<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>The Unggul Center</title>
	<atom:link href="http://unggulo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://unggulo.wordpress.com</link>
	<description>Just Another "Cerdik Cendikia" Center wannabe like The Habibie Center, Mega Center, Amien Rais Center, Nurcholis Madjid Institute, Akbar Tanjung Institute, Wahid Institute, Syafii Maarif Institute dan seterusnya..</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 15:02:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='unggulo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>The Unggul Center</title>
		<link>http://unggulo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://unggulo.wordpress.com/osd.xml" title="The Unggul Center" />
	<atom:link rel='hub' href='http://unggulo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Internet, Masak, Hamil : Cari Info dari Si Mbah</title>
		<link>http://unggulo.wordpress.com/2010/01/02/internet-masak-hamil-cari-info-dari-si-mbah/</link>
		<comments>http://unggulo.wordpress.com/2010/01/02/internet-masak-hamil-cari-info-dari-si-mbah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 03:00:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unggulcenter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan Intelektual]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[hamil]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[masak]]></category>
		<category><![CDATA[masakan]]></category>
		<category><![CDATA[persalinan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unggulo.wordpress.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Judul yang aneh.. ya, tapi itu kenyataan. Aku adalah seorang istri dan calon ibu untuk anak pertama saya. Saat tulisan ini dibuat, Insya Allah putri (perempuan dong..) pertama-ku akan segera lahir, sebab beberapa hari ini sudah masanya si kecil melihat dunia. Tuh kan, pas Aku menulis, dia sepertinya tahu “diomongin” perutku mules-mules, Jessica (nama yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unggulo.wordpress.com&amp;blog=608153&amp;post=99&amp;subd=unggulo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul yang aneh.. ya, tapi itu kenyataan. Aku adalah seorang istri dan calon ibu untuk anak pertama saya. Saat tulisan ini dibuat, Insya Allah putri (perempuan dong..) pertama-ku akan segera lahir, sebab beberapa hari ini sudah masanya si kecil melihat dunia. Tuh kan, pas Aku menulis, dia sepertinya  tahu “diomongin” perutku mules-mules, Jessica (nama yang diberikan suami utk dia, cantik bukan?) tiba-tiba bergerak-gerak, menendang-nendang perut ibunya.</p>
<p>Ok, lalu apa yang inginku ceritakan dan apa sih hubungan internet, hamil dan memasak? Ketika menikah di akhir bulan Maret lalu, salah satu yang menarik tentang suami, tentunya selain kepribadiannya loh hihi.. adalah aktivitasnya yang tidak lepas dari sebuah laptop. Nah, kebiasaan suamiku, kalau sedang asyik dengan laptopnya, sulit diganggu. Biasanya Aku suka “dicuekin”. Bahkan masakanku, yang memang baru belajar pada saat menikah jadi ya.. maklum agak-agak gimana gitu rasanya, ya biasanya dianggurin dulu barang setengah jam baru deh makan bareng saya. Biasa, alasannya, “nanggung” kalau udah kerja di laptop. </p>
<p>Di awal menikah, pertamakali agak kesal, lama-lama Aku malah penasaran. Dan suami tercinta sepertinya tahu yang kurasakan, sebab tiba-tiba, disuatu malam yang indah, sebuah laptop sudah ada di tempat tidur sebagai kado untuk ku! </p>
<p>Namun permasalahan belum selesai. Laptop bersistem operasi (ya, akhirnya Aku tahu apa itu sistem operasi) Linux itu baru saya lihat tampilannya dan rada tidak familiar. Suami meyakinkanku kalau Aku pasti bisa. Yup, dan Aku pun bisa. Bagaimana caranya? Sebab Aku hanya diminta untuk melakukan aktivitas standard ala awam, yaitu browsing internet dan Facebook-an hihi. Masak sih semudah itu ndak bisa. Ternyata sama saja. Kalau cuma begitu ya semua sistem operasi Aku bisa deh (hehe.. sombong dikit boleh dong). </p>
<p>Nah. Facebook-an. Yang terakhir ini aktivitasku sehari-hari, sebab bosan dirumah jadi ibu rumah tangga, perlu ngobrol-ngobrol sama temen2 kuliah dulu, kemudian nanya-nanya tentang masak dan tentang kehamilan. Nah, nyambung kan sama judulnya? </p>
<p>Ketika awal-awal suka Facebook, Aku udah suka masak loh. Diawal aku sudah ceritain betapa ancurnya masakanku. Jadi pengen nyanyi lagunya Olga yang Hancur Hatiku.. Lalu, Aku coba tanya teman-teman di Facebook, hmm.. percuma, semua teman sih rata-rata sama tomboynya hihi.. </p>
<p>Lalu Aku  buka new-tab, dan tulis google.com di browser. Aku memang rada penasaran, kenapa sih ini ngetop banget sering disebut “Mbah Google”. Wuih kesannya sarat pengetahuan dan pengalaman banget. Kebayang pertama kali sih, di situs googlenya ada gambar kakek-kakek eh cuma ada tempat untuk mengetikkan kata saja. Sesuai instruksi komandan alias Suami, yang sebenarnya sudah lama bilang kepadaku untuk coba buka google, baca-baca info di website, download ebook, lalu dibaca (kerjaannya dia nih aku perhatiin) ketimbang Facebook-an terus yang katanya sih, waktu itu loh, kurang bermanfaat.</p>
<p><a href="http://unggulo.files.wordpress.com/2010/01/google.jpg"><img src="http://unggulo.files.wordpress.com/2010/01/google.jpg?w=300&#038;h=185" alt="" title="google" width="300" height="185" class="alignnone size-medium wp-image-100" /></a></p>
<p>Dan ternyata benar, dengan mengetik  “resep masakan”, “masakan sehat”, “masakan indonesia”, dan beberapa keywords lainnya. Simsalabim! Muncul sederet situs tentang masak memasak. Saya baca semuanya, baca forum tanya jawabnya, cari masakan-masakan simpel dan enak, serta mudah dibuat. Referensi memasak biasa saya dapatkan dari beberapa situs seperti <a href="http://www.resepmasakanku.com">resepmasakanku</a>,  <a href="http://www.anekaresepmasakan.com">aneka resep masakan</a> dan juga blog-blog mengenai masak-memasak misal <a href="http://cuek.wordpress.com">cuek</a>, <a href="http://masakmasak1.blogspot.com">masak masak 1</a> dan  <a href="http://masakmasak2.blogspot.com">masak-masak 2</a>. Wah, surprise banget! Tak berapa lama masakan saya makin sedap, makin disukai suami, dan pas cari-cari resep, bisa duduk bareng suami, sama-sama pakai laptop hihi.. itu cara yang cerdas untuk bilang ke suami, “nanti aku masakin &#8216;ini&#8217; loh”, atau “kamu suka masakan &#8216;itu&#8217; nggak?”  Hebat si Mbah bener-bener hebat!</p>
<p>Kemudian kabar gembira datang. Aku hamil. Alhamdulillah, Aku senang bukan main. Tapi, ditengah-tengah kehamilan ini, wajar kalau aku dan suami agak deg-degan. Aku segera berkonsultasi dengan ibu mertuaku, juga mbah (nenek)ku yang sangat aku sayangi. Selain informasi-informasi mengenai kehamilan kudapat dari keluarga, kunjungan ke dokter kulakoni tiap bulan untuk menjaga agar bayi dikandunganku ini sehat dan sekaligus ingin tahu jenis kelaminnya. (sudah tahu kan pembaca? Ya, kutulis kok diawal, yaitu perempuan). </p>
<p>Kemudian ku teringat lagi si Mbah Google, sebab sering konsultasi ke mbah-ku, kuingat mbah google. Hihi maaf ya mbah.. Sejurus kemudian aku buka google dan ketikan kata-kata seperti “konsultasi kehamilan”, “persiapan melahirkan” dan seterusnya. Tak dinyana, makin banyak informasi kudapat. Selain dari keluarga, dokter, aku mendapat informasi banyak di Internet. Suamiku juga mendapatkan informasi bagaimana persiapan menjadi seorang Ayah, dan apa yang harus dilakukan ketika persalinan. Dia sekarang belajar jadi Suami SIAGA (Siap Antar Jaga) tuh.</p>
<p>Google menjadi temanku setiap hari. Membuka situs-situs informasi seperti <a href="http://www.infoibu.com">info ibu</a>, <a href="http://www.clubnutricia.co.id">club nutricia</a>, <a href="http://www.parenting.co.id">majalah parenting</a>, <a href="http://www.ayahbunda.co.id">majalah Ayah Bunda</a> juga personal blog dari dokter dan suster seperti drdidispog.com dan susternada.blogspot.com sudah menjadi aktivitasku sehari-hari. Biasanya kulakukan di siang hari selepas masak dan makan siang, sementara suami pergi bekerja. </p>
<p>Tak terasa, sudah sembilan bulan ku membaca informasi, tips, dan berbagai hal mengenai kehamilan, persalinan, merawat anak dst. Bahagianya lagi, informasi ini gratis, mudah, dan interaktif! Kadang  Aku hanya membaca, kadang juga berdiskusi lewat pesan singkat di forum dan balasan sebuah post di blog. Facebook? Hmm.. dulu cuma ngalor ngidul, sekarag aku malah suka memberi informasi kepada teman-temanku yang belum menikah dan atau sedang persiapan hamil dan melahirkan. Biasanya infonya kuambil dari beberapa situs yang suka kubaca. Aku yakin, pengelola situs sangat senang kubagi informasi yang mereka post di situs mereka masing-masing. Amin..</p>
<p>Dan tak berapa lama, mungkin malam ini, mungkin besok, mungkin juga lusa, anakku akan segera lahir. Pengennya sih awal tahun baru 2010 lahirnya ya nak.. momennya pas hehe.. amin.. Dan Insya Allah, aku sudah siap lahir batin. Dukungan suami, keluarga, juga semua orang yang mendoakan sangat kuhargai.</p>
<p>Sebagai penutup, ingin kukatakan pada semua istri dan semua ibu di dunia ini, bukalah Internet, bukalah cakrawala pengetahuan dengan jarimu, niscaya engkau sadari bahwa kau tidak sendiri di dunia ini, dan engkau pun bisa berbagi kebahagiaan. Jangan khawatir, internet adalah teknologi yan memudahkan kita, jadi.. ehm.. segera bilang suami untuk pasang internet! ASAP! oke?</p>
<p>Anita Carollin, Calon Ibu tinggal di Bogor.<br />
(Ditulis pada 30 Des 2009)</p>
<p>Ps : Saking gapteknya, aku blum punya blog nih.. numpang nitip aja sama blog suami boleh yaa.. but setelah melahirkan, pasti  aku bikin blog.. *mungkin pakai nama Anakku sajah.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/unggulo.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/unggulo.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/unggulo.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/unggulo.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/unggulo.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/unggulo.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/unggulo.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/unggulo.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/unggulo.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/unggulo.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/unggulo.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/unggulo.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/unggulo.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/unggulo.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unggulo.wordpress.com&amp;blog=608153&amp;post=99&amp;subd=unggulo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unggulo.wordpress.com/2010/01/02/internet-masak-hamil-cari-info-dari-si-mbah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e2ce7db46f7370322cbe92c62f4be95?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Pompey</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unggulo.files.wordpress.com/2010/01/google.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">google</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ternyata Mas Enda masih inget Saya</title>
		<link>http://unggulo.wordpress.com/2009/11/05/ternyata-mas-enda-masih-inget-saya/</link>
		<comments>http://unggulo.wordpress.com/2009/11/05/ternyata-mas-enda-masih-inget-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 14:00:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unggulcenter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan Intelektual]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[enda]]></category>
		<category><![CDATA[lenovo]]></category>
		<category><![CDATA[lomba]]></category>
		<category><![CDATA[mikti]]></category>
		<category><![CDATA[pesta blogger]]></category>
		<category><![CDATA[teknopreneur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unggulo.wordpress.com/2009/11/05/ternyata-mas-enda-masih-inget-saya/</guid>
		<description><![CDATA[Sewaktu diundang oleh Teknopreneur untuk menghadiri pengumuman pemenang lomba penulisan blog tentang HKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) di D&#8217;Ocean Resto pada tanggal 9 oktober 2009 yang lalu, saya masih deg degan. Sebagai bagian dari 17 finalis lomba tersebut, tidak terpikir untuk lebih dari pemenang hadiah hiburan. Di awal, saya juga mengetahui salah satu dewan juri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unggulo.wordpress.com&amp;blog=608153&amp;post=98&amp;subd=unggulo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sewaktu diundang oleh Teknopreneur untuk menghadiri pengumuman pemenang lomba penulisan blog tentang HKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) di D&#8217;Ocean Resto pada tanggal 9 oktober 2009 yang lalu, saya masih deg degan. Sebagai bagian dari <a href="//teknopreneur.com/content/17-finalis-kompetisi-menulis-blog-hak-kekayaan-intelektual-teknopreneur”">17 finalis lomba</a> tersebut, tidak terpikir untuk lebih dari pemenang hadiah hiburan. Di awal, saya juga mengetahui salah satu dewan juri adalah <a href="//enda.goblogmedia.com”">Enda Nasution</a> yang notabene didaulat sebagai “bapak blogger indonesia”. Selain itu, juri lain yang tak kalah kompetennya adalah Ansori Sinungan (Direktur Kerjasama dan Pengembangan Ditjen HKI Departemen Hukum dan HAM), Enda Nasution (Bapak Blog Indonesia), Indra Utoyo (Ketua Umum MIKTI &amp; Dirut Telkom Indonesia), dan M. Andy Zaky (Editor in Chief Teknopreneur Indonesia).</p>
<p>Alhamdulillah, dari target masuk juara harapan, saya ternyata menjadi <a href="//teknopreneur.com/content/puncak-penganugerahan-kompetisi-menulis-blog-hki”">Juara pertama</a> lomba tersebut dan mendapatkan satu buah laptop Lenovo dari sponsor. Sempat berfoto-foto, baik dengan finalis maupun dengan para juri diatas –dan tampil dengan batik biru kebanggan <a href="//www.nurulfikri.com”">kantor</a>, serta ngobrol sedikit dengan <a href="//id.wikipedia.org/wiki/Enda_Nasution”">Mas Enda Nasution</a>. Dengan ehm, bodi yang hampir mirip, juga jenggot-jenggotan saya rasa umur mas Enda tidak jauh dengan saya. Mungkin itu juga yang membuat beliau ingat dengan (penampilan fisik) saya. Tak kirain sudah 40-an tahun ternyata cukup muda (ya samalah kayak saya hehe). And the story goes.. </p>
<p>Event berikutnya <a href="//www.pestablogger.com”">Pesta Blogger 2009</a>. Tentu sangat dimaklumi kalau Enda Nasution menjadi salah satu tim intinya. Betul? Wara-wiri di pesta blogger, saya berpapasan kembali dengan beliau. Eh, ternyata mas Enda masih inget saya. Yup, saling lempar senyum dan baru saja saya mau ajak ngobrol ternyata bintang tamu muncul dan menegur mas Enda. Gapapa, bintang tamu pesta blogger, si “Kena Deh” yaitu Panji memang ditunggu-tunggu oleh peserta untuk live performance nantinya. Akhirnya memang tidak sempat ngapa-ngapain, pesta telah berlangsung. </p>
<p>Tapi intinya, saya senang ternyata mas Enda masih inget saya hihi.. mudah-mudahan bisa ketemu lagi karena Insya Allah sebagai blogger, saya akan terus menulis, dan akan terus meng-update konten dari situs blog The Unggul Center ini dan kalau ada kesempatan, terus berkarya dan berkontribusi, termasuk ke lomba-lomba blog. Amin..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/unggulo.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/unggulo.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/unggulo.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/unggulo.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/unggulo.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/unggulo.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/unggulo.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/unggulo.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/unggulo.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/unggulo.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/unggulo.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/unggulo.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/unggulo.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/unggulo.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unggulo.wordpress.com&amp;blog=608153&amp;post=98&amp;subd=unggulo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unggulo.wordpress.com/2009/11/05/ternyata-mas-enda-masih-inget-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e2ce7db46f7370322cbe92c62f4be95?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Pompey</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tipe Bis Lorena Seharusnya Walau Berbeda-Beda Tetap Eksekutif Jua</title>
		<link>http://unggulo.wordpress.com/2009/10/31/tipe-bis-lorena-harusnya-walau-berbeda-beda-tetap-eksekutif-jua/</link>
		<comments>http://unggulo.wordpress.com/2009/10/31/tipe-bis-lorena-harusnya-walau-berbeda-beda-tetap-eksekutif-jua/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 08:12:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unggulcenter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan Intelektual]]></category>
		<category><![CDATA[The Public Services-power]]></category>
		<category><![CDATA[bis]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[eksekutif]]></category>
		<category><![CDATA[komplain]]></category>
		<category><![CDATA[lorena]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unggulo.wordpress.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Menyambung tulisan sebelumnya tentang lorena dimana ada tanggapan (saya tidak tahu orisinalitasnya apakah benar penumpang atau karyawan lorena yg menyamar) bahwa pelayanan Lorena baik-baik saja dan saya bahkan dikasihtau kalau level bis saya emang bukan executive dimana dijelaskan kalau LV itu lorena vip dan LE itulah yang eksekutif. Ini salah total kalau menganggap ada perbedaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unggulo.wordpress.com&amp;blog=608153&amp;post=90&amp;subd=unggulo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menyambung <a href="http://unggulo.wordpress.com/2009/09/29/bus-lorena-bis-berjudul-eksekutif-kok-perilaku-kelas-ekonomi/">tulisan</a> sebelumnya tentang lorena dimana ada <a href="http://unggulo.wordpress.com/2009/09/29/bus-lorena-bis-berjudul-eksekutif-kok-perilaku-kelas-ekonomi/#comment-216">tanggapan</a> (saya tidak tahu orisinalitasnya apakah benar penumpang atau karyawan lorena yg menyamar) bahwa pelayanan Lorena baik-baik saja dan saya bahkan dikasihtau kalau level bis saya emang bukan executive dimana dijelaskan kalau LV itu lorena vip dan LE itulah yang eksekutif. Ini salah total kalau menganggap ada perbedaan kelas kalau yg eksekutif itu hanya LE. Bahkan kalau mau ditambahkan, ada juga tipe SE yang disebut lorena sebagai &#8220;Super Executive&#8221;.</p>
<p><a href="http://unggulo.wordpress.com/2009/09/29/bus-lorena-bis-berjudul-eksekutif-kok-perilaku-kelas-ekonomi/#comment-216">Saudaraku</a>, nama LV, LE dan SE itu hanya sebutan saja dan tidak menjadikannya berbeda dalam hal pelayanan. bedanya, ini langsung dari official Lorena sendiri yg memberikan keterangan hanya pada fasilitas KURSI. Untuk SE, seat 2-1 dan &#8220;lapang&#8221;, sedangkan LE itu seat 2-2 dengan jumlah kursi total lebih sedikit artinya lumayan lebih luas dibanding LV yang jadi agak sempit terutama bagian lutut sebab dengan seat yang lebih banyak. Itu hanya pembedaan administratif bukan kelas seperti yg ditulis oleh si &#8220;pelanggan lorena&#8221;. Busnya tetap tagline dan slogan serta ISO nya kalau ada pun merujuk ke kelas eksekutif. Lagipula, siapa sih yang memberikan standard KALAU yang NAMANYA VIP itu BUKAN EXECUTIVE? Apa sih VIP itu? Jawab sendiri dong hehe.. aya aya wae.. artinya ini memang ide lorena sendiri dengan standard dia sendiri.</p>
<p>Saya juga bukan tidak tau masalah LV dan LE ini. Mau tau ceritanya? Satu jam sebelumnya saya datang langsung ke loket Lorena di Palembang. Langsung tanya tiket eksekutif. Ada. Tapi tidak boleh Booking. Harus bayar langsung ditempat. harganya Rp 450rb. Tipenya LE. dan itu tdk pernah disebut2 oleh petugas CS kalau LE dan LV itu beda. (Belakangan saya tanya sendiri bedanya dan dijawab jumlah seatnya beda). Oke, saya masih ragu dan mengharapkan dapat tiket pesawat. ternyata setelah telepon sana dan telepon sini, kesana kemari naik mobil cari tiket tidak dapat pada hari itu ataupun besoknya karena Full book semua. mau tidak mau demi pulang ke bogor saya balik lagi ke loket SATU JAM kemudian. Olala, mereka bilang abis. kemudian telpon sana sini eh mereka bilang ada. bisnya berbeda, namun TIDAK PERNAH diberitahukan kalau itu bis &#8216;bukan eksekutif&#8221;. Harganya pun sama. Saya sendiri probing dan nanya, apakah sama aja bis yg saya keabisan dengan bis ini? dijawab SAMA SAJA. Beda jumlah kursinya. Gotcha! Anda yang sok tau nulis kalau LE dan LV itu berbeda kelas silakan tanya sendiri ke CS Lorena. Jangan soktau dengan menyimpulkan sendiri. Masalah judul KODE BIS itu ya terserah manajemen lorena dong.. </p>
<p>So, intinya kekecewaan saya itu. Lalu harga bagaimana? SAMA SAJA. Tidak ada bedanya. ya itu tadi, CS menjelaskan hanya beda jumlah kursi saja kok pak.. dst. Karena biasa naik Lorena, ingat, saya sudah 10 tahun naik lorena, maka saya order tempat duduk yang paling agak longgar, yaitu 4 dan 5. Sekaligus tips bagi Anda yang belum tau hehe.. Cuma sayang, sudah penuh juga. tersisa kursi di bagian belakang tepat di depan pintu keluar dan toilet. Disitulah saya bayar tempat duduk saya dengan harga yang SAMA DENGAN HARGA TIPE LE. Lorena, harga updated terus.. kalau lebaran bisa 450rb dari 180rb normalnya. </p>
<p>Komplain saya ini tidak asal-asalan. mau tau? SATU HARI SESUDAH SAYA, ada komplain yang hampir sama. Judulnya pun hampir sama. Tidak percaya? Ini linknya <a href="http://suarapembaca.detik.com/read/2009/09/30/101313/1211616/283/layanan--economy--untuk-harga--executive--bus-lorena">KOMPLAIN LORENA PERSIS SAMA CUMA BEDA SATU HARI DENGAN SAYA</a></p>
<p>Si penulis surat pembaca tersebut malah keadaannya lebih parah. Selain harga lebih mahal, kalau <a href="http://unggulo.wordpress.com/2009/09/29/bus-lorena-bis-berjudul-eksekutif-kok-perilaku-kelas-ekonomi/#comment-216">Anda</a> bilang LE itulah yang bagus, nah dia komplain justru untuk yang LE hehe.. Anda mau bilang apa lagi? Inilah Lorena. Pelayanan kelas ekonomi utk Bus Eksekutif. </p>
<p>FYI, saya tidak asal tulis di blog. <a href="http://unggulo.wordpress.com/2009/09/29/bus-lorena-bis-berjudul-eksekutif-kok-perilaku-kelas-ekonomi/">Tulisan komplain</a> tersebut sudah nangkring di vivanews.com dan beberapa koran bahkan koran Radar Bogor yang notabene tempat &#8220;markas&#8221; Lorena selama ini.</p>
<p>Mohon diperhatikan lagi motto, slogan, tagline, jenis layanan, ISO, SOP, Kurikulum atau apapun namanya tentu jelas tipe layanan Lorena harusnya &#8220;Eksekutif&#8221;. Buat bapak yang &#8220;menegur&#8221; tulisan saya, PAK, Ini tipe layanan, BUKAN tipe kode Bis. Agar tidak bingung dan diperdaya oleh kode bis Lorena yang pakai LV dan LE yang berbeda kode tetap eksekutif jua. namun.. seperti komplain saya dan mungkin banyak orang, pelayanan ekonomi. </p>
<p>Sampai saat ini, kalau orangtua saya kecapekan dan malas naik pesawat, masih kok sesekali pake Lorena. Cuma selalu berdoa berharap bisnya bagus dan pelayanan di bis itu bagus. Karena tidak banyak pilihan lain di ranah bis eksekutif utk ke palembang. Betul kan? Jadi saran kritik dan komplain jadikan pemicu, atau lambat laun lorena akan disalip perusahaan bis eksekutif lainnya. </p>
<p>Ohya, tulisan saya ini memang &#8220;kasuistik&#8221;. Faktanya itu terjadi pada saya. Cuma mungkin beberapa persen dari layanan lorena yang mungkin 90% nya baik. Atau standard. Cuma kalau sopir (bisa jadi ini sopir geblek dst) tidak ditegur atau didisiplinkan ya begini ini. Informasi lagi, barusan saya antar ortu naik Lorena dan benar-benar saya perhatikan. Ternyata, rata-rata memang bis berkualitas bagus, dilihat dari fisiknya saja bagus banget itu memang bis-bis ke Jawa Bali. Misal ke Blitar yang saya lihat sendiri keren banget bis nya. Jadi saran saya berbeda-beda bis boleh, tapi PELAYANAN jangan dibedakan dan kalau itu oknum, silakan DIUSUT sampai tuntas. Saya percaya manajemen Lorena tidak akan membiarkan dua atau tiga komplain seperti saya, walau se-sedikitpun persentase komplain. Itu kalau memang Lorena berwawasan maju dan kedepan. Tidak &#8220;keenakan&#8221; karena ranah bis eksekutif masih dipegang oleh mereka.</p>
<p>Jadi, itu fakta. Demikian semoga menjadi perbaikan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/unggulo.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/unggulo.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/unggulo.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/unggulo.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/unggulo.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/unggulo.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/unggulo.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/unggulo.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/unggulo.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/unggulo.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/unggulo.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/unggulo.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/unggulo.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/unggulo.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unggulo.wordpress.com&amp;blog=608153&amp;post=90&amp;subd=unggulo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unggulo.wordpress.com/2009/10/31/tipe-bis-lorena-harusnya-walau-berbeda-beda-tetap-eksekutif-jua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e2ce7db46f7370322cbe92c62f4be95?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Pompey</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Budaya Apresiasi dan Budaya “SMOS”</title>
		<link>http://unggulo.wordpress.com/2009/10/31/budaya-apresiasi-dan-budaya-%e2%80%9csmos%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://unggulo.wordpress.com/2009/10/31/budaya-apresiasi-dan-budaya-%e2%80%9csmos%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 07:39:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unggulcenter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan Intelektual]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[kambing hitam]]></category>
		<category><![CDATA[smos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unggulo.wordpress.com/2009/10/31/budaya-apresiasi-dan-budaya-%e2%80%9csmos%e2%80%9d/</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali saya mendengar di berbagai forum dan event diskusi untuk “saling selalu mengingatkan sesama muslim”, menegur apabila ada kesalahan, speak your mind, dan seterusnya. Namun himbauan yang baik ini kadang kurang proporsional manakala terjadi ketidak seimbangan, atau ketimpangan antara budaya kritik dengan budaya apresiasi. Budaya apresiasi diawali adanya keseimbangan antara menegur dan mengkritik kesalahan dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unggulo.wordpress.com&amp;blog=608153&amp;post=87&amp;subd=unggulo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seringkali saya mendengar di berbagai forum dan event diskusi untuk “saling selalu mengingatkan sesama muslim”, menegur apabila ada kesalahan, speak your mind, dan seterusnya. Namun himbauan yang baik ini kadang kurang proporsional manakala terjadi ketidak seimbangan, atau ketimpangan antara budaya kritik dengan budaya apresiasi.</p>
<p>Budaya apresiasi diawali adanya keseimbangan antara menegur dan mengkritik kesalahan dengan memberikan reward, pujian, insentif bahkan hanya dengan tepuk tangan dan ucapan selamat. Hal itu menunjukkan adanya penghargaan atas jerih payah orang lain, sekaligus memberikan nilai hubungan yang baik antar sesama. Kontras dengan itu, budaya Suka Melihat Orang Susah dan Susah Melihat Orang Senang (SMOS) sering melahirkan anak kandung iri hati, dengki, benci dan membuat orang lain tidak betah. </p>
<p>Saya sering perhatikan, sulit sekali masyarakat di forum-forum untuk sekedar bertepuk tangan atas prestasi seseorang. Ogah-ogahan dan kadang perlu dikomando baru deh tepuk tangan. Rasanya sulit sekali hanya claps your hand dan tersenyum. Berbeda di luar negeri, penghargaan bisa sampai dengan standing ovation yang lama. </p>
<p>Kalau ada kesalahan? Jangan ditanya. Sekecil apapun pasti diungkit. Diorek-orek, apalagi oleh seseorang yang “mr. Clean” alias merasa tidak punya salah apapun di dunia ini. Sifat seperti ini ditunjang juga dengan faktor SMOS, dimana apabila rekan atau seseorang kedapatan rejeki, bukan ucapan selamat dan turut berbahagia, tapi yang muncul adalah mempertanyakan, mempetentangkan dan bahkan, terpikir juga mungkin olehnya utk mencari-cari kesalahan agar “prestasi”, “rejeki” dan “keberuntungan” si teman tidak “sempurna”. Misalnya, ada rekan yang mendapatkan hadiah karena menang lomba penulisan, alih-alih ucapan “selamat ya, menang. Keren tuh, traktir dong” malah yang keluar justru ucapan “yang penting jangan sampai mengerjakan lomba di jam kerja tuh”. Kok jauh sekali ya pikirannya kesana. Sempat-sempatnya berpikir itu. Jangan-jangan semua karyawan yang maen-facebook di jam kerja juga kena semprot hihi..</p>
<p>Ironisnya, kadang seseorang yang kelihatan tingkat takwanya tinggi, apalagi sering kita perhatikan ikut pengajian, sholat dhuha terus dikantor dst akan tetapi dari perilaku dan kata-katanya kadang tidak menunjukkan tingkat pendidikannya. Sungguh memalukan kalau ada yang seperti itu. Biasanya, seseorang dengan mental ini selalu akan menyalahkan pihak lain apabila ada yang dirasa membuat citra dirinya yang “bersih”, “berdedikasi”, dan “penyambung lidah rakyat” terganggu, terlepas dari memang benar ditujukan ke dirinya atau hanya perasaan dia saja. Kambing hitam bisa jadi rekan kerja, bawahan, teman, bahkan situasi dan keadaan!</p>
<p>Ok, SMOS ini kadang akut. Dan perlu diberantas. Apa layak, kita sewot dengan rekan atau teman yang mendapatkan tender proyek, pekerjaan sampingan, bukannya berbahagia? Dan jikapun masalah proyek ni, antara teman dan orang yang kita tidak kenal itu nilainya sama, tentu sangat bahagia kita berikan ke teman sendiri. Asalkan memang tidak terlalu jauh penawarannya. Panduan dari Rasul sendiri mengatakan untuk jika membantu, bantulah orang yang paling terdekat. </p>
<p>Sekarang, marilah kita coba budaya apresiasi dan hilangkan SMOS. Hilangkan Budaya kritik berlebihan, dengan tanpa etika, prejudice dan mekanismenya tetap harus ada Reward dan Punishment secara proporsional dan seimbang. Majukan budaya apresiasi beretika, tidak harus penghargaan dengan berupa nilai uang, tapi juga nilai-nilai moral, etika, yang sejalan dengan nilai-nilai beragama. Jangan hanya hubungan vertikal (hablumminallah) tapi juga harus menjaga hubungan horisontal (hablumminannas). Wallahu&#8217;alam bisshowwab..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/unggulo.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/unggulo.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/unggulo.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/unggulo.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/unggulo.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/unggulo.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/unggulo.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/unggulo.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/unggulo.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/unggulo.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/unggulo.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/unggulo.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/unggulo.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/unggulo.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unggulo.wordpress.com&amp;blog=608153&amp;post=87&amp;subd=unggulo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unggulo.wordpress.com/2009/10/31/budaya-apresiasi-dan-budaya-%e2%80%9csmos%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e2ce7db46f7370322cbe92c62f4be95?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Pompey</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bus Lorena : Bis Berjudul Eksekutif.. Kok perilaku Kelas Ekonomi!</title>
		<link>http://unggulo.wordpress.com/2009/09/29/bus-lorena-bis-berjudul-eksekutif-kok-perilaku-kelas-ekonomi/</link>
		<comments>http://unggulo.wordpress.com/2009/09/29/bus-lorena-bis-berjudul-eksekutif-kok-perilaku-kelas-ekonomi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 04:42:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unggulcenter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan Intelektual]]></category>
		<category><![CDATA[The Public Services-power]]></category>
		<category><![CDATA[The Techno-power]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unggulo.wordpress.com/2009/09/29/bus-lorena-bis-berjudul-eksekutif-kok-perilaku-kelas-ekonomi/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama kami sekeluarga berlangganan PO Bus Lorena Bogor-Palembang PP hampir lima tahun rutin. Tapi itu 10 tahun yang lalu, dan kami memang sudah berganti ke Pesawat yang tarifnya saat ini lebih kompetitif. Setelah lama tdk naik bis ini, akhirnya dikarenakan fullnya tiket pesawat arus balik, maka kami berkesempatan menggunakan jasa Lorena, walaupun tarifnya sangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unggulo.wordpress.com&amp;blog=608153&amp;post=86&amp;subd=unggulo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah lama kami sekeluarga berlangganan PO Bus Lorena Bogor-Palembang PP hampir lima tahun rutin. Tapi itu 10 tahun yang lalu, dan kami memang sudah berganti ke Pesawat yang tarifnya saat ini lebih kompetitif. Setelah lama tdk naik bis ini, akhirnya dikarenakan fullnya tiket pesawat arus balik, maka kami berkesempatan menggunakan jasa Lorena, walaupun tarifnya sangat mahal diatas harga pesawat rata-rata palembang-jakarta namun hanya via itu saya dapat tepat waktu sekeluarga kembali ke rumah di bogor. Pada tanggal 27 September 2009 dengan kode LV 121 tujuan Jakarta/Bogor berangkat dijadwalkan pukul 13.30 WIB. </p>
<p>Namun ternyata, kualitas Lorena bukannya membaik tapi justru semakin buruk. Bisa dibilang tidak beda dengan bis AKAP yang bisa kita stop di jalan dan terminal. Jauh dari kesan Bus “Eksekutif”.<br />
Hal-hal berikut yang saya catat :<br />
1.AC tidak dingin. Bahkan awak bus mengakui AC mati-hidup. Di Pool di palembang, pemberangkatan tertunda (as always) dikarenakan ada penumpang yg telat. Sementara menunggu, lebih dari sparuh penumpang sudah keringatan, megap-megap dan berkipas-kipas dengan koran, majalah dan media lainnya.<br />
2.Berangkat telat. Ini masih sama seperti 10 tahun lalu.<br />
3.Tidak Ada Snack. Mungkin dengan biaya supermahal, masih tidak cukup untuk beli snack bagi penumpang, yang bahkan pesawat low class carrier yang tarifnya dibawah Lorena saja masih menyediakan air kemasan cup bagi penumpangnya.<br />
4.Di Terminal Karya Jaya (10 tahun lalu masuknya langsung ke Jl Kol Atmo, tidak diterminal tsb) pedagang naik Bus dan menjajakan dagangannya. 10 tahun yang lalu, saya ingat, kenek sampai ngomong dengan lantang “Pak, Ini LORENA, bukan Bis Sembarangan!” sewaktu penjaja ngotot masuk ke Bis..<br />
5.Semakin parah dengan WC yang Bau minta ampun disebabkan tidak adanya air untuk fasilitas membersihkan setelah pipis. Terpaksa selama perjalanan, saya dan beberapa penumpang lain berkorban menyiram dengan air minum yg kami bawa. Sebagian penumpang lain memang banyak juga yang tidak menyiram sehingga aroma makin bau. Kami yang duduk di belakang sempat bertanya mengenai pengharum, tapi dijawab “Tidak ada, biasanya yang ada itu BIS dari BOGOR”. Ha? Beda toh.. 10 tahun lalu kenek menyemprot pengharum ruangan apabila malam atau sore di atas dan di dekat karpet. Serta di dalam WC selain air banyak, juga ada pengharum WC.<br />
6.Di perjalananan, tepatnya di JL Proklamator, Bandar Jaya, Lampung, Sopir MENAIKKAN Penumpang perempuan. Kurang lebih 3 menit sepertinya negosiasi harga dst. Setau saya, 10 tahun yang lalu DILARANG menaikkan dan menurunkan penumpang di jalan.<br />
7.Di Kapal, Kami semua DISURUH turun dan naik ke galangan sebab Bis katanya AC mau dimatiin dan Lampu dipadamkan. Yang lucu, tepat di sebelah kiri ada Bus Lorena juga dan kondisinya Lampu menyala, AC di hidupkan dan Video dinyalakan. 10 tahun yang lalu sih memang seperti itu. Sewaktu saya bilang, istri saya HAMIL BESAR dan mau stay di Bus, kenek dan sopir bilang “terserah kalau mau kepanasan”. Saya akhirnya turun, melewati bis-bis dan bau asap yang menyengat dan sampai juga di pinggir utk naik tangga ke atas. Melihat undak-undak tangga ke atas kapal yang sangat banyak, istri saya tidak sanggup dan memilih kembali ke Bus apapun resikonya. Kami akhirnya masuk kembali ke Bus dan AC dimatikan. Sempat dihidupkan sebentar oleh awak. Sungguh tidak berpri kemanusiaan! Untuk bukti, saya sudah mengambil foto bus Lorena di sebelah kiri yang penumpangnya nyaman tidur di Bis tidak perlu DIUSIR dan dimatikan AC nya.<br />
8.Pada perjalanan antara Jakarta Bogor, setelah menurunkan penumpang jakarta di pool di Kampung Rambutan dan Lebak Bulus, tingkah awak Bus makin menunjukkan “kelas”nya. Dihadapan penumpang yang ada anak kecil, perempuan, muslimah, dst awak menyetel Video Goyang Dangdut Erotis!<br />
9.Sambil dangdutan pornoaksi tersebut, si Sopir juga MEROKOK di dalam Bis yang Full AC. Tidak lupa geleng2 kepala menikmati musik.. 10 tahun lalu, saya mendengarkan alunan musik instrumental bila malam, film berkualitas Hollywood dan musik-musik ngetop. Paling tidak, musik Sunda ketika bis bergerak keluar dari Kota Bogor.. Saat ini, memang televisi sudah LCD Flat, audio-video system udah keren tapi yang ditampilkan jauh dari eksekutif, malah kelas bawah.. Bahkan kelas bawah pun saya rasa berpikir 1000 kali untuk menyetel video erotis! Berani taruhan?</p>
