Jika Saat Itu Tiba.. Free & Open Source! Freedom!

Posted on January 13, 2007. Filed under: Uncategorized |

Mengikis Keterbiasaan

Sebagai anak kostan di bilangan Margonda di dekat kampus UI Depok, saya menghemat biaya kost dengan membayar kamar kost untuk berdua. Sobat saya ini kebetulan Kami memang baru lulus, saya bekerja di Nurul Fikri Komputer, dan beliau kebetulan seorang staf administrasi di sebuah perusahaan produk telekomunikasi. Persamaan kami adalah : masuk di entry level perusahaan, tanpa pengalaman kerja dan di kantor menggunakan PC. Sedangkan perbedaannya, saya pakai Linux, dan dia –jangankan mau pakai Linux, namanya aja baru sekilas “terngiang” di telinga– kebetulan memakai sistem operasi proprietary yang lazim digunakan.

Ketika di install sistem operasi Linux di komputer kami di kamar kost (dual boot dengan sistem operasi lain yang sering kami pakai) dia cukup suprise dengan tampilan yang “berbeda”. Lebih suprise lagi melihat saya dengan entengnya memakai aplikasi perkantoran open source yang ternyata hampir sama dengan yang biasa dia pakai. Belum selesai rasa kagetnya, muncul rasa herannya ketika dijelaskan kalau ini adalah Free dan Open Source. Tentunya saya menjelaskan juga artinya. Lantas teman saya ini bertanya, “mengapa di perkantoran tidak pakai software seperti ini? Toh selain sama saja, lebih hemat biaya.” Paling tidak menurut dia, butuh waktu 10 menit untuk menyesuaikan diri. Sisanya, untuk pelaku aplikasi bisnis dan perkantoran, tidak perlu belajar detil. Kalau ada masalah hardware dan troubleshooting tinggal panggil bagian IT atau helpdesk.

Saya hanya bisa menjawab, kenapa susah, itu dikarenakan tidak biasa. Ala bisa karena biasa, itu kata pepatah. Saya juga karena “terpaksa” jadinya bisa sedikit-sedikit. Teman saya ini manggut-manggut dan selanjutnya semakin asyiklah dia berkreasi dengan “barang baru” ini.

Sampai saat ini, dikostan saya masih setia dengan dual boot, tapi untuk Linux selalu kami biasakan dengan cara menyetting di bootloadernya default memilih Linux sehingga kadang-kadang kalau sudah terlanjur masuk ke sistem Linux kami jadi malas untuk me-restart. Tips ini bisa kita gunakan bersama-sama. Menuntut keterpaksaan dalam hal yang positif tentu baik hasilnya. Belum lagi kalau kita “terpaksa” membeli software asli yang mahal daripada ditangkap atau didenda, atau “terpaksa” memakai Linux –karena desktopnya mirip dengan OS yang biasa dipakai sedangkan OS tersebut di stop penggunaannya di Indonesia. Siapa tahu? Tidak selamanya kita (baca: pemerintah) mau dicap Indonesia sebagai pembajak no. 1.. bisa jadi akan ada razia ke rumah-rumah.. nyari software atau OS bajakan.. Tidak selamanya juga Microsoft bisa menekan pemerintah dan mengancam “embargo MS Windows” kalau kita menolak beberapa permintaan AS hehe.. Kita musti bisa mandiri. Tidak tergantung pada siapapun. Kalau tiba-tiba MS Windows kudu beli.. belum tentu Anda dan saya mau beli dengan harga yang jutaan! Mikir dulu kan?? Kalau pilihannya beli, atau pake bajakan dan masuk penjara/bayar denda, sebenernya bisa dihindari dengan memakai yang Free dan Open Source (FOSS)!

Dan jika saat itu tiba, kita yang siap tidak akan kelabakan malah bersikap biasa-biasa saja. Saya juga tidak akan menjamin akan terjadi kecintaan terhadap FOSS seperti yang sedang kami lakukan saat ini. Silakan dipelajari semua OS, mumpung masih “boleh” dan “bisa”! Pelajari Linux sebelum menyesal..

Namun.. ada satu pertanyaan.. kapan saat itu tiba?? hehe..

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

5 Responses to “Jika Saat Itu Tiba.. Free & Open Source! Freedom!”

RSS Feed for The Unggul Center Comments RSS Feed

“Kalau pilihannya beli, atau pake bajakan dan masuk penjara/bayar denda, sebenernya bisa dihindari dengan memakai yang Free dan Open Source (FOSS)!”

Atau tetep nekat , pake bajakan tapi sembunyi-sembunyi … gimana lagi, Flash, Flex, & Photoshop nggak ada di Linux padahal cari nafkah dari situ. Mau beli lisensi nggak kuat, Photoshop = 3 bulan gaji … GIMP is crap, nggak bisa buat kerja freelance. Belum Flash & Flex nya.

Kalo nggak mbajak bisa nggak makan setaun …

Kan saat itu masih lama mas.. bisa jadi Anda sudah bisa beli Lisensi Photoshop, Flash “hanya” dengan separuh gaji atau di beliin sama orang lain.

Misalnya klient yang konsern terhadap bisnis Anda, calon mertua, atau perusahaan tempat Anda bekerja! Hehehe…
kalau mau freelance seumur hidup, atau sekedar hobi, saya doakan bisnisnya sukses, jadi bisa beli software2 itu secara legal.

Kalo saya akan beli aseli kalau duit saya ada hehe.. sama deh kayak situ prinsipnya saat ini. Tapi kalau totally buat cari nafkah, mending beli legal ya mas, soalnya nafkah itu kan buat kita makan.. dan bagusnya makan itu sesuatu yang “halal”.. Mudah-mudahan cepet banyak duit buat beli software legal mas.. amin…

ps : yeah, i know seperti apa GIMP saat ini hehehe.. coba maen blender-an deh.. siapa tau tertarik.

Ya nih prihatin denagn Deperindag yang masih Mikocok minded!
Tapi heran banget koq orang IT haree geene ada yang masih gak tahu Linux….

Ha. ha. ha.. paling atas ente kurang gaul tuh! baca deh Adobe.com mereka melepas versi opensource buat beberapa lini produknya!

“Full” nggak?
Gampang didapat nggak?
Yakin 100% sama dengan yang versi berbayarnya?

Opensource dengan lisensi apa? GPL nggak? Kalo bukan, bisa jadi suatu saat nggak Free dan Opensource lagi.

Salam.


Where's The Comment Form?

    About

    Just Another “Cerdik Cendikia” Center wannabe like The Habibie Center, Mega Center, Amien Rais Center, Nurcholis Madjid Institute, Akbar Tanjung Institute, Wahid Institute, Syafii Maarif Institute dan seterusnya..

    RSS

    Subscribe Via RSS

    • Subscribe with Bloglines
    • Add your feed to Newsburst from CNET News.com
    • Subscribe in Google Reader
    • Add to My Yahoo!
    • Subscribe in NewsGator Online
    • The latest comments to all posts in RSS

    Meta

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: