IPDN atau Hitler Youth?

Posted on April 24, 2007. Filed under: Uncategorized |

Ada dua pendapat mengenai nasib IPDN. Banyak pihak (mayoritas) meminta pembubaran. Lainnya hanya minta vakum 3 sampai 4 tahun agar kulturnya benar2 berhenti. Pendapat ketiga yang membiarkan IPDN tetap berjalan dengan beberapa perbaikan disana-sini, menurut hemat saya adalah pendapat orang-orang yang ‘tidak punya nurani’ kalau tidak memang benar-benar implementasi sebagai ‘bangsa pemaaf’.

Glen Fredly di lagunya yang melambungkan namanya beberapa tahun silam berkata : “cukup sudah.. kukatakan.. ” yah. Cukup sudah toleransi dan kesempatan yang diberikan. Fakta membuktikan 37 praja tewas dalam 10 tahun terakhir, artinya 2 orang pertahun. Tewas bukan sembarang tewas, tapi akibat penganiayaan diluar ambang batas kemanusiaan. Kasus-kasus lain terkait pelecehan seksual, seks bebas dan asusila. Ini terjadi di balik pagar tinggi asrama STPDN/IPDN atau apapun namanya.

Saya tidak akan memilih pendapat ketiga, karena saya memaafkan hanya dua kali. Kesempatan hanya datang di kali kedua. Ketika diputuskan merger dengan IIP, apa kata birokrat STPDN? akan lebih baik. “Oke dari Hongkong!”

Pendapat dibubarkan? Setuju, karena akan menghemat APBN 150 milyar yang diajukan lewat Depdagri. aha! jadi kalau dibubarkan, akan ada yang ‘rugi’ karena ‘rezeki’nya di potong.. yach kita tidak usah berspekulasi, tapi ini nyata. Lalu, kata Wapres, oh, dipasang aja kamera CCTV. Sekali lagi, “CCTV dari Hongkong?!” Emangnya mall. Ini bukan solusi coz CCTV bisa dimanipulasi, kayak di film2 hollywood hehe.. Lagipula, biaya 150 m bakal ditambahkan biaya CCTV? No way man! rakyat bayar tuh mahal tiap tahun, demi nyetak camat yang skill nya malah di bidang tinju, bukan di bidang pemerintahan.

Ide di vakumkan 3-4 tahun setelah itu baru dibuat baru lagi.. Bisa jadi. Tapi siapa yang bisa jamin kekerasan hilang? Rakyat udah tidak bodoh lagi pak. di AAL (Akademi Angkatan Laut) Surabaya, pola kekerasan sudah lama di tanggalkan! nah loh??

Tau kah Anda.. STPDN dahulu didirikan oleh rejim Soeharto sebagai mana Hitler mendirikan Hitler Youth? Apa pebedaan Depdagri pada saat itu dengan Departemen Propaganda nya Hitler? Mengapa harus bersifat MILITER?? Jawabnya, kalau milite, loyalitasnya kurang. Oke, militer loyal kepad NEGARA, tapi tidak akan loyal kepada PENGUASA. Nah, IPDN ini sama, dibentuk agar anak-anak muda didoktrin menjadi camat dengan espri’ de corps yang tinggi. Hasilnya, kalau ada korupsi, ya sama-sama diam. saling menutupi. Kalau ada apa-apa, rakyat tinggal di geplak, ditendang hehe.. kok bisa ya?? saya pikir nggak ada di dunia modern institusi pemerintahan kayak begono.. yah mungkin sih kalo pemerintahan Fasis ala Hitler!

bersambung..

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

One Response to “IPDN atau Hitler Youth?”

RSS Feed for The Unggul Center Comments RSS Feed

Dan seperti itulah yang terjadi.
Solidaritas dan rasa kesetiakawanan mereka sangat Hebat sampai-sampai mereka semua tutup mata ketika ada rekan mereka yang berbuat salah….Setia Kawan katanya….Solider Katanya….


Where's The Comment Form?

    About

    Just Another “Cerdik Cendikia” Center wannabe like The Habibie Center, Mega Center, Amien Rais Center, Nurcholis Madjid Institute, Akbar Tanjung Institute, Wahid Institute, Syafii Maarif Institute dan seterusnya..

    RSS

    Subscribe Via RSS

    • Subscribe with Bloglines
    • Add your feed to Newsburst from CNET News.com
    • Subscribe in Google Reader
    • Add to My Yahoo!
    • Subscribe in NewsGator Online
    • The latest comments to all posts in RSS

    Meta

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: