Gw Independen, Jadi Gw Pake Linux!

Posted on May 23, 2008. Filed under: Coretan Intelektual | Tags: , , , |

Ya, Pertama-tama, untung gw pake Linux. Kalo nggak :

Capek dehh… tiap hari was was en perlu ngupdate antivirus (yang nggak menjamin) biar bebas dari Virus komputer. Gw juga Jadi banyak pahala, ada ladang amal, sebab banyak yang minta tolong “scan” flashdisk via Linux. Yup, bener sekali. Linux baca semua virus jadi-jadian yang nyaru berbentuk dokumen .doc hehe tak apusin semua, sekaligus juga klo ada autorun yang di create sama program virus tersebut. Betul, cuman list, pencet tombol DEL di keyboard, ilang deh virusnya. Baru flashdisk di keluarin dan berikan ke teman yang dengan berkaca-kaca bilang tenkyu.. plus kita bisa pesan sponsor dikit ” Mangkenyee pake Linux biar ga was was virus!” Minimal elo pake dual boot dulu ya, mayan buat scan2 flashdisk baru restart en masuk ke Windo** klo kepaksa. Akhirnya, 1 orang menginstall Linux. Dualboot dan 1 orang ini ngajak yang laen dan yang laen.. klo memang mendapat “hidayah” ya lama-lama juga full Linux (OS Utama dan Pertama).

Kedua, ngga perlu capek instal ulang lagi, instal ulang lagi gara2 crash, hang, rusak, virus dst. Mana kalo install musti repot sediain seabrek2 CD mulai CD Installer Windows, Office, Grafis, Image viewer, Update-update, Antivirus, Games-games de el el… Sekali lagi.. Capeeek deehhhh

Ketiga, udah install ulang, eh tampilannya pasti itu-itu aja. Kalo nggak gambar Laut biru, ya padang rumput hihi.. di seluruh dunia, kalo Install XP kayaknya gambarnya itu-itu aja deh cmiiw.. kalo Linux, ya gw install Linux baru alasannya cuma satu. Gara-gara hal-hal yang krusial dan antara hidup mati hehe.. BOSAN sama Linux yang ada. Atau mau coba-coba Linux laen (penasaran tampilan desktop dan aplikasi-aplikasi defaultnya).

Secara gw Anak gaul, independen means that gw ga mau sama persis dengan orang lain, harus punya kepribadian, berani tampil beda, ekspresif, pengen tau, tidak mau diatur, rebel, suka-suka gw, kumaha aing pokoknya dah.. jadinya, gw ngerasa gw butuh lebih dari Windo**. Yang semuanya sama, semuanya sama-sama disuruh pake doang. Ga bisa tau isinya apa. Gw ga bisa meen.. gw mau tau apa yang gw pake, yang gw telen, yang gw makan. Ga isa dikasih doang. En, harus personalized gw dong.. Enak aja cuman disuruh make ga tau apa-apa. Ngga gw banget dehh.. Gw kudu bebas, gak mau dicekokin Windows bajakan klo ga harus bayar jutaan. Ih sory yee mending gw pake yang lain. Masalah susah, ya bisa dipelajari. Yang penting kita punya kemauan belajar. Gitu aja kok repot.. Duit buat beli segala macem software bisa gw pake buat makan en beli barang2 laen lah. ga worth it banget keluar duit buat beli Sistem operasi yang terlalu gampang dan terlalu banyak kelemahan yang bisa di eksploitasi semua orang.

Linux itu Free dan Open Source.. wuih denger kata-kata ini aja, jiwa gw bergelora ceilee hehe.. kayaknya mewakili jiwa gw banget. So, kudu bisa ni Linux, so Install deh, so cobain deh.. so, belajar deh.. so, jadi Independen SEJATI Bro!

So Intellectual!

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

5 Responses to “Gw Independen, Jadi Gw Pake Linux!”

RSS Feed for The Unggul Center Comments RSS Feed

Kalau dibilang, FOSS dan Linux masih belum bisa menyamai kualitas software – software yang ada di Windows dan MAC. IMHO, tapi memang begitulah adanya (Mungkin kerja tanpa bayarankah ? Saya sendiri belum tahu).

Kedua, Linux tidak bisa dipasangi oleh software – software berbayar. Boleh saja memusuhi Windows tetapi melihat gelagat Linux yang harus murni Free Software, saya tidak bisa mencoba produk berkualitas seperti buatan Adobe di Linux. Walaupun memang ada produk berbayar, kebanyakan memang yang saya tidak butuhkan.

Ketiga, Linux itu kesannya menghemat. Padahal sebenarnya jamannya HDD 120 GB / 1 TB. Command yang terasa penting malah dibuat pendek sehingga tidak banyak yang saya mengerti. Mungkin terkesan ringan dan nggak terlalu penting, tetapi kemungkinan Linux tidak dilirik oleh newbie user adalah karena itu.