<p>Sembilan poin diatas cukup bagi saya untuk mengatakan tepat sekali jika Lorena di tinggalkan oleh Pelanggan-pelanggannya. Bukan karena armada lain yang lebih kompetitif saja, namun juga Lorena yang tarif EKSEKUTIF layanan tidak lebih baik dari  Bus yang melayani rute kampung ke kampung. Sorry to Say tapi itu kenyataan. Silakan Otoritas Lorena cross-check, saya punya bukti foto maupun keterangan saksi mata yang cukup banyak, walau mungkin cuma saya yang berani pasang badan untuk kebobrokan layanan ini. Kalau saya turun di Pool, sudah saya niatkan untuk langsung ketemu manajer Lorena, tapi saya turun tidak di pool Bogor sehingga komplain mau tidak mau saya sampaikan denganc ara ini. Manajemen Lorena, Anda juga punya hak jawab di media ini dan saya dengan lapang hati hanya menuliskan “Perbandingan Kualitas” antara Lorena dulu dan sekarang. Tidak ada tuduhan pencemaran nama baik, dan tidak ada tendensius terkecuali pengalaman saya pribadi.</p>
<p>Unggul Sagena<br />
Penumpang Bus Lorena Palembang-Bogor (via Jakarta) No LV 121 tanggal 27 September 2009.</p>
<p>Update :<br />
Agar tidak salah kaprah seperti bapak Welly yang berkomentar dibawah, maka saya tulis lagi cerita mengenai Lorena ini <a href="http://unggulo.wordpress.com/2009/10/31/tipe-bis-lorena-harusnya-walau-berbeda-beda-tetap-eksekutif-jua/">DISINI</a>. silakan dinikmati dan diambil hikmahnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/unggulo.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/unggulo.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/unggulo.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/unggulo.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/unggulo.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/unggulo.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/unggulo.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/unggulo.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/unggulo.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/unggulo.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/unggulo.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/unggulo.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/unggulo.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/unggulo.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unggulo.wordpress.com&amp;blog=608153&amp;post=86&amp;subd=unggulo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unggulo.wordpress.com/2009/09/29/bus-lorena-bis-berjudul-eksekutif-kok-perilaku-kelas-ekonomi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e2ce7db46f7370322cbe92c62f4be95?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Pompey</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Film Merantau vs Ong Bak : Antara Kurang Riset, Terinspirasi atau Plagiat</title>
		<link>http://unggulo.wordpress.com/2009/08/24/film-merantau-vs-ong-bak-antara-kurang-riset-terinspirasi-atau-plagiat/</link>
		<comments>http://unggulo.wordpress.com/2009/08/24/film-merantau-vs-ong-bak-antara-kurang-riset-terinspirasi-atau-plagiat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 04:54:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unggulcenter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan Intelektual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unggulo.wordpress.com/2009/08/24/film-merantau-vs-ong-bak-antara-kurang-riset-terinspirasi-atau-plagiat/</guid>
		<description><![CDATA[Gw penasaran banget sama Film satu ini yang dari trailer maupun dari berbagai komentar katanya A Must See Movie. Ternyata setelah gw tonton .. over rated kalau gw bilang sih. Langsung aja kritik, saran, tanggapan dan PENDAPAT pribadi gw, dalam bentuk pointers biar gampang mencerca eh salah mencernanya.. 1.Merantau. Apa sih merantau? Ya itu tradisi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unggulo.wordpress.com&amp;blog=608153&amp;post=82&amp;subd=unggulo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gw penasaran banget sama Film satu ini yang dari trailer maupun dari berbagai komentar katanya A Must See Movie. Ternyata setelah gw tonton ..  over rated kalau gw bilang sih.  </p>
<p>Langsung aja kritik, saran, tanggapan dan PENDAPAT pribadi gw, dalam bentuk pointers biar gampang mencerca eh salah mencernanya..</p>
<p>1.Merantau. Apa sih merantau? Ya itu tradisi masyarakat minang. Walaupun dibanyak daerah pun lazim terjadi demikian, tapi istilah populer ini memang milik Suku bangsa Minang (atau sebut saja orang Padang). Apa yang dilakukan oleh orang yang merantau? Cari Nafkah di negeri orang. Cari Surau untuk bermalam (Surau adalah Mushola) atau mencari sanak saudara. Banyak dong orang padang dinegeri antah berantah manapun. Kekeluargaan ini kuat, walau biasanya lebih kuat lagi pada subsuku misalnya orang padang, orang bukittinggi dst itu berbeda-beda.<br />
Yang Kita Lihat di Film :<br />
Sama saja dengan film-film jadul tentang silat yang si murid turun gunung setelah merasa cukup bekal dari sang Guru di Puncak Gunung di Sebuah perguruan. Jauh pabila ngomongin merantau dengan turun gunung. Hal yang berbeda.</p>
<p>2.Datang ke Kota, Langsung lah si Yuda (Tokoh utama) tidur digelondongan semen yang biasanya untuk dipasang di got/gorong2/terowongan besar didalam tanah. Kalau bingung, ingat-ingat aja di Lapangannya Film Doraemon, Biasanya Giant dan Suneo suka nongkrong diatas pipa besar itu. Si Yuda tidurlah disana.<br />
Yang Kita Lihat di Film :<br />
Tau-tau melek eh sudah siang.. dan aktivitas para pekerja di bawah sudah aktif. Gak mungkinlah tidur disitu nyenyak banget. Sekali-kali pastilah bangun. Ini bangunnya sudah siang lagi.. Terus pas turun, masak orang2 proyek tersebut CUEK BEBEK ada orang yg tidur diatas sana. Gak mungkinlah. Ketiga, Si Yuda besoknya masih ditempat yang sama dan lebih enak lagi nih, dia ninggalin tas nya disana. Udah kayak kost-kostan kali yach. Faktanya, tidak ada orang yang seteledor itu menganggap oh gw tiap malam tidur disini aja ah.. tas tinggalin aja. Siapa tau besoknya, tuh tempat dia tidur udah dibongkar oleh para pekerja. Itu sangat sangat bisa terjadi. La wong itu proyek pembangunan.</p>
<p>3.Kenapa harus tidur disitu sih?<br />
Perlihatkan lah tradisi merantau itu seperti apa. Ngga cuma comot istilah aja dari kata merantau. Tidur dimana kek, Mushola, sholat kek. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Cari rumah makan padang en numpangnginep dirumah pemiliknya kek. Itu realistis. Gw pikir di awal dia bakal 1 malam aja tidur digelondongan itu eh sampe cerita tamat masih disana aja kost-kostannya.</p>
<p>4.Kalau serius ngegarap Budaya lokal, Indonesia, tentu tdk bisa dipisahkan dari Islam itu sendiri, sebab di Minang, Adat basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Jika di Ong Bak nuansa Budhisme Sangat Kental Sekali, termasuk “pertolongan terakhir” dari sang Budha, maka kebalikan di Merantau, nggak ada unsur2 yang agak-agak religi dan vertikal. Film ini jelas jauh dari adat budaya merantau itu sendiri. Ya, merantau cuma polesan saja. Padahal saya menebak, apabila di Ongbak latarbelakangnya Budha (membawa pulang patung budha) maka di merantau tentu ada hubungan dengan Islam dan budaya islam di minangkabau. Minimal nilai-nilai religius yang musti ditampilkan. Sebab, Ong Bak bisa dikategorikan sebagai “Film Dakwah” lalu merantau? Yang ada hanya sumpah serapah, bar-bar, cewek dan yach.. See it yourself lah..</p>
<p>5.Yuk, makan Sate Padang.. si Yuda langsung pesan sate padang ke penjual Sate MADURA. Jelas-jelas sate madura. Kedua, emangnya di padang ada sate padang? Hehe.. Di Padang itu nggak dikenal sate padang ama rumah makan padang loh.</p>
<p>6.Anu.. Saya dari Perguruan harimau.. Yuda mengajari anak kecil (Adit, tokoh utama juga) mengenai cakar harimau. Tapi di pertarungan belakangan, kurang sekali penggunaan itu. Yang gw bilang lebih banyak Thai Boxing ama Kungfu asal lempar barang ala Jackie Chan. Harusnya sih dijelasin juga perguruan ini apa dan bagaimana.. biar lebih kerasa unsur “merantau” dan “pencak silat” tradisionalnya.</p>
<p>7.Saatnya.. Menolong!<br />
Yach.. Sudah puluhan film kali.. yang menceritakan bahwa ketemu Pencopet Kecil, ditangkap ternyata punya kakak cewek yg cakep, or ibu yang sakit bla bla.. dan di merantau, plot yang sama terjadi. Standard.</p>
<p>8.Wuih Jalan-jalan ke Vegas bow..<br />
Walau settingnya kota metropolitan, tetep aja Lampu neonbox siluet Cewek bahenol muncul di jalanan (luar) itu tidak ada di jakarta. Warna warni klub malam bow.. kalau di dalam sih banyak ya, di Mangga Besar juga banyak hihi tapi di pinggir jalan ngasih tau eh ini Bar loh, silakan para pulisi dateng cek.. gw buka siang malem. Over deh vegasnya or macau or apa lah city of gambling lainnya. Gw ga liat jakarta deh di film itu kecuali pas adegan di lampu merah, naik jembatan penyeberangan or pas di Rumah Susun.</p>
<p>9.Cuih cuih.. Anj***, Ta***<br />
Astri, kebanyakan ngomong gitu ah loe. Oke emang lebih baik diseret sambil sumpah serapah ya daripada kabur pas beberapa kali tu orang2 nggak megangin badan lu. Lu mau ya? </p>
<p>10.Oy, Ni ada Nih DUA orang dibawah!<br />
Siapa Elo?? Ada ibu2 di Lantai dua neriakin agar penjahat ngeliat Adit dan Astri dibawah lagi sembunyi. Lantang banget, ga ada ragu! Kecuali dijelaskan di ya.. mungkin awal2 film kalau Astri dan Adit (kakak adek) itu dimusuhin ama yang teriak, biasanya sih orang cuek lah. Lagipula, kok ngasih tau ke Dua orang penjahat dengan tampang seram dan badan kekar (walau ga tau kalo itu penjahat) bahwa si Astri dan Adit lagi sembunyi dibawah. Satunya cewek, Satunya anak kecil. Pasti naluri<br />
orang akan melihat merekalah korban. Atau, yang gw bilang tadi. Cuek aja babeh.. biarin urusan orang. Ntu Faktanya.</p>
<p>11.Hello Brother.. Kok kita logatnya beda yach..<br />
Kakak Adik bule, kok yang adik logat inggrisnya rada kaku dibanding abangnya. Hm.. ada dua kemungkinan. Pertama aktingnya emang jelek, atau kedua, emang dua orang itu bukan orang inggris atau amrik. Gw ga tau, tapi dari namanya seeh perancis perancis gitu deh.. but, klo gw jadi sutradara, ya cari yang bahasanya sama deh. Kecuali dikasih flashback or apa klo mereka beda ortu or pernah pisah jauh dst.</p>
<p>12.Hmm Enak banget kecapnya!<br />
Darah dimana-mana.. Saos ABC dimana-mana. Kadang2 kayak keceprot Buah Manggis. Warnanya Ungu. No comment deh, bagian ini siapa yg bertanggungjawab ya? Katro banget.</p>
<p>13.Mukaku! Awas ya..<br />
Yup. Hebat banget si bule yang Abang. Mukanya udah ketancep beling dan gelas ampe ancur tapi no expression. Wuih syerem tuh pastinya.</p>
<p>14.Butuh Lima Gadis. Harus itu..<br />
Ya, langsung aja pakein baju en suruh nari striptease di tiang, Abis tu cicip dikit ah. Oya nyang peran utama aja (Astri) biar seru. Gw liat agak2 dramatisasi disini. Human trafikking? Ambil cewek2 kumpulin, periksa (kayak di film udah bener tuh) trus masukkin ke box container. Beres. Yach mirip-mirip film transporter lah. Langsung aja.</p>
<p>15.Tolong.. Kalung ini kasih ke Emak ku.<br />
Oke, gak masalah. Tapi kapan ya loe kasih tau alamat loe? Ada di tas yach? Kan kita baru ketemu beberapa hari. Masa sih ada orang yang nulis alamat sendiri di dalam sebuah buku ditas (itupun kalau ada di dalam tas).</p>
<p>16.Haiyaa.. gw serem<br />
Serem apa IDIOT sih. Ketauan banget pas di sebuah ajang pertarungan bayaran (emang ada ya di Indonesia?) itu orang modal tampang doang. Badan kurus, ga proporsional pala gede. Pantes aja bisa dilumpuhin dengan gampang oleh Uda nya si Yuda (yg belakangan jadi musuhnya. Klasik..)</p>
<p>17.Gw bayar, kalau Menang gw dapat duit gw lagi. Kalau kalah ya abis.. duit abis badan babak belur.<br />
Emang ada ya yang gitu? Bukan winner takes all hihi.. </p>
<p>18.Di Ongbak—dan dibanyak film lain itu ada bet taruhan dan perkelahian jalanan yang disorak-soraki banyak orang yng bertaruh juga. Mo niru nih tapi biar indonesia banget, ga ada orang2 yang bet yach. Sekalian aja ngga usah deh. La wong yg kayak gitu nggak ada tradisinya di kita. Ketauan deh yang bikin film bukan orang indonesia.</p>
<p>19.Efektif dan Efisien.<br />
Kuda-kuda firm, pukulan straight, ya di awal2 kalau loe nonton ongbak ya ongbak banget ni film. Mana bajunya pun sama hehe.. </p>
<p>20.Pukulan sekaligus tendangan lutut. Wuih bagi yang nonton ongbak, atau minimal waktu kecil pernah mainini game Street Fighter dan maeinin karakter SAGAT pasti hafal. Dan itu ada loh di merantau. Pas banget.</p>
<p>21.Di Lift, ada juga yang si Yuda  naik ke punggung musuhnya. Kalau di ongbak sih, karena basic nya Thai Boxing, pasti deh tu kepala di sikut abis. Tapi biar jadi silat, ya ngga usah disikut, dipukul ajah..</p>
<p>22.Adegan Silat.. Hmm.. silat itu kan lebih indah, kepalan terbuka, ada unsur gerak seperti tarinya. Harusnya beda banget dengan Thai boxing. Tapi ini dari beberapa adegan berantem, yang Silat sepertinya pas di terakhir aja. Di Bar, di Gang di atas jembatan itu masih kerasa banget kayak nontong Ongbak. Mana bajunya ampir sama hehe.. Mungkin sutradara sangat sangat terinspirasi ong bak. Ya wajar saja, sebab sebagian besar aktor di belakang film ini bukan orang indonesia kok. Bisa saja dia menyamakan beladiri Asia dimirip-miripkan. Itu tuntutan bisnis lah biar laku kayak ongbak deh.. </p>
<p>23.Wah ada yang buka kontainer nih.. kesempatan kaburr<br />
Tu cewek2 masak cuma pergi aja tanpa ba bi bu. Ini kan di Indonesia, harusnya belajar sosial budaya dan psikologis kalau biasanya kayak gini nih, kita akan minimal say thanks. </p>
<p>24.Tolongg&#8230;<br />
Lirih banget si Astri kok bisa kedengaran dari luar ama si Yuda ya. Kurang kenceng tuh!</p>
<p>25.Tokoh utama mati. Polisi nggak datang. Abis perkara. Ini di pelabuhan dimana ya.. Gapapa kali ya biasanya sih kan kalau udah gaduh gitu ada pulisi dateng nguing nguing nguing eh ini nggak ada. Ya sekali-kali deh kayak gini kali ya.</p>
<p>26.Aktingnya yang bagus cuma Christine Hakim. Yang lain kayak sinetron aja kurang ekspresif. Ya paling pas nangis2 waktu Yudah dead itu cukuplah kalau untuk nangisnya.</p>
<p>27.Ongbak? Ya definitely. Dari persentase adegan berantemnya, plot ceritanya, pakaiannya dan makeup, tampang pemainnya, Bahkan rambut ceweknya pun pendek kayak Ong bak, adegan-adegan di bar dan di klub, adegan di pertarungan jalanan. Kesimpulannya  60% adalah Ong Bak, 10% gw bilang ala Jackie Chan Kungfu Movies, baru 20% sisanya adalah imajinasi dan kreasi pembuat film, <strong>10% baru indonesia. Yaitu Tempat kejadian dan Judul Film</strong>. </p>
<p>Yang Bagusnya ada juga sih :<br />
1.Berantem di Lift. Walaupun dengan darah yang katro gitu, tapi ini cukup orisinil. Apalagi dengan mencet tombol stop (musuh) dan mencet tombol lantai (yuda). Akhirnya juga ditembak dan si Yuda diselamatkan dengan didorong ke dinding. Hmm gw sangat apreciate dengan ide ini.</p>
<p>2.Broomm// dikejar motor!<br />
Ini juga bagus. Mengapa, sebab biasanya penonton tebak akan ada adegan loncat tendang mengakhiri pengejaran atau yang dikejar akan cari motor juga. Tapi ini baru mau loncat eh sudah kena tusuk. Caranya gimana? Dengan terengah2 hampir tidak sampai, bisa juga nyomot handuk dari orang diujung gang dan langsung diregangkan biar si pengendara motor jatuh. Cukup orisinal!</p>
<p>3.Dua orang bule adek kakak itu bagus, membuat penonton menantikan tag team mereka melawan tokoh utama (Yuda). Tapi karena ada drama sedikit, kalau si Adek itu nurut banget sama Abangnya yang emosional, harusnya si Adek itu lebih jago ya.. Biasanya kan gitu, yg lebih jago tapi disiplin dan kepatuhannya luar biasa. Adegan berantemnya sendiri cukup oke dan bagus. Mengeroyok secara tag team dan terakhir pun matinya si Adek cukup bagus scenenya. Di panggil2 ga nyaut baru ketauan ketusuk.</p>
<p>4.Alex Abbad cukup oke mainin peran. Termasuk gaya bahasa inggris yang lokal banget padahal setau gw dia jago banget bahasa inggris.</p>
<p>5.Satu pukulan bro!<br />
Gw udah tebak, Uda nya Yuda pasti ngelumpuhin 1 straight. Ke si songong yang sok menang banyak di pertarungan. Cuma boleh juga sih pukulan2 di beberapa titik langsung bikin dia ambruk tanpa balas. </p>
<p>Ohya, sebelum ada yang marah-marah, ini ada Disclaimer deh. Ini opini pribadi gw yang kebetulan udah nonton ongbak. Gw netral, tidak menyanjung2 dikarenakan “film tradisi indonesia”, “film terobosan” dibelantara film2 setan selangkangan yg marak beredar. Itu ada betulnya, tapi liat dulu ini film apa dibuat siapa dan seterusnya. Pendekatan heroisme kurang begitu penting kalau menurut gw. Aspek kesempurnaan sebuah film dikarenakan dia adalah sebuah masterpiece dari pembuatnya, itu yang penting. Masalah genre itu adalah itung2an timing dan itung2an pemasaran yang tepat saja. Bisnis.</p>
<p>Gw juga bukan orang beladiri silat ataupun Thai boxing. Cuma penikmat Film action saja. Kecewa, ada lah tapi nggak dalem banget. Bangga, ya nggak juga. La wong kalau Anda jeli, yang bikin film nama-namanya ga familiar di kuping gw. Yup, bukan orang indonesia brur..</p>
<p>IMO (In My Opinion) Gw pikir riset si pembuat film ini kurang lama dan kurang mendalam kali ya. Cenderung menggeneralisir. Beladiri ASIA TENGGARA disama-samain.  Jadi unsur asumsi bahwa Pencak Silat, Thai Boxing, bahkan beladiri di India ataupun Philipina (Kali, Escrima) dianggap serupa. Ya, itu sih Kalau ngga mau dibilang plagiat OngBak. Karena musti diakuin, gw berani bertaruh, kalau gw berhasil mewawancarai dan heart to heart sama produser n sutradara, pasti deh dia bilang udah nonton Ong Bak sebelumnya. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   Terinspirasi? Bisa jadi. Inspirasinya sangat kental? Sangat bisa juga terjadi.</p>
<p>Anyway worth atau nggak nya loe nonton film ini, terserah loe aja. Saran gw, biar ga terlalu kecewa, mending bagi yang nonton MERANTAU jangan nonton ONGBAK, dan yang nonton ONG BAK jangan nonton MERANTAU hihi&#8230;</p>
<p>CMIIW (Correct Me If I am Wrong)..</p>
<p>Tambahan Informasi, ini dari sebuah milis.. Semoga berguna : </p>
<p>Title: Re: Merantau<br />
Post by: vyp3R on August 10, 2009, 11:48:57 PM </p>
<p>Just for info, ada bbrp Atlit Silat Indonesia yang mengaku kecewa dengan film ini.<br />
Di poster &amp; banner disebutkan, bahwa ini &#8220;Film Silat Pertama di Indonesia&#8221;<br />
Tetapi, menurut para atlit tersebut, film ini lebih menonjolkan freestyle fighting.<br />
Mereka enggak merasa unsur silatnya kental.</p>
<p>Diambil contoh, Jackie Chan aja, biarpun brantemnya lucu, tapi tetep ada unsur kung-funya. Begitupula dengan Jet-Li. Biarpun massive battle, tetep aja ada kung-funya.</p>
<p>Cuma sekedar infoo lhooo.hehehe.</p>
<p>Title: Re: Merantau<br />
Post by: *Ikari Yamato* on August 20, 2009, 01:45:13 AM </p>
<p>yg udh nonton ni film gmn ratingnya?? wa mo nonton ragu2 neh coz tu film kan bner2 niru filmnya Tony Jaa yg Ong Bak. bkn cm gaya ngambil gambarnya, tokohnya pun dicari yg mirip &amp; bbrp critanya ad yg ampir sama (sepintas liat trailer)</p>
<p>Title: Re: Merantau<br />
Post by: Squall Leonhart on August 11, 2009, 04:41:24 PM </p>
<p>kalo dr info yg gua dapet<br />
ini sutradaranya bukan = sutradara ong bak<br />
tapi justru dari awal sutradaranya ini pengen film ini ngalahin film ong bak</p>
<p>dan bener kata vyp3R<br />
udah banyak komen dr orang² yg ngerti Pencak Silat, dan semuanya kecewa<br />
film ini cuma ngambil sedikit banget unsur Pencak Silat itu sendiri<br />
sisanya 90% film ini lebih mengarah ke freestyle fighting<br />
padahal yg semestinya ditonjolkan kan gerakan² khas dr Pencak Silat itu sendiri</p>
<p>bahkan se-freestyle²na Jet Li ato Jackie Chan dll,<br />
mereka kan tetep keliatan kalo mereka itu pake Kung Fu</p>
<p>seharusna lebih kental dan real lagi unsur Pencak Silatnya<br />
biar sekaligus mempromosikan seni beladiri asli Indonesia</p>
<p> :) <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ini juga reviewer di internet, <a href="//astayoga.wordpress.com/2009/06/01/merantau/”">Hasto Suprayogo</a>mengatakan kalau:<br />
“Aksi dalam Merantau lebih mirip film Hongkong dibandingkan film-film laga Indonesia yang ada selama ini. Meski berbasis Pencak Silat, namun penonton akan sulit membedakan aksi Yuda dalam menghajar lawan-lawannya dengan gaya jagoan kung-fu atau karate. Bahkan, bagi Anda yang pernah menyaksikan film Ong Bak asal Thailand, Anda akan temukan banyak kemiripan gaya di sana.<br />
Adegan pertarungan di jembatan busway, pengejaran di area konstruksi, juga kejar-kejaran di atap gedung serta pertarungan di atas container adalah beberapa contoh adegan yang mirip dengan adegan dalam film Ong Bak. Tak jelas apakah memang hal ini disengaja atau kebetulan semata.<br />
Juga adegan saat Yuda musti menghindari tendangan beruntun dari lawan-lawannya dengan posisi terbalik dengan tangan bertumpuan pada sofa, amat mirip dengan gaya bertarung dalam film-film Jackie Chan.”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/unggulo.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/unggulo.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/unggulo.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/unggulo.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/unggulo.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/unggulo.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/unggulo.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/unggulo.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/unggulo.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/unggulo.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/unggulo.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/unggulo.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/unggulo.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/unggulo.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unggulo.wordpress.com&amp;blog=608153&amp;post=82&amp;subd=unggulo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unggulo.wordpress.com/2009/08/24/film-merantau-vs-ong-bak-antara-kurang-riset-terinspirasi-atau-plagiat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e2ce7db46f7370322cbe92c62f4be95?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Pompey</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Strategi Kepala dan Ekor di Pentas Pemkot Bogor</title>
		<link>http://unggulo.wordpress.com/2009/07/28/strategi-kepala-dan-ekor-di-pentas-pemkot-bogor/</link>
		<comments>http://unggulo.wordpress.com/2009/07/28/strategi-kepala-dan-ekor-di-pentas-pemkot-bogor/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 11:22:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unggulcenter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnal Intelektual]]></category>
		<category><![CDATA[The Techno-power]]></category>
		<category><![CDATA[seminar]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[bogor]]></category>
		<category><![CDATA[strategi]]></category>
		<category><![CDATA[depkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[diskominfo]]></category>
		<category><![CDATA[telkom]]></category>
		<category><![CDATA[blackberry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unggulo.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Bapak-bapak dan Ibu-ibu berseragam coklat memenuhi hingga dua pertiga ruangan yang berukuran kira-kira dua kali lapangan tenis. Mereka mengobrol, riuh rendah dengan logat sunda yang kental. Kadang tertawa, kadang mengomentari “Blackberry” yang dijual seharga kurang lebih dua ratus ribu, handphone cdma bundling milik Telkom Flexi, sponsor acara yang didisplay di sebuah booth diluar ruangan. Begitulah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unggulo.wordpress.com&amp;blog=608153&amp;post=75&amp;subd=unggulo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Bapak-bapak dan Ibu-ibu berseragam coklat memenuhi hingga dua pertiga ruangan yang berukuran kira-kira dua kali lapangan tenis. Mereka mengobrol, riuh rendah dengan logat sunda yang kental. Kadang tertawa, kadang mengomentari “Blackberry” yang dijual seharga kurang lebih dua ratus ribu, handphone cdma bundling milik Telkom Flexi, sponsor acara yang didisplay di sebuah booth diluar ruangan. </em></p>
<p>Begitulah apabila Ruang Rapat I Sekda Balaikota Kota Bogor, ketika menjadi tempat penyelenggaraan Seminar Pemanfaatan  Perangkat Lunak Legal bertajuk “Strategi Migrasi Linux”  yang mengundang para pimpinan kelurahan, kecamatan, serta instansi terkait. </p>
<p>	Selain itu, dalam seminar yang diselenggarakan Pemerintah Kota Bogor bekerjasama dengan Departemen Komunikasi danInformatika (Depkominfo) RI pada hari Selasa, 30 Juni 2009 ini juga dihadiri beberapa orang dengan pakaian rapi ala kantoran, lengkap dengan celana bahan dan sepatu mengkilap. </p>
<p>	Tak perlu banyak menduga, merekalah para pelaku bisnis dan perhotelan, juga sebagian diantaranya utusan dari sekolah-sekolah di Kota Bogor.  Tampak juga undangan yang lain adalah dari komunitas pengguna Linux Bogor yang antusias duduk dideretan paling depan bangku seminar. Tak berapa lama, acara dimulai. </p>
<p>	Ruangan  yang sudah ditata sedemikian rupa menjadi tempat seminar ini riuh rendah dengan “obrolan siang” dengan ceritera obrolan mulai Pilpres, capeknya bekerja hingga gosip kinerja kelurahan sebelah berangsur hening ketika Pemerintah Kota Bogor selaku panitia seminar, melalu Dinas Hubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Bogor menyampaikan susunan acara. </p>
<p>	Acara dimulai tepat Pukul dua siang dan direncanakan berakhir pas adzan ashar tiba. Bagaimanakah para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang biasanya digeneralisasi sebagai kalangan “gaptek” alias gagap teknologi ini bisa memahami, dan kemudian menerima solusi final penggunaan perangkat lunak legal dengan bermigrasi ke Linux?</p>
<p>	Membayangkan bagaimana strategi yang baik untuk bermigrasi ke Linux kepada para PNS dan pelaku ekonomi di Kota Bogor ini sepertinya gampang-gampang susah. Gampang, karena sistem dan kultur birokrasi anutan pelaku pemerintahan baik sipil maupun militer di negeri ini amat feodal. &#8216;Pabila sudah ada inisiatif untuk melegalkan semua sistem operasi komputer maka bawahan manut aja. Yang susah adalah meyakinkan. </p>
<p>	Ada teman yang mempunyai jasa konsultan TI membeberkan susah gampang migrasi ke Linux/FOSS (Free &amp; Open Source –bebas dan berkode sumber terbuka) dengan melakukan kiat yang tepat dalam membantu resistensi dari user (pengguna). Menurut sang teman, timnya dengan gampang bisa meyakinkan orang TI di perusahaan tersebut, namun yang susah adalah meyakinkan level manajerial dan level pengguna atau operator sekaligus. </p>
<p>	Ibaratnya menangkap ular, yang dilakukan adalah mencekal badan ular yang demikian panjang padahal kepala dan bagian ekor bisa bergerak kemana-mana. Kalau beracun, kepala bisa menggigit dengan bisa-nya, beberapa buntut ular pun bisa menyambit dengan racun-nya. Alih-alih yang ingin memegang malah mati ditempat. It will be a nightmare ever. </p>
<p>	Lalu strategi macam apa sih? Inilah yang seharusnya dijawab pada seminar ini. Akan tetapi, bahkan sebelum acara dimulai, kita bisa menebak, strategi apa yang sudah dilaksanakan. Yup. Dengan (telah) diperkenankannya acara seminar ini, tentu sekaligus menegaskan bahwa “kepala” sudah dipegang. Sehingga dapat disimpulkan, seminar setengah hari yang yang diikuti sekitar seratusan peserta ini membidik “ekor”.</p>
<p>	Dengan ingin bermigrasinya Pemerintah Kota Bogor, bisa jadi, sebagai ajang sosialisasi, seminar strategi migrasi ini diharapkan dapat merangsang para lurah, camat, pengusaha perhotelan, sekolah dan stakeholder lain untuk aware dan segera mempelajari Linux sebab inilah sistem operasi yang akan dipakai diseluruh instansi dibawah Pemerintah Kota Bogor. </p>
<p>	Bau bisnisnya pun tak kalah menggiurkan. Bayangkan apabila satu saja instansi mendeklarasikan migrasi total dan go Open Source, proyek tidak hanya mencakup banyaknya PC desktop dan server yang akan dimigrasikan, tapi juga update keterampilan para pengguna. Istilahnya, biar susah, sekalinya dapat, rejeki melimpah. </p>
<p>	Ini perbedaannya dengan proyek sejenis di instansi/perusahaan swasta. Lebih mudah, tapi terkadang nilainya bisa diperdebatkan. Bisa besar bisa kecil, tergantung “nasib”. Bisa dibayangkan satu departemen saja bisa sepuluh kali lipat dari proyek migrasi di perusahan swasta menengah. Belum lagi apabila melihat sisi “politis” dan “tanggungjawab” terhadap kemandirian bangsa terkait penguasaan teknologi informasi dan komunikasi. Bisa jadi, misi –sekaligus beban&#8211; sosial itu tetap melekat apabila berhadapan dengan institusi bernama “pemerintah”. Sangat menjanjikan. </p>
<p>	Beberapa sambutan, baik dari Walikota Bogor hingga Direktur Aplikasi Perangkat Lunak Depkominfo –yang walaupun semuanya diwakilkan&#8211; jika diperhatikan isinya sudah dengan lugas dan jelas mendukung Open Source.  Walikota Bogor, H. Diani Budiarto yang dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dishubkominfo Kota Bogor, H. Ahmad Syarief dan Direktur Aplikasi Perangkat Lunak, Lola Amalia Abdullah yang diwakilkan oleh Riki Arif Gunawan.</p>
<p>	Sayang, presentasi Riki yang memaparkan berjudul “Free &amp; Open Source Software : Pilihan Utama Software Legal” hanya sekilas menginformasikan mengenai Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (SE MenPAN), yang notabene berwewenang dan berkompeten masalah SDM berjulukan &#8216;PNS”. Mungkin ada baiknya sekalian diberikan contohnya pada materi yang difotokopi panitia, atau sekedar ditampilkan di layar presentasi mengenai Surat Edaran tersebut. </p>
<p>	Sebab, walau Surat Edaran disebarkan kemana-mana mulai dari para menteri, Kapolri, Jaksa Agung, Gubernur Bank Indonesia, Panglima TNI, hingga ke para kepala instansi pemerintahan termasuk walikota, dapat dipahami mungkin sosialisasi (baca: surat) itu tidak sampai ke para lurah dan camat ini. Ini cocok sekali untuk meyakinkan bagaimana dukungan dan komitmen institusi pemerintah terhadap gerakan Indonesia, Go Open Source (IGOS) yang dideklarasikan pada tahun 2004 yang lalu. Apalagi ada kata “diwajibkan” pada surat edaran tersebut. Menilik psikologis para PNS, baik institusi sipil maupun militer, acuan diwajibkan ini bisa menjadi perintah langsung (direct order) untuk eksekusi. </p>
<p>	Bagaimana dengan pelaku bisnis dan lembaga diluar pemerintahan? Tentu UU HKI No. 19/2002, Surat Edaran Kepolisian mengenai jerat hukum pembajakan, Kampanye Be Legal dan hukuman yang tanpa pandang bulu bisa menjadi shock therapy. </p>
<p>	Beberapa berita teranyar, baik melalui media cetak seperti koran dan media online seperti di detik.com mengenai kampanye sweeping produk aplikasi bajakan di laptop serta beberapa perusahaan besar yang kena ciduk dan berurusan dengan hukum akibat pembajakan, misalnya berita (adanya isu) sweeping di bandara,  dan perusahaan sekelas Autodesk bersama aparat menutup dan memperkarakan sejumlah perusahaan yang menggunakan peranti bajakan produk desain teknik mereka. Ini adalah shock therapy yang berdampak positif bagi kampanye Be Legal. Ya, bukan hal yang aneh, apabila ketakutan (fearness) ini terkadang bisa –dan perlu&#8211; dieksploitasi, selain tentunya dengan tambahan beberapa keunggulan Linux &amp; FOSS dibanding peranti proprietary dan berkode tertutup lainnya. </p>
<p>	Ada dua alternatif masalah Be Legal ini, yaitu membeli peranti lunak atau sistem operasi yang sama dengan harga yang menguras kantong, atau migrasi (beralih) ke Open Source, dalam hal ini paling populer dan paling mudah adalah Linux. Tentu pemikiran logis dan masuk akal adalah migrasi segera ke Open Source atas berbagai pertimbangan keunggulan yang bisa dua kali lipat lebih banyak daripada beli peranti lunak yang “Asli”.  Pemerinta Kota Bogor, dalam hal ini, telah memilih solusi kedua, dan strategi berikutnya adalah sosialisasi, dalam bahasa  artikel liputan ini,  “memegang ekor”.</p>
<p>	Dalam membahas strategi migrasi ini dihadirkan tiga  narasumber. Dua dari pemerintahan yang memiliki interkoneksi dengan proses migrasi Pemerintah Kota Bogor yaitu perwakilan Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), perwakilan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan –perlu diakui bahwa tokoh sentral, “Petinju” tunggal dalam seminar ini adalah Pak Michael “Opa Michael” Sunggiardi, seorang warga bogor (perlu digarisbawahi) yang sudah puluhan tahun bergelut di bisnis TI dengan prototipe toko komputer pertama di Kota Bogor, yaitu Batutulis komputer. Selain beliau aktif sebagai &#8216;jurkam” Linux nasional yang telah berkeliling sabang sampai merauke lewat kapasitasnya sebagai konsultan Jardiknas, pebisnis, sekaligus evangelist.  </p>
<p>	Setelah pemaparan secara teoritis dengan usaha membuka wacana dan cakrawala pengetahuan para peserta seminar mengenai apa itu FOSS, mengapa memilihnya dan aspek-aspek lain terkait, Opa Michael  tanpa banyak bicara langsung saja mendemokan  laptopnya yang sudah diisi dengan sistem operasi Windows legal dan mau dicoba dengan memakai USB Flashdisk untuk menjadi “Live USB” Sistem operasi Linux yang langsung siap pakai. Setelah reboot dan menjalankan Linux Ubuntu yang sudah dikemas sedemikian rupa di USB yang “berukuran mini kapasitas maksi”, para peserta mulai tercengang melihat kehebatan Linux yang “cuma” berukuran USB Flashdisk 2 GB. Untuk server, Opa Michael menamakan distro (distribusi Linux) hasil oprekannya sebagai “yUeSBe”. Plesetan dari USB dengan format penulisan ala “bahasa indonesia yang tidak disempurnakan”. </p>
<p>	Menurut kontributor tetap majalah InfoLinux tersebut, Inilah yang disebut dengan “strategi terbaik” sesuai judul seminar. Diharapkan, dengan memakai sebuah usb flashdisk, maka kendala dan alasan-alasan yang membuat para PNS dan masyarakat umum menolak me-linux-kan diri tidak dapat menjdi alasan. Sebab, dimanapun berada, tinggal colok dan restart komputer, maka Linux pun mucul dihadapan. Kurang lebih, strategi ini adalah  implementasi konkret dari ungkapan terkenal (famous quote) “ala bisa karena biasa” dan “tak kenal maka tak sayang”.</p>
<p>	Jika berbicara ekor, maka apabila “kepala” &#8211;anggap saja ular&#8211; ini, dipegang, biasanya ekor akan berhenti beraktivitas aktif. Siang itu, para Lurah dan Camat dalam sesi tanya jawab “hanya” meminta informasi mengenai konektivitas data, keamanan data dan kemampuan konversi data lama ke dalam aplikasi berbasis FOSS. Pertanyaan yang teknis dan sangat masuk akal diutarakan oleh para pegawai pemerintahan sebab terkait dengan pelayanan mereka kepada masyarakat. Dengan mudah beberapa pertanyaan ini dijawab pembicara dan sepertinya para penanya puas. </p>
<p>	Ya, kebanyakan memang pengguna (user) tidak perlu mengetahui secara teknis permasalahan administrasi sistem maupun troubleshooting. Asalkan bisa dipakai, dan sudah menjadi perintah baginya, tentu mudah dilaksanakan. Di lapangan, biasanya staf teknis yang mengerjakannya. Artinya dalam hal ini, walau demikian sulit, apabila sudah memegang “kepala”, dan “badan” (manajer dan staf bagian atau divisi TI), maka “ekor” yang “suka mengekor” ini cukup mudah dikendalikan. </p>
<p>	Cukup jenaka, sebuah joke yang dilontarkan dalam rangka ice breaking di awal pembacaan kata sambutan, oleh H. Ahmad Syarief, Kepala Dishubkominfo Kota Bogor yang mewakili Walikota Bogor kepada peserta, khususnya para PNS kelurahan dan kecamatan di Kota Bogor, bahwa “sebelum pakai Blackberry, bisa dulu internet, ngerti dulu apa itu internet. Pake dulu Linux buat internetan. Nah baru  di beli atuh blekberinya.. tapi belinya yang dua ratus ribu aja diluar” (seraya menunjukkan booth Telkom Flexi). Yang tentunya mengundang tawa para hadirin. </p>
<p>	Selain mulai meningkatnya kesejahteraan para PNS, “godaan” blackberry tentu membuat rasa ingin mengetahui teknologi mereka semakin besar. Dan ingin tidak “gaptek” pun terlihat jelas dari angguk-anggukan kepala pada saat berinteraksi dan tanya jawab dengan para narasumber.</p>
<p>	Pentas migrasi ini tampaknya bukan sebuah akhir, namun justru awal dari sebuah ide besar. Saat ajang ini berlangsung, bertemunya  Michael Sunggiardi plus Pemerintah Kota Bogor, Depkominfo dan BPPT mensinyalir agenda lebih besar. Dan memang, ketika dikonfirmasi, konsep Bogor Cyber City ternyata sudah mulai digulirkan kembali sejak pertama kali dicetuskan satu dekade lalu. </p>
<p>	Saatnya memang, Kota Bogor berbenah dan menata pelayanan masyarakat dengan maksimal dan optimal. Dengan efektif dan efisien. Selain Bogor Cyber City, tahun 2010, artinya tahun depan, Bogor juga akan menjadi tuan rumah Konferensi Linux Indonesia (Indonesia Linux Conference). Acara nasional ini, dengan demikian  sudah pasti mendapat sambutan hangat dari Pemkot Bogor. Apalagi, konferensi salah satu distro Linux terbesar di Indonesia, Konferensi BlankOn Linux, yang digelar beberapa waktu di Universitas Pakuan, Bogor juga mencatat kesuksesan. Sebuah tambahan track record yang paripurna apabila implementasi penggunaan aplikasi Open Source di seluruh instansi pemerintahan pada tahun 2010 nanti juga dianggap dilaksanakan dengan baik oleh Kota Bogor dan tentunya juga kita harapkan adalah Kabupaten Bogor yang segera menyusul “saudaranya”.</p>
<p>	Hari itu, diruang rapat yang disulap menjadi ruang seminar, berkumpul elemen-elemen Kota Bogor, didukung total oleh pemerintahnya sendiri, Bogor, segera menjadi “ular naga yang panjang bukan kepalang” yang diyakini sebagai simbol keberkahan, kekayaan, keberuntungan. Kepalanya sudah menjadi Linux, Badannya sudah Linux, ekornya pun sudah memegang Linux dalam satu alat kecil, bernama USB Flashdisk.</p>
<p>Deskripsi Tulisan :<br />
Sesuai dengan Tema Meningkatkan Kepedulian Masyarakat untuk Penggunaan Open Source, maka tulisan ini memaparkan tentang adanya kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bogor beberapa hari yang lalu sebagai bagian dari strategi meningkatkan kepedulian masyarakat, utamanya diseluruh kalangan pemerintahan di wilayah Kota Bogor dan stakeholders Kota Bogor.</p>
<p>Penulis mendeskripsikan dan menuliskan kegiatan ini sebagai sebuah langkah Pemerintah Kota Bogor beserta berbagai elemen masyarakat di Kota Bogor yang sudah seia-sekata dalam menggunakan peranti lunak Free &amp; Open Source dalam kegiatan pemerintahan dan pelayanan masyarakat.</p>
<p>Tentang Penulis :<br />
