Kontra Pembubaran IPDN : Tidak Logis!

Posted on April 24, 2007. Filed under: Uncategorized |

Dengan nada yang “memelas”, Johanes Kaloh, rektor baru pengganti rektor sebelumnya (yang masih merasa tidak bersalah walau sudah dicopot) berbicara mengenai IPDN di Kompas, 24 April 2007. Inti dari tulisannya adalah meminta rakyat agar jangan “karena nila setitik, rusak susu sebelanga”. Argumen-argumen dari J. Kaloh ini menurut saya tidak cukup kuat untuk tidak menutup lembaga yang menghabiskan anggaran negara dan ternyata juga bertentangan dengan UU Sisdiknas ini. Institusi yang saya sebut ultra-militer, bukan semi-militer ini seakan selalu dianggap oleh kalangan pemerintah tiada salah, yang salah kembali lagi si Kambing hitam, disebut “oknum”. Lucu sekali kalau Kaloh berkata, jangan dibubarkan, ada masa depan yang menanti para praja yang berjumlah 4000-an ini. Kalau jawaban saya simpel saja, “hanya” 4000 sepertinya mudah sekali, tinggal kembali ke daerah masing-masing, berkuliah “yang benar” atau bekerja. Beres. Paling lama 3 tahun kok di IPDN. Banyak orang yang sudah 5 tahun baru berkuliah dan bekerja, masih bisa. Ada apa dibalik kekhawatiran J Kaloh yang mengatasnamakan orangtua siswa IPDN? Ya. Orangtua siswa bisa dikatakan sudah habis dana ratusan juta agar anaknya di terima di IPDN. Indikasi KKN sangat tinggi. Berbekal iming-iming sekolah gratis dan ikatan dinas, orang tua mana yang tidak mau anaknya masuk IPDN. Apalagi dari daerah. Belum lagi titipan-titipan birokrat daerah yang ingin anaknya menjadi birokrat seperti bapaknya.

DI kampus IPDN di Jatinangor, ternyata juga penuh muslihat. Mark up pengadaan barang, memaksa siswa untuk membeli diktat, baju seragam –yang katanya gratis. Fakta membuktikan pula, walau ada asrama, siswa atau praja masih juga ngekost dan banyak diantaranya dengan maksud yang tidak baik. Ada sistem “pengasuh”. Sistem yang saya sampai saat ini tidak dapat memahami esensinya. Apa mereka anak kecil yang perlu diasuh? Atau, jika maksud “pengasuh” disini adalah “mentor” dan “pembimbing”, ya berarti pembimbing dan yang dibimbing sama-sama “binatang” (kasus kekerasan), dan “bejat” (kasus seks bebas), juga tidak cocok menjadi birokrat (kasus KKN selama ini).

Depdagri tidak ingin IPDN dibubarkan. Jelas, jumlah subsidi dari APBN ini bisa terus membengkak, di sunat pula di tingkat kekuasaan paling tinggi di lingkup IPDN ini. Tidak mungkin Depdagri tidak tahu kasus-kasus IPDN. Ya, mungkin karena ada “ladang pemasukan” maka terus dipertahankan. Belum kalau kita bicara personel. Kalangan birokrat banyak lulusan IPDN, yang tentu saja menolak membubarkan IPDN. Orangtua siswa menolak di bubarkan IPDN, alasannya sudah saya kemukakan di atas. Pemerintah menolak membubarkan IPDN? Alasannya silakan Anda, pembaca pikir sendiri. Yang saya tau, sejak berdirinya, sudah banyak “kader” lulusan IPDN yang berkiprah di kancah pemerintahan. Orang-orang ini pun punya pengaruh besar dalam decision making di berbagai unit pemerintahan.

Logikanya sederhana. Yang menolak, adalah yang “rejekinya” akan dicabut ketika dibubarkan. Yang menolak, adalah yang berkepentingan terhadap IPDN. Argumen-argumen agar IPDN dipertahankan tidak jauh dari situ. Jika Kaloh berkata “ditengah kondisi saat ini, jangan membebani daerah dengan IPDN di daerah masing-masing”. Alah.. sok prihatin sama daerah. Lah, kalo daerah mau bikin IPDN sendiri. Kalau tidak, saya pikir daerah akan mendapatkan putra daerah terbaik yang belajar pemerintahan dan administrasi negara di Universitas-universitas terkenal. Secara keilmuan, ini lebih dari cukup. Tidak mesti dibuat di daerah-daerah. La wong, opsi nya adalah dibubarkan! Ada seribu argumen agar IPDN tidak dibubarkan, namun semuanya bisa dibantah dan diberikan solusinya jika IPDN –sebaliknya- dibubarkan. Seribu SATU alasan dan argumentasi logis lebih mendukung IPDN dibubarkan. Lagipula, saya sebagai manusia biasa, rakyat biasa, yang tertipu, tidak akan memberi MAAF yang KEDUA kalinya. Sudah cukup!

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

One Response to “Kontra Pembubaran IPDN : Tidak Logis!”

RSS Feed for The Unggul Center Comments RSS Feed

Hahaha…
Betul, setuju
Mereka yg berkepentingan besar terhadap IPDN pasti akan berjuang sekuat tenaga agar sekolah “kekerasan” tsbt tidak dibubarkan.

Mari kita berdoa saja, mudah-mudahan pintu hati mereka bisa terbuka


Where's The Comment Form?

    About

    Just Another “Cerdik Cendikia” Center wannabe like The Habibie Center, Mega Center, Amien Rais Center, Nurcholis Madjid Institute, Akbar Tanjung Institute, Wahid Institute, Syafii Maarif Institute dan seterusnya..

    RSS

    Subscribe Via RSS

    • Subscribe with Bloglines
    • Add your feed to Newsburst from CNET News.com
    • Subscribe in Google Reader
    • Add to My Yahoo!
    • Subscribe in NewsGator Online
    • The latest comments to all posts in RSS

    Meta

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: