Archive for April, 2008

Menikmati Matahari..

Posted on April 21, 2008. Filed under: Coretan Intelektual | Tags: , , , , , , |

Jangan salah.. maksudnya menikmati matahari ini bukanlah pada saat kita berada ditepi pantai menikmati sunset, atau menunggu sunrise.. menikmati matahari yang kulakukan adalah berdiri di pintu KRL ekonomi pada siang hari bolong, dihembus angin dan cahaya matahari yang hangat. Dan aku merasakan bahagia. Mengapa? Panas gitu loh..

Ya sebabnya saya masih dalam tahap penyembuhan dari penyakit yang katanya belum diketahui pasti namun gejalanya sudah jelas yaitu adanya VASKULITIS. Syerem juga penyakitnya, namun anehnya saya nggak DEMAM sama sekali yang katanya bagian dari vaskulitis. walaupun rasa panas kayak kebakarnya cocok.. dan sepertinya saya termasuk di dua gejala ini, yaitu # Sindroma Henoch-Schönlein (Purpura Henoch-Schönlein) : peradangan pada vena-vena kecil, menyebabkan jerawat/bisul keras berwarna keunguan di kulit
# Eritema Nodosum : peradangan pembuluh darah pada lapisan dalam kulit, menyebabkan benjolan dalam yang lunak dan merah di tungkai dan lengan . Anehnya, saya sepertinya mengidap beberapa penyakit diatas, gejalanya banyak yang cocok, namun diantara semuanya juga tidak 100% sama. Ya semacam hibrid kali ya.. sebab gejala-gejala seperti Demam, penurunan nafsu makan, berat berkurang, tidak saya alami. Kelihatannya sehat, namum pada dasarnya sakit. Bingung dan bikin was-was !

Yang jadi bikin saya tambah senewen, gejala ini katanya persis dengan gejala penyakit Lupus. Nah, kalo si Lupus ini bukanlah tokoh rekaan novel nya Hilman yang ngetop banget di tahun 1990an ya.. kalo Lupus yang ini penyakit berbahaya dan belum ada obatnya. Lebih parah lagi, belum dapat Dicegah!. Memang usia penderita 17-35 .. relatif muda.

Saya sendiri Alhamdulillah, sepertinya cuma radang pembuluh darah. Sudah dites, adanya flak di pembuluh Vena. Bukan Lupus, Sebab, tes ANA, tes darah walaupun ada kelainan dengan tingginya sel darah putih yang menyerang tubuh, sudah biopsi kulit, semuanya NEGATIF. Alhamdulillah…. sekali lagi alhamdulillah. Walau saat ini sudah agak baikan, konsumsi obat dari dokter sudah total saya hentikan dan menggantinya dengan obat herbal. Hanya saja bekas biopsi menjadikan kulit saya codet dan sisa ruam-ruam di kaki jadi kayak bekas korengan.. duh kayak dulu waktu kecil suka maen diempang dan di comberan..

Saya sudah 2 bulan sakit ini, mudah-mudahan Allah memberikan kesembuhan pada saya, juga pada teman-teman di luar sana penderita Vaskulitis maupun Penyakit Lupus. Ingat, walau apapun kata dokter, yakinlah semua penyakit ada penyembuhnya, kecuali penyakit Mati…

Pokoknya, nikmatilah matahari sebab ada hikmahnya, bahwa kamu itu nggak berpenyakit Lupus. Coba bayangkan, hidup ngalong seumur hidup… jadi kalo yang hobi surfing, jalan ke pantai, outbond, renang, atau sekedar berjemur dipantai silakeeunn.. hehe.. asal matanya jangan usil kemana-mana ya..

Advertisements
Read Full Post | Make a Comment ( 18 so far )

Salah-salah Berita Televisi dan Membaca Berita di Televisi

Posted on April 21, 2008. Filed under: Jurnal Intelektual, The Human-power | Tags: , , |

Sebagai bahasa pengantar di sekolah, kampus, pertemuan formal di institusi yang formal pula.. bisa juga pada saat menulis surat formal. Serta banyak lagi yang judulnya selalu diakhiri kata-kata FORMAL. Lalu, menarik sekali ketika kuping (formalnya telinga) saya mendengar penyiar di stasiun televisi menggunakan bahasa yang tidak “benar” walau mungkin “baik”. Entah kenapa, namun menurut saya, insan televisi apalagi membawakan (MEMBACA) berita kok ada yang salah. Siapa yang salah? bukan si Penyiar tapi si penulis berita. Mungkin istilah kerennya Script writer (walau saya nggak tau pasti artinya ini apaan).

Contoh :
1. Penyiar mengatakan Paska Sarjana.. padahal harusnya yang benar itu Pasca sarjana. Ada yang mau menyanggah? Silakan cari literaturnya. Ada teman yang bilang Paska itu dari Pasca, bahasa inggris. Padahal, Bahasa inggrisnya Pasca itu sendiri BUKAN Pasca, melainkan POST. Misal, post doctoral. Saya nggak mau membahas masalah ini lebih panjang, biar yang berkompeten saja. Misalnya orang-orang dari Pusat bahasa or Polisi EYD sayang sudah ndak aktif lagi..

2. Di sebuah siaran langsung sepakbola, yaitu Final Copa Djisamsoe juga komentaror berbicara : “Akankah kedua trofi ini di bawa oleh salah satu kesebelasan yang bertanding.. ” Ya eyaaalaah.. emang tu piala nggak ada yang mau bawa pulang? setiap pertandingan pasti ada menang ada kalah, ya yang menanglah yang bawa tu piala.. koknanya? Nah kalo ini tidak “baik” bahasanya..

3. Barusan, tadi siang di berita siang entah di stasiun televisi mana.. kan hari ini hari Kartini ya (hayooo ada yang nggak tau kan? ) beritanya banyak tuh.. nah salah satunya adalah usaha PT KAI. kurang lebih beritanya ” PT KAI Daops Jabotabek juga menyambut hari kartini dengan memberikan tempat duduk bagi penumpang perempuan..” Heheh.. kalo Anda langganan KRL ekonomi or even Pakuan ekspress, perasaan yang MEMBERIKAN tempat duduk ke penumpang perempuan itu MURNI dari Penumpang. Ngga ada andil PT KAI.. konsumen dan sepenuhnya berdasar etiket, toleransi dsb. Apa ada sidak dan akhirnya penumpang pria pada berdiri.hehe..

4. Ada lagi berita, distasiun televisi yang sama hari yang sama. Masih mengenai hari kartini yang jatuh 21 April alias hari ini post ini ditulis. beritanya tentang ibu2 guru sekolah yang jadi petugas upacara bendera dengan berbusana kebaya. Berita menyebutkan, bahwa “mereka banyak yang lupa sehingga harus latihan dua hari sebelumnya, sebab sudah TIDAK PERNAH Upacara bendera”. Seharusnya sih tidak pernah jadi petugas upacara kali ya.. sebab parah banget klo guru-guru tsb tidak pernah upacara bendera lagi.. berarti tu sekolah udah ga ada upacara bendera selama ini–atau siswa saja yang disuruh upacara, gurunya gak ada. Nah, kesalahan kalimat ini sepertinya ya itu tadi, si penulis berita bukan pembaca berita yg bertanggung jawab.. atau, ada pihak lain yang harus bertanggungjawab??

Menurut saya pribadi sih, kalo sudah di broadcast ke seantero negeri, ya harus hati-hati.. paling males itu penyiar yang ngomong gak bener seperti contoh no.1. Jadinya kan orang menganggap itulah yang “baik dan benar”.. anyway ini cuma opini saya saja..

Read Full Post | Make a Comment ( 2 so far )

    About

    Just Another “Cerdik Cendikia” Center wannabe like The Habibie Center, Mega Center, Amien Rais Center, Nurcholis Madjid Institute, Akbar Tanjung Institute, Wahid Institute, Syafii Maarif Institute dan seterusnya..

    RSS

    Subscribe Via RSS

    • Subscribe with Bloglines
    • Add your feed to Newsburst from CNET News.com
    • Subscribe in Google Reader
    • Add to My Yahoo!
    • Subscribe in NewsGator Online
    • The latest comments to all posts in RSS

    Meta

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...