Alumnus Universitas Indonesia, Departemen Ilmu Administrasi, Program Studi Administrasi Negara dengan konsentrasi masalah Kebijakan Publik di bidang Pendidikan &amp; TIK, serta e-government dalam kaitannya dengan good governance. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/unggulo.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/unggulo.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/unggulo.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/unggulo.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/unggulo.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/unggulo.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/unggulo.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/unggulo.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/unggulo.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/unggulo.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/unggulo.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/unggulo.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/unggulo.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/unggulo.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unggulo.wordpress.com&amp;blog=608153&amp;post=75&amp;subd=unggulo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unggulo.wordpress.com/2009/07/28/strategi-kepala-dan-ekor-di-pentas-pemkot-bogor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e2ce7db46f7370322cbe92c62f4be95?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Pompey</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jurnalis Merusak Bahasa Indonesia?</title>
		<link>http://unggulo.wordpress.com/2009/07/28/jurnalis-merusak-bahasa-indonesia/</link>
		<comments>http://unggulo.wordpress.com/2009/07/28/jurnalis-merusak-bahasa-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 10:36:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unggulcenter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan Intelektual]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[penyiar]]></category>
		<category><![CDATA[surat kabar]]></category>
		<category><![CDATA[televisi]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unggulo.wordpress.com/2009/07/28/jurnalis-merusak-bahasa-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Aneh ya, bukannya jurnalis, entah reporter, wartawan koran maupun pembawa berita, yang seharusnya mewartakan bahasa indonesia yang &#8220;baik dan benar&#8221;, karena tentu ditonton, dibaca, dan dijadikan referensi banyak pemirsa dan pembaca. Tapi memang, kenyataannya saya seringkali melihat ada dua hal keteledoran, entah disengaja atau tidak. Pertama, masalah penggunaan bahasa yang salah dan berulang-ulang. Contoh, ditelevisi, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unggulo.wordpress.com&amp;blog=608153&amp;post=70&amp;subd=unggulo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aneh ya, bukannya jurnalis, entah reporter, wartawan koran maupun pembawa berita, yang seharusnya mewartakan bahasa indonesia yang &#8220;baik dan benar&#8221;, karena tentu ditonton, dibaca, dan dijadikan referensi banyak pemirsa dan pembaca.</p>
<p>Tapi memang, kenyataannya saya seringkali melihat ada dua hal keteledoran, entah disengaja atau tidak. Pertama, masalah penggunaan bahasa yang salah dan berulang-ulang. Contoh, ditelevisi, bukan sekali dua kali kata-kata PASCA disebut dengan PASKA. Padahal jelas sekali kalau Pasca itu adalah BUKAN bahasa inggris loh. Jadi buat apa Pasca itu dibaca jadi Paska hehe.. Ada juga Pasca itu bahasa inggrisnya Post. Saya seringkali didebat kalau pasca itu bahasa inggris padahal la wong di londo sono aja orang bule ga pernah sebut2 kata pasca (dengan spell-nya Paska). Lalu contoh lagi, Akutansi. Jelas sekali, pengalihbahasaan ini berasal dari Accounting. Baca, ada huruf N disana. Eh, kita, terutama pembawa berita, penulis, pembawa acara, MC acara formal, bahkan Mahasiswa Akuntansi sendiri menyebut Akutansi. Kalau Aku Tansi, lalu kamu Apa? hehe.. Sayang sekali, bahkan waktu menghadiri wisuda rekan sejawat di UI beberapa tahun lalu, jelas sekali Anouncer (MC) di acara wisuda yang formal dan dihadiri rekrtor dan guru besar, memanggil para wisudawan jurusan Akuntansi FE UI dengan Sebutan &#8221; Si A&#8230; dengan IPK .. dari AKUTANSI&#8230;&#8221; dan itu berulang2 loh.. sebanyak semua wisudawan dari jurusan tersebut. Duh.. padahal ada Fakultas Ilmu Budaya juga loh di UI..</p>
<p>Kedua, kalimat dan istilah2 baru. Dulu sekali, saya sudah aneh waktu diperkenalkan istilah Dagang Sapi oleh Eep di sebuah media elektronik (dulu Eep baru naik daun sebagai Pengamat Politik yg cerdas). Dan memang, itu ternyata istilah dari ilmu politik yg dibawa dari belahan barat yg memang sedang hangat. Dan diindonesiakan lah. Abis itu, di berbagai media, istilah dagang sapi sering muncul. Kemudian dari sejak SD saya mendengar istilah tanpa &#8220;pandang bulu&#8221; artinya tidak pilih kasih. Nah, pas lulus kuliah, sekarang istilah baru muncul, yaitu &#8220;tebang pilih&#8221;. SEMUA media memakai istilah ini dan hilanglah istilah pandang bulu hehe.. entah disengaja atau tidak, tapi ini munculnya dari media cetak maupun elektronik. Contoh ketiga adalah CARUT MARUT. Apa itu? coreng, corat coret ga karuan mungkin artinya ya.. Oke, carut marut menjadi istilah populer dan selalu dihubungkan dengan kondisi bangsa ini pasca reformasi. Nah, yang aneh lagi, beberapa bulan (tahun?) belakangan ini, ada lagi yang sebut KARUT MARUT. Halah.. apa karena carut itu bahasa inggris lalu di-indonesiakan? hehe.. ini sama dengan Pasca dan paska deh.. </p>
<p>Contoh terakhir, kalau kurang puas, adalah &#8216;di gadang-gadang&#8221;. Ya, saya sering membaca dan mendengar kata ini beberapa bulan terakhir. Entah di surat kabar, televisi oleh penyiar atau pengamat politik. Apa sih itu? Apa artinya disinyalir, didorong2, atau apa?? Misalnya, &#8220;JK-Win yang digadang-gadang bakal menjadi rival berat SBY ternyata Keok hingga terjun bebas dibawah 10%&#8221;. Dan yang terbaru, tapi maaf saya lupa, kemarin ada lagi penyiar menyebutkan istilah baru yang sepertinya menggantikan istilah carut marut, coreng moreng, kacau balau dst pada saat sedang gempitanya pemberitaan mengenai Bom Mega Kuningan baru-baru ini. Nanti saya akan pantengin trus tu tipi en koran buat cari kata ajaib yang baru ini hehe.. jurnalis oh jurnalis.. </p>
<p>Disclaimer :<br />
Ini hanya opini, berdasarkan penglihatan dan pendengaran beberapa waktu saja, belum menjadi sebuah kesimpulan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>unggul@unggulcenter.co.cc</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/unggulo.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/unggulo.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/unggulo.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/unggulo.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/unggulo.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/unggulo.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/unggulo.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/unggulo.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/unggulo.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/unggulo.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/unggulo.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/unggulo.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/unggulo.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/unggulo.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unggulo.wordpress.com&amp;blog=608153&amp;post=70&amp;subd=unggulo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unggulo.wordpress.com/2009/07/28/jurnalis-merusak-bahasa-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e2ce7db46f7370322cbe92c62f4be95?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Pompey</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>2009 Kembali ke Laptop!</title>
		<link>http://unggulo.wordpress.com/2009/01/19/2009-kembali-ke-laptop/</link>
		<comments>http://unggulo.wordpress.com/2009/01/19/2009-kembali-ke-laptop/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2009 15:25:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unggulcenter</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Techno-power]]></category>
		<category><![CDATA[2009]]></category>
		<category><![CDATA[asus]]></category>
		<category><![CDATA[axioo]]></category>
		<category><![CDATA[Bendot]]></category>
		<category><![CDATA[Hotspot]]></category>
		<category><![CDATA[ICT]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[Kembali ke Laptop]]></category>
		<category><![CDATA[Ki Daus]]></category>
		<category><![CDATA[laptop]]></category>
		<category><![CDATA[MSI]]></category>
		<category><![CDATA[notebook]]></category>
		<category><![CDATA[PTN]]></category>
		<category><![CDATA[PTS]]></category>
		<category><![CDATA[subnotebook]]></category>
		<category><![CDATA[TI]]></category>
		<category><![CDATA[TIK]]></category>
		<category><![CDATA[tukul]]></category>
		<category><![CDATA[Tukul Arwana]]></category>
		<category><![CDATA[ultra pc]]></category>
		<category><![CDATA[zyrex]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unggulo.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Kembali ke Laptop! Itu kata tukul arwana. Kalimat populer ini tidaklah usang apabila kita melihat tahun 2009. Sebab, bukan masalah laptopnya, tapi katro-nya orang Indonesia ini apakah semakin berkurang sejak Tukul dkk memperkenalkan laptop sebagai media komunikasi, sekaligus memantapkan peran laptop atau notebook ke dalam lifestyle masyarakat modern. Tukul dkk. Ya, dan kawan-kawan. Siapa kawan-kawan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unggulo.wordpress.com&amp;blog=608153&amp;post=66&amp;subd=unggulo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kembali ke Laptop! Itu kata tukul arwana. Kalimat populer ini tidaklah usang apabila kita melihat tahun 2009. Sebab, bukan masalah laptopnya, tapi katro-nya orang Indonesia ini apakah semakin berkurang sejak Tukul dkk memperkenalkan laptop sebagai media komunikasi, sekaligus memantapkan peran laptop atau notebook ke dalam lifestyle masyarakat modern. Tukul dkk. Ya, dan kawan-kawan. Siapa kawan-kawan tukul? Ya teman-teman Anda, pembaca, yang sudah menjinjing laptop kemana-mana, menikmati sajian Hotspot selain sajian menu istimewa di sebuah kafe, atau ngobrol bareng temen-temen di taman kampus sembari browsing mencari data untuk tugas kuliah di om Google.</p>
<p>Siapa lagi temannya Tukul? Adalah produsen laptop yang semakin hari semakin kompetitif, menelurkan produk laptop yang ramah kantong. Selain terjangkau, jenis lain dari laptop, biasanya subnotebook sudah mulai banyak pemainnya di pasaran. Laptop mungil dengan harga murah, berkisar 2 juta hingga 4.5 juta ini dapat dengan mudah Anda peroleh. Tak kurang Asus, Axioo, Zyrex, MSI mendominasi pasar subnotebook dengan produknya. Oh, ada lagi teman tukul, yaitu toko-toko yang memberikan fasilitas kredit Laptop. Sekarang Anda yang berkantong pas-pasan bahkan bisa mencicil laptop yg mahal sekalipun. </p>
<p>Fenomena kembali ke laptop disinyalir di tahun 2009 ini akan semakin semarak. Kita tunggu saja produsen barang elektronik ini melakukan berbagai inovasi produk dan meningkatkan pangsa pasar masing-masing. Saya tidak dapat memprediksi apakah acara “Empat Mata” yang sekarang menjadi “Bukan Empat Mata” akan berevolusi lagi atau bahkan tamat riwayatnya. Namun yang bisa diprediksi adalah, laptopnya tukul, bisa jadi, semakin canggih, semakin bermerk (tergantung sponsor acara) dan semakin mengecil mengikuti tren ukuran laptop yang kecil (kecuali Tukul matanya rabun dan sulit melihat huruf yang kecil-kecil). Jadi, kalau Anda tidak mau ndeso, katrok, dan bahkan lebih norak dan katrok dari tukul,  silakan berkenalan dengan laptop, berkenalan dengan dunia IT. Apabila ternyata asik, tidak ada salahnya, pembaca sekalian mendalami IT dengan belajar serius di berbagai lembaga training IT, kuliah di perguruan tinggi IT dst. Sama halnya dengan tidak ada kata katro dan telat bagi yang berminat di dunia lawak, dimana &#8216;Ki Daus dan pak bendot (Alm) telah membuktikan tua-tua keladi di dunia lawak. Dunia IT juga sama. Tidak ada kata terlambat. Semakin kita berdiam diri dan bergeming tanpa tersentuh teknologi, maka kita akan terasing. Dan akhirnya hanya ikut menertawakan tukul dengan laptopnya, tanpa sadar, kok kita sendiri belum coba menggunakan laptop. Yang katro itu siapa ya? Nah, 2009,  makin banyak perlombaan menarik minat konsumen dari produsen laptop. Manfaatkan teman-teman Anda, teman-teman Tukul tadi. Jadi,  2009 adalah wajar apabila kita teriakkan “Kembali ke Laptop!”</p>
<p>[ulo],</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/unggulo.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/unggulo.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/unggulo.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/unggulo.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/unggulo.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/unggulo.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/unggulo.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/unggulo.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/unggulo.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/unggulo.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/unggulo.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/unggulo.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/unggulo.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/unggulo.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unggulo.wordpress.com&amp;blog=608153&amp;post=66&amp;subd=unggulo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unggulo.wordpress.com/2009/01/19/2009-kembali-ke-laptop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e2ce7db46f7370322cbe92c62f4be95?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Pompey</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemasaran Politik ala PKS</title>
		<link>http://unggulo.wordpress.com/2008/12/17/pemasaran-politik-ala-pks/</link>
		<comments>http://unggulo.wordpress.com/2008/12/17/pemasaran-politik-ala-pks/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 05:26:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unggulcenter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnal Intelektual]]></category>
		<category><![CDATA[The Political-power]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Iklan]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Keadilan Sejahtera]]></category>
		<category><![CDATA[Pemasaran Politik]]></category>
		<category><![CDATA[pks]]></category>
		<category><![CDATA[Soeharto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unggulo.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan brilian dari Pengamat politik, Eep Saefuloh Fatah di sebuah media massa, menanggapi iklan kontroversial PKS. Jadi, ada dimanakah Anda? Silakan introspeksi dan menelaah sendiri.. Sebagai disclaimer, situs The Unggul Center menayangkan berita yang menurut kacamata kami termasuk berita intelektual. Kami menampilkan topik Pemasaran Politiknya, bukan PKS nya. PKS adalah contoh konkrit dan hangat dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unggulo.wordpress.com&amp;blog=608153&amp;post=62&amp;subd=unggulo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan brilian dari Pengamat politik, Eep Saefuloh Fatah di sebuah media massa, menanggapi iklan kontroversial PKS. Jadi, ada dimanakah Anda?  Silakan introspeksi dan menelaah sendiri..</p>
<p>Sebagai disclaimer, situs The Unggul Center menayangkan berita yang menurut kacamata kami termasuk berita intelektual. Kami menampilkan topik Pemasaran Politiknya, bukan PKS nya. PKS adalah contoh konkrit dan hangat dalam melakukan strategi demikian. Termasuk Komunikasi Politik melalui aktivitas PR dan Koreksi atas Berita Iklan tersebut. The Unggul Center adalah forum intelektual dan akademis, bukan praktis.</p>
<p>Soeharto Dalam Pemasaran Politik PKS</p>
<p>Oleh EEP SAEFULLOH FATAH</p>
<p>TEMPO Interaktif, Jakarta: Sungguh biasa secara artistik, tidak secara politik. Inilah iklan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang belakangan jadi menu utama di atas meja diskusi kita.</p>
<p>Secara artistik, iklan berdurasi 31 detik itu tak istimewa. Narasinya terlampau verbal: ”Mereka sudah lakukan apa yang mereka bisa, mereka sudah beri apa yang mereka punya, mereka guru bangsa kita, mereka pahlawan kita, mereka motivator kita, mereka ilham bagi masa depan kita. Terima kasih guru bangsa, terima kasih pahlawan, kami akan melanjutkan langkah bersama PKS untuk Indonesia sejahtera.”</p>
<p>Suara sang narator juga seperti tercekat di kerongkongan. Pecah. Tak bulat dan jauh dari bertenaga seperti teriakan khas Soekarno. Lebih mirip teriakan demonstran pada hari-hari antara 1997 dan 1998. Visualisasinya berupa gerak perpindahan slide standar, menampilkan sosok Soekarno, Soeharto, KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asy’ari, M. Natsir, Mohammad Hatta, Jenderal Sudirman, dan Bung Tomo.</p>
<p>Tapi iklan itu tak biasa secara politik. Ia mendulang kontroversi lumayan panjang, terutama lantaran sosok Soeharto. Sebagian kalangan menolak penahbisan sang Jenderal Besar sebagai pahlawan dan guru bangsa. Sebagian kalangan bahkan langsung menaruh PKS di keranjang partai antireformasi.</p>
<p>Iklan itu pun menjadi salah satu pertaruhan penting PKS dalam mengulang sukses Pemilu 2004. Sebegitu penting dan genting perkara ini bagi PKS? Produktif atau kontraproduktifkah iklan itu bagi upaya PKS meraih target 15 persen suara atau 20 juta pemilih dan menjadi tiga besar?</p>
<p>Mari kita telisik perkara ini dengan teropong ”pemasaran politik” (political marketing). Sukses sebuah iklan dinilai dari keberhasilannya memperluas dukungan bagi produk politik (partai, kandidat, kebijakan, dan presentasi ketiganya) yang ditawarkan.</p>
<p>Masalahnya, tak ada iklan yang bisa efektif menjangkau semua karakter calon pemilih. Fungsi sebuah iklan pun mirip-mirip penepuk lalat. Anda mesti berkonsentrasi pada satu atau beberapa lalat saja. Ketika sang lalat tertepuk, Anda mesti menerima konsekuensi serta merta: lalat-lalat lain akan terbang menjauh dari jangkauan. Untungnya, tepukan bisa diulang-ulang untuk memperbanyak jumlah korban.</p>
<p>Begitulah logika kerja sebuah iklan politik. Semakin tegas, benderang, spesifik, dan tajam sasaran yang dibidiknya, semakin besar potensi sukses sang iklan. Sebagaimana menepuk lalat, Anda lalu bisa membuat banyak iklan untuk beragam sasaran bidik.</p>
<p>Celakanya, pemilih bukanlah lalat. Setiap karakter pemilih membutuhkan langgam ”tepukan” berbeda. Beriklan banyak untuk sasaran bidik beragam boleh saja. Tapi hasilnya akan lain manakala langgam iklan-iklan itu tak berkesesuaian, apalagi jika berbalas pantun, saling menyerang. Maka, alih-alih memperluas daya jerat, sang iklan akan membikin kabur identitas partai dan para pemilih potensialnya.</p>
<p>PKS rupanya tak ingin makan buah simalakama itu. Mereka tak membuat banyak iklan dengan target bidik beragam. Mereka membuat satu porsi gado-gado: Satu iklan yang menggabungkan banyak ikon, untuk satu kali tepukan. Plaaak! Berapa banyakkah yang tertangkap dan yang terbang menjauh?</p>
<p>Asumsikanlah bahwa PKS merupakan partai rasional yang dikelola politikus akil balig. Maka, iklan ”Soeharto guru bangsa” bisa jadi dilandasi kesadaran PKS tentang pentingnya ketokohan dalam menentukan pilihan sekaligus tentang sempitnya ceruk pasar partai-partai berbasis massa Islam.</p>
<p>Berdasarkan pendataan Litbang Kompas (2008), dalam Pemilu 1999, ceruk pasar itu hanya didiami 37,54 persen dari total pemilih. Sekalipun jauh lebih besar ketimbang ceruk partai berbasis massa Kristen, kedaerahan, dan etnik (1,42 persen), ceruk itu lebih kecil daripada ceruk partai-partai berbasis massa majemuk (61,04 persen). Dalam Pemilu 2004, perbandingan ketiga ceruk pasar ini tak bergeser terlalu jauh, menjadi 38,33 persen berbanding 2,14 persen berbanding 59,53 persen.</p>
<p>Celakanya, sebagaimana dibuktikan Dwight King dan Anies Baswedan (2005), para pemilih Indonesia bukanlah pelintas batas. Jangankan menyeberang ke partai-partai majemuk, para pemilih partai Islam cenderung mengalihkan dukungannya ke partai berbasis massa Islam lainnya. Pemilih ceruk lain juga setali tiga uang.</p>
<p>Pertarungan pokok pun terjadi di dalam ceruk, bukan lintas ceruk. Fakta ini tegas terlihat di Jakarta. Di daerah pemilihan paling prestisius yang dimenangi PKS pada Pemilu 2004 ini, tujuh partai berbasis massa Islam meraih 1.891.641 suara (46,89 persen); hanya berselisih kecil dengan suara yang diperoleh 16 partai berbasis massa majemuk (1.911.666 suara atau 47,39 persen). Sedangkan sisanya, 5,72 persen atau 230.657 suara, diraih partai berbasis massa Kristen (PDS).</p>
<p>Ternyata, para pemilih Jakarta bukanlah para pelintas batas ceruk. Dari Pemilu 1999 ke 2004, PBB, PPP, dan PAN masing-masing kehilangan berturut-turut 0,7 persen, 9,7 persen, dan 9,1 persen suara. Hilangnya 19,5 persen suara itu beralih ke tiga partai berbasis massa Islam lainnya, yakni PKB (bertambah 0,1 persen), PBR (3 persen), dan terutama PKS (bertambah 18,4 persen).</p>
<p>Situasi di ceruk pasar majemuk juga serupa. Suara PDIP dan Partai Golkar yang hilang (berturut-turut 25 persen dan 2,1 persen) ternyata lari ke sang pendatang baru, Partai Demokrat (20,2 persen) dan partai-partai majemuk lainnya.</p>
<p>Menyadari fakta itu, PKS rupanya merasa perlu membuat upaya luar biasa yang tak lazim untuk menjangkau para pemilih secara lintas ceruk. Mereka berusaha menjangkau para pemilih partai Islam sekaligus partai nasionalis-plural. Alasannya, mustahil PKS bisa meraih 15 persen suara hanya dari dalam ceruk sempit partai-partai berbasis massa Islam.</p>
<p>Pada titik itulah iklan ”Soeharto guru bangsa” menemukan relevansinya. Iklan itu adalah alat penepuk PKS untuk menggaruk pemilih dari semua ceruk. Iklan ini pun senapas dengan upaya PKS membuka selubung dirinya, berusaha menjadi inklusif via beragam cara. Mereka mendatangi sejumlah puri (belum pura) terpenting di Bali, mengumumkan bahwa calon anggota legislatif PKS tak harus orang PKS dan tak harus orang Islam. PKS menerbitkan buku tebal berisi platform partai yang menegaskan pemihakan pada demokrasi dan kemajemukan, melanjutkan dan meluaskan jargon partai dari ”bersih dan peduli” menjadi ”bersih, peduli, dan profesional”, dan seterusnya.</p>
<p>Maka, di satu sisi, iklan ”Soeharto guru bangsa” adalah sebuah upaya rasional sebuah partai yang berusaha melakukan ekspansi pasar secara segera. Tetapi, di sisi lain, iklan itu menegaskan alpanya PKS pada sumber-sumber utama pendongkrak suara mereka dalam Pemilu 2004.</p>
<p>Dalam Pemilu 2004, selain dari kerja organik partai, sukses PKS berasal dari dua sumber pokok: moderasi yang terjadi di kalangan pemilih muslim (sebagaimana ditunjukkan oleh serial riset R. William Liddle dan Saiful Mujani) dan sukses PKS membuat positioning-diferensiasi-branding yang tepat berhadapan dengan partai-partai Islam lainnya.</p>
<p>Pemilu 1999 dan 2004 menunjukkan bahwa kalangan Islam puritan, radikal, fundamentalis—atau apa pun namanya—adalah kelompok kecil bersuara nyaring. Alih-alih fundamentalisasi, arus utama yang terjadi di kalangan pemilih muslim adalah moderasi, bergerak makin ke tengah. Kepada merekalah PKS datang menawarkan citra, identitas, dan integritas partai yang berbeda dari partai-partai Islam konvensional. PKS menawarkan platform yang atraktif ketika partai-partai Islam lain masih terus sibuk dengan syair-syair lapuk yang diulang-ulang.</p>
<p>PKS pun berhasil membengkakkan raihan suaranya karena berhasil menjadikan dirinya sebagai kalimatun sawa, titik temu, bagi para pemilih muslim-rasional-kalkulatif. PKS alpa bahwa mereka inilah yang potensial menjauh terbang akibat tepukan iklan ”Soeharto guru bangsa” itu.</p>
<p>Maka, jika tak ada upaya-upaya pemasaran politik baru yang layak, sangat boleh jadi, iklan itu membikin PKS mengeluarkan ongkos politik teramat mahal. Sekalipun, tentu saja, sebuah partai tak akan mati terbunuh oleh sebuah iklannya.</p>
<p>EEP SAEFULLOH FATAH, Anggota Komunitas ”Para Penagih Janji”<br />
Sumber:Tempo Interaktif Rabu, 10 Desember 2008 </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/unggulo.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/unggulo.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/unggulo.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/unggulo.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/unggulo.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/unggulo.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/unggulo.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/unggulo.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/unggulo.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/unggulo.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/unggulo.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/unggulo.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/unggulo.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/unggulo.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=unggulo.wordpress.com&amp;blog=608153&amp;post=62&amp;subd=unggulo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unggulo.wordpress.com/2008/12/17/pemasaran-politik-ala-pks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e2ce7db46f7370322cbe92c62f4be95?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Pompey</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
