalam penyisihan ke semifinal. Mengapa? sebab semangat portugal hingga menit ke 90 bahkan harapan untuk menyamakan skor sebenarnya masih bisa diperjuangkan, namun memang Dewi fortuna tidak memihak..

Ironis, sebab tim yang disebut dengan timnas Jerman ini hanyalah sekumpulan Pria ber- “KTP warga Jerman”. Ya, sebab dari deretan nama-nama berikut, mulai dari Gomez, Podolski, Klose, Odonkor, Kuranyi bukanlah “bangsa ras arya” yang sempat diunggul-unggulkan oleh Jerman di masa lalu. Bahkan Podolski berasal dari Polandia, yang pertama kali diserbu Jerman yang memulai Perang Dunia kedua, pada September 1939. Sebagian besar tim adalah Yahudi tulen, yang dulu kala pada masa Hitler sangat rendah dan hina dina.

Ironis, sebab kapten sekaliber Michael Ballack masih dipandang sebelah mata oleh publik Jerman, walau putra Germania ini aseli “nyong jerman” tapi latar belakang Jerman Timurnya masih memaksa masyarakat Jerman memandang sinis.

Ironis, tim yang dijuluki Panzer –mengacu pada dominasi kekuatan Panzer (tank) Jerman di PD II yang sangat powerfull dan terkenal dengan Blitzkrieg (Serangan kilat) nya ternyata sekumpulan orang-orang yang berketurunan tidak aseli, dan adapula yang masuk lewat jalur naturalisasi. Lalu, ironisnya apa lagi?

Disisi lain, ironisme jerman ini –yang sekarang layak disebut tim gado-gado sebab sudah ndak banyak talenta Jerman “asli” yang berkualitas baik setelah era terakhir adalah masa “sang Kaisar” Oliver Kahn yang tergusur saat ini, mencerminkan kurang kaderisasinya klub-klub dalam negeri dan hilangnya satu generasi emas kejayaan Jerman seperti pada saat 1970an di mana waktu itu Jerman Barat menjadi raksasa yang sangat diperhitungkan di dunia sepakbola global. Bahkan klub-klub berdomisili di area Jerman barat masa lalu, saat ini mandul dalam melahirkan bakat-bakat lokal.

Ironisnya, boleh disebut Ironisme dibalik ironisme, adalah tim gado-gado inilah yang ternyata, dengan langkah pasti ke semifinal! jadi, boleh dikata, ada dua kubu masyarakat Jerman yang menilai. Pertama, masyarakat yang kental dengan nuansa adiluhung dan kedigdayaan Jerman masa lalu masih tidak terlalu bangga, sebab anak-anak ini adalah anak-anak “buangan” dan “pinggiran”, termasuk Ballack yang walau saat ini menjadi ikon kebanggaan Jerman, adalah putra “timur” bukan “barat” yang menjadi kiblat sepakbola dunia pada jaman Klinsmann dkk. Kekecewaan akan kurangnya talenta lokal ini ibarat pisau bermata ganda.

Suatu saat, kita tidak tahu seberapa besar kekuatan Neo Nazi membangun kekuataannya, apalagi kalau melihat negaranya sudah menjadi obrak-abrik etnis yang menghilangkan “identitas sebuah negeri bernama dan berbangsa Jerman”. Ingat kasus di Itali dimana bendera Fasisme dikibarkan? Ya, baru 60 tahunan puing-puing perang dunia tertinggal, sudah muncul banyak neo-neo fasis dan nazi. Dan munculnya di dunia olahraga sepakbola yang begitu digandrungi, selain itu juga perlahan namun pasti muncul di panggung politik. Sekali lagi, kita tidak tahu sampai kapan kekuataan ini mendominasi lagi, atau tak akan pernah lagi..

Lalu yang Kedua, masyarakat Jerman bersatu yang tidak peduli isu rasial. Masyarakat modern yang kick of racism out of football dan out of mind. Negara bangsa Jerman sudah seperti negara amerika serikat, sudah seperti Malaysia dan Singapura yang multi etnis, kalau tidak bisa menyebut, seperti Indonesia yang sangat-sangat multietnis. Yang penting Jerman masuk semifinal, dan mereka mendoakan agar Jerman menjuarai Euro kali ini.

Jerman dijuluki Tim Panzer. Menurut saya, sekarang bisalah kita kasih julukan Tim Gado-gado. Sebab dignity dan aura khas Panzer, seakan-akan panzer-panzer beriringan menembus padang pasir dan rumput, dengan seorang feldmarschall berdiri diatas panzer sambil meneropong medan laga.. diiringi alunan mars “Unser Rommel” sudah tidak nampak. Yang nampak adalah kumpulan pria multi etnis yang berbicara Jerman dan atau ber KTP Jerman. Masa itu apakah sudah lalu (dan biarlah berlalu) atau.. akan menjadi babak baru pesepakbolaan Jerman, dan babak baru dari Negara Republik Federal Jerman yang “unitaris” ini… hanya waktu yang bisa menjawabnya, dan hanya penggemar sepakbola yang bisa menggerutu dan berkomentar mengenai tim gado-gado ini.. dan setidaknya berdiskusi dan bermain bola tanpa gontok-gontokan ala Indonesia yang multi etnis dan sangat plural.

Catatan : Ironisme ini saya juga rasakan pada saat Sriwijaya FC menjadi double winner Piala tahun 2008 ini. Mungkin bukan dalam konteks negara, namun ada semacam rasa kurang puas dan bangga, sebab tim ini disusun dengan modal lumayan besar, membeli klub yang sudah jadi, pemain asing dan pemain nasional yang (bukan putra daerah) dan paling parah, semuanya menggunakan dana APBD. Jadi teringat Chelsea kalau melihat Sriwijaya FC ini.. tapi ya sudah ada janji dari manajemen untuk melakukan regenerasi dan memasukkan bibit-bibit lokal putra sumsel dalam grand skenario 5 tahun kedepan untuk menjadi punggawa Sriwijaya FC. Yach mudah-mudahan lah.. jika melihat Ironisme ini, saya pun masih ragu, apakah saya termasuk yang optimis (termasuk pada masyarakat berpendapat kedua) atau kecewa–dan pesimis (termasuk pada masyarakat berpendapat PERTAMA).

Hanya waktu yang akan menjawab, dan hanya Tuhan yang dapat menilai :)

Mohon maaf apabila judulnya agak-agak gimana gitu dan menyinggung perasaan seseorang (dan pendukungnya) yang sering mondar-mandir di televisi dengan title tag “pakar pendidikan”..

Kronologisnya kenapa beliau ini muncul adalah banyaknya kasus-kasus yang meruak belakangan ini yang mencerminkan buruknya sistem pendidikan dan buruknya pengawasan terhadap anak didik, kalau tidak bisa kita sebut buruknya mental generasi muda indonesia belakangan ini.

Mulai kasus kekerasan ala STPDN –> dilanjutkan kekerasan juga oleh IPDN yang sudah berganti kulit, kasus geng motor, kasus asusila, kasus tawuran antar pelajar SMP, hingga terbaru (pada saat saya tulis), kasus STIP (Sekolah tinggi Ilmu Pelayaran) dan kasus kekerasan geng cewek ala Nero (Neko-neko ngeroyokan).

Hasilnya, ada anggota geng yang divonis 4 tahun (Briges) yaitu geng motor di bandung yang menewaskan I Putu Ogik, Pemecatan praja, penangkapan para pelajar yang tawuran (di jakarta) dan ngeroyok (nero di Pati, Jateng).

Lalu, yang tidak kalah seru, berulangkali di televisi ada analisis menghadirkan so called pakar pendidikan yang ngomongin hal-hal yang menurut saya dari tiap saat esensi omongannya sama. Yang bikin saya geleng-geleng kepala, seringkali ada penyesalan dan ngomong kalo ini itu buruk di indonesia. Padahal, logikanya, ANDA pakar pendidikan, Loh, piye, Anda lah bertanggungjawab! Dulu anda NGAPAIN? Apakah ujug-ujug lulus dari perguruan tinggi langsung dapat gelar Pakar? Saya berani bertaruh, sudah PULUHAN tahun sang pakar bergelut di dunia pendidikan — yang dia komentari sangat rusak, dst dst. Begitulah di Indonesia..

Kasus IPDN, salah satu tim evaluasi adalah “pakar pendidikan” dimana IPDN tidak dibubarkan. Dijamin bla bla aman sentosa hehe..Kulitnya diganti, trus pimpinannya dganti. Basi. Buktinya, hingga detik ini masih terjadi penyimpangan. Kasus terakhir ada pengeroyokan, ada yang mati karena mabuk, ada yang perkosaan. Kalau soal itu semua, silakan tanya Pak Inu Kencanaboleh lihat di detikcom deh, pasti beliau bilang masih ada hingga sekarang. Rekomendasi dari pakar pendidikan tuh.. ditambah Presidennya Militer, ya susah bubarin adat istiadat militer secara sang presiden dulu juga kayak gitu. (padahal laen pak presiden, ini sekolah sipil.. )

Trus, ada lagi nih barusan kasus STIP. Sama, plonco-plonco ga jelas. Tau-tau tewas. Saya ngga perlu komentar banyak, harusnya dari dulu sudah ngga ada itu yang namanya sekolah kedinasan ber budaya militer (baca : kekerasan). Kalau nggak mau ya bubarkan aja. Gitu aja kok repot. Kalau ngga mau bubar, hilangkan sama sekali hingga taraf NOL semua atribut militer mulai makan bareng, rambut cepak, seragam dan perut yang terus-terusan seksi karena dipaksa olahraga pushup tiap pagi dst hehe.. kalau sekarang trendnya adalah penyeimbangan antara otak kanan dan otak kiri, maka kayaknya di sekolah ini perlu penyeimbangan antara Fisik dan Otak. Masih jauh klo mo ngomong otak kanan dan kiri.

Nah, balik ke topik, ya kalau pakar pendidikan kasih solusi dong. Ini sih menurut saya pakar KOMENTAR pendidikan, sebab komen-komen saja. Semua omongannya saya juga sebagai Non Pakar apa-apa bisa tuh ngomong gituan. Cuman emang media indonesia rada error sih.. Lah wong kayak Mr KMRT you know who aja bisa disebut Pakar Telematika.. hehe..

Udah ah, saya nggak mau banyak komentar, nanti dibilang pakar komentar pendidikan hehe.. jadi, tolong dong, please deh, you yang ngemeng, tapi you dulu ngapain aja? kalo belajar di Luar negeri en pengalaman puluhan taun ngajar dan bergelut pendidikan di luar negeri, trus balik ke Indonesia, wajar kalau geleng-geleng kepala dan bilang ini nggak bener. Lah, ini dulu bagian dari sistem, eh sekarang koar-koar.. apa karena “jaman reformasi” adalah jamannya koar-koar hehe.. coba dulu dibenahi di jaman soeharto… (mana pendukung soeharto hehe..)

ya sutralah, makin panjang makin error en makin banyak komentarnya. Intinya, kalau saya, yang bisanya cuma komen dan bukan pakar, radikal negh, hilangkan SAMA SEKALI Senioritas, hilangkan SAMA SEKALI atribut dan cara militer dari sekolah sipil.. Hilangkan SAMA SEKALI guru-guru yang nggak jelas, mindset jadul, nggak banyak pengetahuan, money oriented, guru cabul, guru sok, dst.. Hidup Onizuka ! (loh?)

PENGUMUMAN REKRUITMEN

PENGURUS MRI DAERAH

UNTUK WILAYAH DKI JAKARTA, BOGOR, BEKASI & BANTEN

Nomor: 01/PR.001/MRI-ACT/VI-2008

Bagi relawan dan calon relawan yang berminat dan memiliki kualifikasi khusus sesuai yang dibutuhkan di bawah ini, MRI membuka pendaftaran calon Pengurus MRI.

Panitia Pelaksana Rekruitmen MRI Pusat akan mengadakan Seleksi relawan yang akan menjadi Pengurus MRI Wilayah dan MRI Daerah, dengan ketentuan sebagai berikut:

LATAR BELAKANG

1. ACT – Aksi Cepat Tanggap adalah lembaga kemanusiaan professional yang lebih memfokuskan aktivitasnya pada program penanganan bencana, baik bencana alam maupun bencana social, yang talah dilakukan sejak tahun 1994 baik di dalam maupun di luar negeri.

2. Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) meyakini bahwa kesukarelawan adalah potensi sumber daya yang besar untuk turut mendukung perubahan sosial ke arah yang lebih baik. Para relawan bukan hanya dapat digerakkan untuk penanganan bencana alam, namun juga dapat menjadi masyarakat politik yang aktif menyuarakan hak, keadilan, kesetaraan, dan penyelamatan lingkungan melalui berbagai aksi nyata, maupun keterlibatan mereka dalam berbagai kampanye penyadaran atas berbagai isu sosial dan lingkungan di negeri ini.

3. Jadi MRI merupakan sebuah organisasi massa yang beranggotakan individu-individu relawan yang memiliki komitmen dan kontribusi dalam menciptakan perubahan positif pada lingkunganya baik lingkungan mikro maupun makro atas dasar prinsip kesukarelaan sebagai wujud tanggungjawab moralnya sebagai individu, sebagai warga masyarakat, sebagai warga negara, dan sebagai warga dunia.

URAIAN SINGKAT POSISI DALAM KEPENGURUSAN:

1. Nama Jabatan:

a. Pengurus Wilayah MRI DKI Jakarta

b. Pengurus Wilayah MRI Banten

c. Pengurus Daerah MRI Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara

d. Pengurus Daerah MRI Depok, Bogor dan Bekasi

(masing-masing wilayah/daerah minimal 3 orang pengurus dengan posisi: koordinator, sekretaris, bendahara)

2. Prinsip & sifat Keanggotaan Relawan MRI:

a. Non Partisan

b. Non Diskriminatif

c. Keanggotaan MRI bersifat personal dan terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat di seluruh Indonesia

3. Hak Relawan MRI:

a. Memperoleh/ mendapat kesempatan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan keahlian Relawan guna mengembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan menuju Model Relawan Mandiri MRI

b. Mendapatkan kesempatan mengembangkan pengabdian di dalam MRI baik di dalam kepengurusan maupun di dalam kegiatan operasional.

c. Mendapat Kartu Tanda Anggota MRI.

d. Memberikan usul, saran dan pendapat sesuai jenjang organisasi demi kemajuan MRI.

e. Mendapat kesempatan menjadi pengurus di daerah atau cabang masing-masing sesuai dengan ketentuan.

f. Berkesempatan memperoleh tanda penghargaan, tanda kehormatan baik dari MRI, sesuai dengan ketentuan.

g. Menggunakan fasilitas MRI sesuai dengan ketentuan.

h. Mengikuti kegiatan Kerelawanan di dalam maupun di luar daerah atau cabang yang bersangkutan dan dapat berpartisipasi aktif menjadi Relawan Kemanusiaan di berbagai aktifitas jaringan MRI.

i. Meningkatkan dan mengasah Jiwa Kecerdasan Sosial.

j. Berkesempatan berbagi pengalaman dengan relawan di berbagai belahan dunia.

4. Kewajiban Relawan MRI:

a. Setiap anggota MRI wajib menjaga nama baik Institusi.

b. Setiap anggota MRI wajib menjaga dan meningkatkan kualitas institusi.

c. Setiap anggota MRI wajib meningkatkan kesiapsiagaan dengan mengikuti :

1) Kegiatan Pembinaan

2) Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT)

3) Kegiatan Aksi kemanusiaan & kerelawanan

d. Tunduk, taat dan patuh pada peraturan – peraturan MRI serta peraturan – peraturan yang berlaku di jajaran MRI.

e. Setiap Anggota MRI wajib membayar iuran anggota (lihat ketentuan mengenai iuran anggota MRI pada pedoman keanggotaan MRI yang dikeluarkan Pengurus Pusat MRI)

PERSYARATAN & KRITERIA PENGURUS MRI:

1. Visioner dan memiliki kemampuan Leadership, manajerial, enterprenership, dan organisasi.

2. Pendidikan minimal D3

3. Usia Maksimal 23 - 50 tahun

4. Tidak sedang dalam perkara hukum

5. Sehat jasmani rohani

6. Berperilaku baik & bertanggung jawab

7. Memiliki jiwa kerelawanan (simpati, empati, peduli)

8. Menyukai kerja-kerja sosial

9. Bersedia dikoordinasi oleh ACT sebagai organisasi induk MRI

10. Disiplin & Berdedikasi tinggi, loyal pada lembaga

JADWAL KUALIFIKASI:

1. Pendaftaran dan penerimaan berkas : 16 Juni – 10 Juli 2008

2. Tes Seleksi : 5 dan 12 Juli 2008

3. Pengumuman Penerimaan : 18 Juli 2008

4. Workshop dan training Pengurus : 26-27 Juli 2008

TEMPAT DAN WAKTU PENDAFTARAN:

1. Tempat : Kantor Sekretariat MRI, Perkantoran Ciputat Indah Permai

Jl. Ir. Juanda No. 50 Blok B-8 Jakarta, Email : mri@aksicepattanggap.org

2. Waktu : Tiap hari kerja pukul 10.00 s.d. 15.00

3. Website : http://aksicepattanggap.org/ (semua informasi ini akses di situs ini)

4. Kontak Person dan Customer Service : Sdr. Melly

Perkantoran Ciputat Indah Permai
Jl. Ir. H. Juanda No. 50
Blok B-8 Ciputat 15419
Telp. +62 21 741 4482
Fax. +62 21 742 0664

ALUR PENERIMAAN:

1. Membaca dan memahami semua informasi di halaman ini. Jika menyanggupi semua persyaratan, cetak dan isi.

2. Selengkapnya formulir biodata di bawah ini. Bagi yang berdomisili di Jabotabek, calon relawan dapat mengantar langsung formulirnya ke Kantor Sekretariat.

3. Bagi yang berdomisili di luar Jabotabek, calon relawan dapat mengirimkan formulir biodata (Lihat BIODATA Calon Relawan) via fax ke 021-742 0664 ditujukan kepada Sekrearis Nasional MRI. Atau kirim via e-mail ke mri@aksicepattanggap.org dengan subject email “Pendaftaran Calon Pengurus MRI”. Dilampiri foto berwarna 4×6 1 (satu) lembar.

4. Kami akan menghubungi calon relawan yang memenuhi kriteria untuk melakukan seleksi di Kantor Sekretariat, yang mencakup:
- Wawancara
- Cek kelengkapan adminstrasi
- Psikotes

5. HANYA calon relawan yang LULUS SELURUH TAHAP SELEKSI masuk dalam daftar penerimaan Calon Pengurus Relawan MRI

Jakarta, 16 Juni 2008

Panitia Pelaksana Rekruitmen

MRI Pusat

Ketua

Syuhelmaidi Syukur

Status Penerimaan

DIBUKA KEMBALI pendaftaran calon relawan untuk Pengurus MRI di DKI Jakarta, Jabar dan Banten

No. CR:

BIODATA Calon Relawan
PENGURUS MRI

Bersama ini saya mengajukan diri untuk menjadi pengurus relawan MRI. Untuk itu saya menyampaikan biodata diri sebagai berikut:

1.

Nama

2.

Tempat Tanggal Lahir

3.

Jenis Kelamin:

4.

Alamat

5.

Telp/Fax rumah

6.

No. HP

7.

Pekerjaan saat ini

8.

Alamat Kantor & telp/fax/email

9.

Pengalaman Berorganisasi

a.

b.

c.

10.

Pelatihan SAR atau Penanggulangan bencana

a.

b.

c.

11.

Pelatihan manajemen & organisasi

a.

b.

c.

12.

Kemampuan khusus yang berhubungan dengan situasi akibat gempa dan tsunami di Aceh (Kesehatan, Sanitasi, Penangananan kejiwaan, pembangunan infrastruktur, dll)

a.

b.

c.

Demikian permohonan dan bio data ini saya ajukan dengan penuh kesadaran dan dalam keadaan tanpa tekanan.

……………….., ………………………… 2008

(………………………………….)

Tidak perlu banyak menulis, saya hanya bisa komplain melalui situs diskusi di bicara rumah dimana saya sepertinya menanggalkan nilai-nilai intelektual karena kekecewaan yang sangat mendalam.. Ada juga blogger yang nulis promosi GDC yang menyesatkan walo saat ini sedang under construction..

TIps bagi anda sebelum terjerat.. baca-baca dulu di internet dan TANYA penghuni lama mengenai GDC ini, jangan sampai terjebak dan memboroskan sumber daya waktu, tenaga dan UANG untuk sesuatu yang percuma.. juga cek di internet…

Salam intelektualitas!

Berawal dari ngeliat CBR kok agak2 beda eh ternyata merknya MINERVA, pabrikan asal cina yang you know lah secara cina itu sering sekali bikin produk2 yang mirip ama merk terkenal. Nggak di Hape, nggak dimotor semua sama. Lirik punya lirik, i’m not surprised ketika tau hargane cuma 13 jutaan. Soalnya taun lalu pernah juga ditawarin motor trail Minerva. Nah, selidik punya selidik, abis googling, egh ketemu kalo SACHS (Sachs Fahrzeug Und Motorentechnik Gmbh Germany), pabrikan legendaris dari Jerman ngegandeng PT Minerva Motor Indonesia untuk “Joint Manufacturing & Co Branding” dimana produk pertama adalah meluncurkan sepeda motor Sachs MadAss 125 pada tanggal 28 April 2008 di hotel Borobudur Jakarta, yang di co branding dengan nama Minerva Sachs MadAss 125. Infonya bisa dilihat di berbagai media online, misalnya Gatra, Gatra, juga di okezone. Sachs juga optimis mau menjadikan Indonesia basis bagi industri motor Sachs di Asia Tenggara. Tentunya bersama dengan Minerva. Ini memang preseden bagus, sebab konsumen tidak hanya dibuai oleh motor Jepang, namun ada pilihan motor-motor berdesain dan teknologi eropa. Semakin ketat saja persaingan di Indonesia.. selain hape, seperti yang saya tulis di awal, motor juga makin ketat. Hanya kalo Industri hape saya lum liat ada produk made ini India seperti Bajaj hehe..

Selang sebelumnya, Minerva Riders Community juga terbentuk. Sepertinya sukses Bajaj dengan Pulsarnya membuat pabrikan lain mau mendulang hal yang sama. Apalagi, kenaikan BBM menyebabkan prediksi penjualan motor akan meningkat tajam bahkan hingga 60% (baca di koran Media Indonesia, tanggal lupa, judulnya tentang tidak ada revisi target penjualan. Bahkan ATPM cenderung optimis banyak masyarakat membeli motor sebab mahalnya cost apabila memakai mobil).

Konsumen di Indonesia memang sasaran empuk bagi bisnis global. Entah dari sudut pandang apa Anda menilai, ada kapitalisme, ada gombalisasi, ada pemiskinan, ada Kebangkrutan Indonesia (bukan Kebangkitan Indonesia), ada yang menyebut penjajahan gaya baru, entahlah. Yang pasti, tahun-tahun ke depan saya ngeri saja, membayangkan wajah Indonesia.. lain waktu akan saya bahas dari sudut pandang bisnis dan manajemen ah.. Tentunya berpindah seksi, dari sekedar “Catatan Intelektual” menjadi “Jurnal Intelektual”. Sampai ketemu!

Ya, Pertama-tama, untung gw pake Linux. Kalo nggak :

Capek dehh… tiap hari was was en perlu ngupdate antivirus (yang nggak menjamin) biar bebas dari Virus komputer. Gw juga Jadi banyak pahala, ada ladang amal, sebab banyak yang minta tolong “scan” flashdisk via Linux. Yup, bener sekali. Linux baca semua virus jadi-jadian yang nyaru berbentuk dokumen .doc hehe tak apusin semua, sekaligus juga klo ada autorun yang di create sama program virus tersebut. Betul, cuman list, pencet tombol DEL di keyboard, ilang deh virusnya. Baru flashdisk di keluarin dan berikan ke teman yang dengan berkaca-kaca bilang tenkyu.. plus kita bisa pesan sponsor dikit ” Mangkenyee pake Linux biar ga was was virus!” Minimal elo pake dual boot dulu ya, mayan buat scan2 flashdisk baru restart en masuk ke Windo** klo kepaksa. Akhirnya, 1 orang menginstall Linux. Dualboot dan 1 orang ini ngajak yang laen dan yang laen.. klo memang mendapat “hidayah” ya lama-lama juga full Linux (OS Utama dan Pertama).

Kedua, ngga perlu capek instal ulang lagi, instal ulang lagi gara2 crash, hang, rusak, virus dst. Mana kalo install musti repot sediain seabrek2 CD mulai CD Installer Windows, Office, Grafis, Image viewer, Update-update, Antivirus, Games-games de el el… Sekali lagi.. Capeeek deehhhh

Ketiga, udah install ulang, eh tampilannya pasti itu-itu aja. Kalo nggak gambar Laut biru, ya padang rumput hihi.. di seluruh dunia, kalo Install XP kayaknya gambarnya itu-itu aja deh cmiiw.. kalo Linux, ya gw install Linux baru alasannya cuma satu. Gara-gara hal-hal yang krusial dan antara hidup mati hehe.. BOSAN sama Linux yang ada. Atau mau coba-coba Linux laen (penasaran tampilan desktop dan aplikasi-aplikasi defaultnya).

Secara gw Anak gaul, independen means that gw ga mau sama persis dengan orang lain, harus punya kepribadian, berani tampil beda, ekspresif, pengen tau, tidak mau diatur, rebel, suka-suka gw, kumaha aing pokoknya dah.. jadinya, gw ngerasa gw butuh lebih dari Windo**. Yang semuanya sama, semuanya sama-sama disuruh pake doang. Ga bisa tau isinya apa. Gw ga bisa meen.. gw mau tau apa yang gw pake, yang gw telen, yang gw makan. Ga isa dikasih doang. En, harus personalized gw dong.. Enak aja cuman disuruh make ga tau apa-apa. Ngga gw banget dehh.. Gw kudu bebas, gak mau dicekokin Windows bajakan klo ga harus bayar jutaan. Ih sory yee mending gw pake yang lain. Masalah susah, ya bisa dipelajari. Yang penting kita punya kemauan belajar. Gitu aja kok repot.. Duit buat beli segala macem software bisa gw pake buat makan en beli barang2 laen lah. ga worth it banget keluar duit buat beli Sistem operasi yang terlalu gampang dan terlalu banyak kelemahan yang bisa di eksploitasi semua orang.

Linux itu Free dan Open Source.. wuih denger kata-kata ini aja, jiwa gw bergelora ceilee hehe.. kayaknya mewakili jiwa gw banget. So, kudu bisa ni Linux, so Install deh, so cobain deh.. so, belajar deh.. so, jadi Independen SEJATI Bro!

So Intellectual!

Menikmati Matahari..

Jangan salah.. maksudnya menikmati matahari ini bukanlah pada saat kita berada ditepi pantai menikmati sunset, atau menunggu sunrise.. menikmati matahari yang kulakukan adalah berdiri di pintu KRL ekonomi pada siang hari bolong, dihembus angin dan cahaya matahari yang hangat. Dan aku merasakan bahagia. Mengapa? Panas gitu loh..

Ya sebabnya saya masih dalam tahap penyembuhan dari penyakit yang katanya belum diketahui pasti namun gejalanya sudah jelas yaitu adanya VASKULITIS. Syerem juga penyakitnya, namun anehnya saya nggak DEMAM sama sekali yang katanya bagian dari vaskulitis. walaupun rasa panas kayak kebakarnya cocok.. dan sepertinya saya termasuk di dua gejala ini, yaitu # Sindroma Henoch-Schönlein (Purpura Henoch-Schönlein) : peradangan pada vena-vena kecil, menyebabkan jerawat/bisul keras berwarna keunguan di kulit
# Eritema Nodosum : peradangan pembuluh darah pada lapisan dalam kulit, menyebabkan benjolan dalam yang lunak dan merah di tungkai dan lengan . Anehnya, saya sepertinya mengidap beberapa penyakit diatas, gejalanya banyak yang cocok, namun diantara semuanya juga tidak 100% sama. Ya semacam hibrid kali ya.. sebab gejala-gejala seperti Demam, penurunan nafsu makan, berat berkurang, tidak saya alami. Kelihatannya sehat, namum pada dasarnya sakit. Bingung dan bikin was-was !

Yang jadi bikin saya tambah senewen, gejala ini katanya persis dengan gejala penyakit Lupus. Nah, kalo si Lupus ini bukanlah tokoh rekaan novel nya Hilman yang ngetop banget di tahun 1990an ya.. kalo Lupus yang ini penyakit berbahaya dan belum ada obatnya. Lebih parah lagi, belum dapat Dicegah!. Memang usia penderita 17-35 .. relatif muda.

Saya sendiri Alhamdulillah, sepertinya cuma radang pembuluh darah. Sudah dites, adanya flak di pembuluh Vena. Bukan Lupus, Sebab, tes ANA, tes darah walaupun ada kelainan dengan tingginya sel darah putih yang menyerang tubuh, sudah biopsi kulit, semuanya NEGATIF. Alhamdulillah…. sekali lagi alhamdulillah. Walau saat ini sudah agak baikan, konsumsi obat dari dokter sudah total saya hentikan dan menggantinya dengan obat herbal. Hanya saja bekas biopsi menjadikan kulit saya codet dan sisa ruam-ruam di kaki jadi kayak bekas korengan.. duh kayak dulu waktu kecil suka maen diempang dan di comberan..

Saya sudah 2 bulan sakit ini, mudah-mudahan Allah memberikan kesembuhan pada saya, juga pada teman-teman di luar sana penderita Vaskulitis maupun Penyakit Lupus. Ingat, walau apapun kata dokter, yakinlah semua penyakit ada penyembuhnya, kecuali penyakit Mati…

Pokoknya, nikmatilah matahari sebab ada hikmahnya, bahwa kamu itu nggak berpenyakit Lupus. Coba bayangkan, hidup ngalong seumur hidup… jadi kalo yang hobi surfing, jalan ke pantai, outbond, renang, atau sekedar berjemur dipantai silakeeunn.. hehe.. asal matanya jangan usil kemana-mana ya..

Sebagai bahasa pengantar di sekolah, kampus, pertemuan formal di institusi yang formal pula.. bisa juga pada saat menulis surat formal. Serta banyak lagi yang judulnya selalu diakhiri kata-kata FORMAL. Lalu, menarik sekali ketika kuping (formalnya telinga) saya mendengar penyiar di stasiun televisi menggunakan bahasa yang tidak “benar” walau mungkin “baik”. Entah kenapa, namun menurut saya, insan televisi apalagi membawakan (MEMBACA) berita kok ada yang salah. Siapa yang salah? bukan si Penyiar tapi si penulis berita. Mungkin istilah kerennya Script writer (walau saya nggak tau pasti artinya ini apaan).

Contoh :
1. Penyiar mengatakan Paska Sarjana.. padahal harusnya yang benar itu Pasca sarjana. Ada yang mau menyanggah? Silakan cari literaturnya. Ada teman yang bilang Paska itu dari Pasca, bahasa inggris. Padahal, Bahasa inggrisnya Pasca itu sendiri BUKAN Pasca, melainkan POST. Misal, post doctoral. Saya nggak mau membahas masalah ini lebih panjang, biar yang berkompeten saja. Misalnya orang-orang dari Pusat bahasa or Polisi EYD sayang sudah ndak aktif lagi..

2. Di sebuah siaran langsung sepakbola, yaitu Final Copa Djisamsoe juga komentaror berbicara : “Akankah kedua trofi ini di bawa oleh salah satu kesebelasan yang bertanding.. ” Ya eyaaalaah.. emang tu piala nggak ada yang mau bawa pulang? setiap pertandingan pasti ada menang ada kalah, ya yang menanglah yang bawa tu piala.. koknanya? Nah kalo ini tidak “baik” bahasanya..

3. Barusan, tadi siang di berita siang entah di stasiun televisi mana.. kan hari ini hari Kartini ya (hayooo ada yang nggak tau kan? ) beritanya banyak tuh.. nah salah satunya adalah usaha PT KAI. kurang lebih beritanya ” PT KAI Daops Jabotabek juga menyambut hari kartini dengan memberikan tempat duduk bagi penumpang perempuan..” Heheh.. kalo Anda langganan KRL ekonomi or even Pakuan ekspress, perasaan yang MEMBERIKAN tempat duduk ke penumpang perempuan itu MURNI dari Penumpang. Ngga ada andil PT KAI.. konsumen dan sepenuhnya berdasar etiket, toleransi dsb. Apa ada sidak dan akhirnya penumpang pria pada berdiri.hehe..

4. Ada lagi berita, distasiun televisi yang sama hari yang sama. Masih mengenai hari kartini yang jatuh 21 April alias hari ini post ini ditulis. beritanya tentang ibu2 guru sekolah yang jadi petugas upacara bendera dengan berbusana kebaya. Berita menyebutkan, bahwa “mereka banyak yang lupa sehingga harus latihan dua hari sebelumnya, sebab sudah TIDAK PERNAH Upacara bendera”. Seharusnya sih tidak pernah jadi petugas upacara kali ya.. sebab parah banget klo guru-guru tsb tidak pernah upacara bendera lagi.. berarti tu sekolah udah ga ada upacara bendera selama ini–atau siswa saja yang disuruh upacara, gurunya gak ada. Nah, kesalahan kalimat ini sepertinya ya itu tadi, si penulis berita bukan pembaca berita yg bertanggung jawab.. atau, ada pihak lain yang harus bertanggungjawab??

Menurut saya pribadi sih, kalo sudah di broadcast ke seantero negeri, ya harus hati-hati.. paling males itu penyiar yang ngomong gak bener seperti contoh no.1. Jadinya kan orang menganggap itulah yang “baik dan benar”.. anyway ini cuma opini saya saja..

SEMINAR & DEMO
PEMANFAATAN E-LEARNING
SEBAGAI ALAT BANTU PEMBELAJARAN.
E-learning untuk semua kalangan Academic, Business & Government (ABG)

Pembicara
Romi Satria Wahono (Ilmukomputer.com, Pakar e-learning)
Rusmanto* (Pemred Infolinux)
Prihantoosa (Praktisi e-Learning berbasis Opensource)

Waktu dan Tempat
Sabtu, 29 Maret 2008, Pukul 09.00 – 15.00
Auditorium Arifin Panigoro, Univ Al Azhar Indonesia Lt 3
Jl Sisingamangaraja No.1 Kebayoran Baru, Jaksel.

Investasi
Rp 150.000 (early bird)
Rp 100.000 (Apabila Daftar lebih dari 1 orang)
Rp 200.000 (H-3)

Fasilitas
Seminar Kit, Sertifikat, CD Edubuntu (Untuk Pendidikan), Lunch dan Doorprize.

Materi pokok
Memahami e-Learning, bagaimana membangun e-learning, demo aplikasi e-learning dengan CMS MOODLE

Seminar juga dimeriahkan oleh Bazar pendidikan dan teknologi oleh Univ Al Azhar Indonesia. Jadi bagi para intelektual yang mampir, monggo mampir deh ke seminar diatas.. dijamin ga nyesel deehhh

Ohya form dan informasi lengkap ada di http://www.nurulfikri.com

Older Posts »