Keempat, saya melihat fitur – fitur di Linux itu hampir tidak semuanya saya butuhkan. Multi-Desktop bagi saya adalah aplikasi yang kurang berguna mengingat kebiasaan kita di Windows itu hanya mengganti Wallpaper.

Aku melihat dari kedua (er…ketiga kalau menghitung Mac) perspektif. Makanya saya pun pernah pakai PCLinuxOS, Ubuntu, dan openSUSE. Dan memang hasilnya seperti itu. Jangan mengira saya hanya pakai Windows.😉

Beberapa poin dibawah ini juga hanya sekedar pendapat pribadi (IMHO) :

Di Linux tak ada games – games yang bagus. Padahal Mac sudah punya NFS Carbon.

Resolusi Linux kecil.

Dan yang saya (maaf) benci dari Linux adalah karena para penggunanya sombong sekali memamerkan Linux kepunyaannya. Maaf tetap inilah yang saya lihat dalam fakta di lapangan. Mungkin pengguna Mac pernah membanding – bandingkan produk buatannya dengan Windows tapi tidak separah WIndows. Sampai harus membuat websitesnya sendiri (lihat link tautan saya di bawah, ada linknya. Saya nggak suka komentar ini dimoderasi)

Ah, mungkin anda akan suka dengan analogi Windows dan Linux ini >> http://rosenqueencompany.wordpress.com/2008/06/06/dual-boot/

———-

Btw, komentar anda sudah saya jawab d blog saya.😀

Ketiga, udah install ulang, eh tampilannya pasti itu-itu aja. Kalo nggak gambar Laut biru, ya padang rumput hihi.. di seluruh dunia, kalo Install XP kayaknya gambarnya itu-itu aja deh cmiiw.. kalo Linux, ya gw install Linux baru alasannya cuma satu. Gara-gara hal-hal yang krusial dan antara hidup mati hehe.. BOSAN sama Linux yang ada. Atau mau coba-coba Linux laen (penasaran tampilan desktop dan aplikasi-aplikasi defaultnya).

Btw, saya pernah install Komputer menggunakan Black XP yang ilegal itu dan mendapatkan theme Vista sebagai bayaran.😉

Dan Komentar di atas saya adalah pandangan pribadi. Jangan dianggap sama.😉

hihi.. mungkin disekitaran saya (depok, bogor, jakarta) kayaknya itu-itu aja sih sumber bajakannya.. sampai default serial numbernya aja hapal diluar kepala😛

Jadinya klo nginstall ulang yach, pemandangan ini lagi ini lagi.. baru tau malah saya ada yang “black” segala..

Salam kenal.

mengenai masalah “sombong” ya mungkin gimana gitu ya.. kalo saya sih Always dual booting.. sebab saya juga termasuk Gamers dan sangat sepakat klo games di Linux mohon maaf (dan jadi Peer untuk semuanya) kurang banyak dan variatif.

Di tulisan juga saya menggunakan dual boot. Sekarang juga dual boot, tapi yang Windows XP nya Insya Allah bukan bajakan lagi seperti di kuliahan dulu🙂

Dan kalo ini masalh “taste” ya, saya sih ngecap Linuxnya emang lebih enak dibanding windo** mengenai mac, la gimana mo suka, nyobain aja lom pernah..

Mungkin salah satu makna independen disini adalah nggak perlu sama dengan orang lain, fully customized, punya pengetahuan lebih banyak dibanding SESAMA pengguna awam. Sebab saya dua-duanya awam, di linux awam, di windows awam. Tapi lebih ke filosofi nggak mo pake bajakan lah.. independennya sih gw pikir disitu.. gak perlu bayar untuk sesuatu yang kita nggak tau ISI nya apaan. Kalau kata bos di kantor sih, Munir juga ngga tau isi aernya makanya langsung diminum eh tewas. Kalo linux isinya kita tau (ini kata bos ya) jadi sewaktu2 nggak mungkin tiba2 tewas ditempat gara-gara salah minum..

so, gw independen, gw pake linux.

to mihael db e
Waduh sombong gimana mas, sampeyan tuh klo punya mac dan windows pasti orang berduit kan???? bukannya sampeyan yang merasa sombong bahwa dengan mac dan windows bisa segala2nya bisa games bisa aplikasi, gak susah gak ribet,…

Saya ini orang newbie, gak kaya seperti sampeyan tapi pengen legal, gak mau ngerampas hak orang lain dengan bajakan dan saya hanya bisa pakai linux, sombongkah itu???

good bye
i’m sorry


Where's The Comment Form?

    About

    Just Another “Cerdik Cendikia” Center wannabe like The Habibie Center, Mega Center, Amien Rais Center, Nurcholis Madjid Institute, Akbar Tanjung Institute, Wahid Institute, Syafii Maarif Institute dan seterusnya..

    RSS

    Subscribe Via RSS

    • Subscribe with Bloglines
    • Add your feed to Newsburst from CNET News.com
    • Subscribe in Google Reader
    • Add to My Yahoo!
    • Subscribe in NewsGator Online
    • The latest comments to all posts in RSS

    Meta

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: