Pabrikan Motor Legendaris Jerman Lirik Indonesia!?

Posted on May 24, 2008. Filed under: Jurnal Intelektual, The Techno-power | Tags: , , , , |

Berawal dari ngeliat CBR kok agak2 beda eh ternyata merknya MINERVA, pabrikan asal cina yang you know lah secara cina itu sering sekali bikin produk2 yang mirip ama merk terkenal. Nggak di Hape, nggak dimotor semua sama. Lirik punya lirik, i’m not surprised ketika tau hargane cuma 13 jutaan. Soalnya taun lalu pernah juga ditawarin motor trail Minerva. Nah, selidik punya selidik, abis googling, egh ketemu kalo SACHS (Sachs Fahrzeug Und Motorentechnik Gmbh Germany), pabrikan legendaris dari Jerman ngegandeng PT Minerva Motor Indonesia untuk “Joint Manufacturing & Co Branding” dimana produk pertama adalah meluncurkan sepeda motor Sachs MadAss 125 pada tanggal 28 April 2008 di hotel Borobudur Jakarta, yang di co branding dengan nama Minerva Sachs MadAss 125. Infonya bisa dilihat di berbagai media online, misalnya Gatra, Gatra, juga di okezone. Sachs juga optimis mau menjadikan Indonesia basis bagi industri motor Sachs di Asia Tenggara. Tentunya bersama dengan Minerva. Ini memang preseden bagus, sebab konsumen tidak hanya dibuai oleh motor Jepang, namun ada pilihan motor-motor berdesain dan teknologi eropa. Semakin ketat saja persaingan di Indonesia.. selain hape, seperti yang saya tulis di awal, motor juga makin ketat. Hanya kalo Industri hape saya lum liat ada produk made ini India seperti Bajaj hehe..

Selang sebelumnya, Minerva Riders Community juga terbentuk. Sepertinya sukses Bajaj dengan Pulsarnya membuat pabrikan lain mau mendulang hal yang sama. Apalagi, kenaikan BBM menyebabkan prediksi penjualan motor akan meningkat tajam bahkan hingga 60% (baca di koran Media Indonesia, tanggal lupa, judulnya tentang tidak ada revisi target penjualan. Bahkan ATPM cenderung optimis banyak masyarakat membeli motor sebab mahalnya cost apabila memakai mobil).

Konsumen di Indonesia memang sasaran empuk bagi bisnis global. Entah dari sudut pandang apa Anda menilai, ada kapitalisme, ada gombalisasi, ada pemiskinan, ada Kebangkrutan Indonesia (bukan Kebangkitan Indonesia), ada yang menyebut penjajahan gaya baru, entahlah. Yang pasti, tahun-tahun ke depan saya ngeri saja, membayangkan wajah Indonesia.. lain waktu akan saya bahas dari sudut pandang bisnis dan manajemen ah.. Tentunya berpindah seksi, dari sekedar “Catatan Intelektual” menjadi “Jurnal Intelektual”. Sampai ketemu!

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

20 Responses to “Pabrikan Motor Legendaris Jerman Lirik Indonesia!?”

RSS Feed for The Unggul Center Comments RSS Feed

Artikel di blog ini menarik & bagus. Untuk lebih mempopulerkan artikel (berita/video/ foto) ini, Anda bisa mempromosikan di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di tanah air. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
http://www.infogue.com
http://otomotif.infogue.com/pabrikan_motor_legendaris_jerman_lirik_indonesia_

pabrikan sachs ni dah ampir bangkrut mas disono, CMIIW

lam kenal😀

Oh ya? mungkin ini luput dari hasil pemberitaan co branding minerva dan sachs ini? Sebab dari berbagai berita kok ndak ada yang nyinggung2 itu mas?
Bisa Anda berikan pengetahuan sedikit, sehingga ada kesimpulan demikian?

Sebagai Pengetahuan baru, This is so intellectual!

http://en.wikipedia.org/wiki/Sachs_Motorcycles

koreksian, sempet bangkerut terus diakuisisi ma investor Cina/Hong Kong

http://www.bike-eu.com/news/2040/sachs-fmt-chapter-11.html
http://www.bike-eu.com/news/34/sachs-motorcycles-taken-over-by-hong-kong-investors.html
http://www.bike-eu.com/news/2169/sachs-fmt-saved-by-mbo.html

menariknya, sementara ini konon sachs unggul dalam know-how untuk electric scooter dan E-bike.
kayakna investornya tau kalo pasar motor indonesia tu gedhe, jadi kesinilah mereka. tapinya tetep bawa mesin bensin, ga mengunggulken motor listrik (padahal bbm lagi naek hayoww)😀

perilaku konsumen di Indonesia sepertinya sudah mereka pelajari.. saya masih mencoba berdiskusi dengan beberapa orang, kayaknya walaupun peluang motor dan mobil listrik yang sebenarnya sudah lama hadir ada, tetap saja orang-orang masih membeli motor biasa (pakai bensin).

Para ATPM sendiri juga tidak merevisi target penjualan menjadi lebih kecil, malah lebih optimis sebab menurut analisis mereka konsumen MOBIL yang akan beralih ke MOTOR, sebagai dampak kenaikan BBM.

Kita liat aja nanti mas, apa Sachs ini bisa “bermain” di Indonesia yang notabene kalau saya liat di berbagai pameran, antusiasme kurang begitu tinggi terhadap motor yang sekilas “mirip sepeda BMX” ini.. konsumen di Indonesia menurut saya sangat peduli terhadap price, paling-paling yang laku adalah dari Minervanya yaitu CBR palsu (inipun masih sangsi sebab, anak muda rata2 ogah pakai brand yg tidak terkenal apalagi dari cina ni motor) daripada Sachs yang kayak Sepeda..

Thanks for the Info ya!! sangat bermanfaat!

mas,mau nanya y,jadi di sini sach kerjasama ama minerva cuma di madass y? lalu minerva 150 R itu udah kerjasama ama sach apa msh asli mocin ? tks.

wah ntu aseli mocin.. kerjasama dengan Sachs memang nggak cuma MadAss tapi kerjasama itu ngga termasuk motor yang bukan “trademark” nya Sachs. Kalau di Cina memang kurang begitu menghargai yang namanya HaKi mungkin.. bukan cuma di motor, di Ponsel dan barang2 laen memang mirip (dan dimirip-miripin) sama produk aslinya.

Diatas kertas, produk Sachs dan Minerva (joint) itu adalah perakitan/assembling dan penjualan model2 motor pabrikan Sachs di asia. Perihal “teknologi Jerman” sebenernya itu berlaku untuk motornya Sachs, bukan klon CBR dan (kalau ada) klon-klon motor lain. Bahasa marketingnya memang digeneralisasi, yaitu motor cina teknologi jerman. CBR sendiri dengan Minerva 150R itu mirip, aseli mirip, disitu sentuhannya adalah meniru Jepang, bukan jerman.

Jadi intiny.brosur yg d di minerva 150 bhw technologi jerman boong yak.tetep cina puny dunk

Ya Minerva 150 harusnya kalau mau FAIR ya Teknologi JEPANG hehe.. kan punya HONDA CBR 🙂

Coba ditanya ke minervanya, yang mana nih yang dimaksud dengan Teknologi Jerman? Di bagian mananya? Kalau Sachs MadAss jelas, dari model, teknologi (artinya pelopornya dst) itu punyanya Sachs Jerman. Cina tinggal bikin doank.

Terus liat dibrosurnya, apa tulisanya doank teknologi jerman? Atau dikasih liat gambar misalnya mesinnya ada teknologi apa, remnya seeprti apa, sistem mekanisnya apa, dan sama sekali beda dengan CBR nya Honda. Kalau persis (dan dibuat sama persis) kecuali bahannya yang kelas 2 (ala cina) ya bukan teknologi jerman dunk.. niru teknologi jepang..

Salam.

klo menurut gw jangan pernah lo beli motor cina…..mending nabung buat beli yang asli…c’mon anti piracy gitu loh sob….piss

kalo g pernah 2x pake mocin sama aja bro, g pake smash juga 8 bulan suara mesinnya juga gak enak. katanya sih motor merk cina sekarang yang masuk indo itu sparenya sudah made in china juga ya.

and talk about piracy bukannya kalau pembajakan itu diem2 ya trus kok minerva dealernya terang-terangan ya ?

kalo bajak mestinya di tangkap dan di tutup dong pabrik or dealer nya karena pelangganran hak cipta.

bagi-bagi info donks

piss

oya sekalian tanya donks beda mocin sama motor jepang yang paling signifikan itu apa ya ?

trus saya sih skrng pake motor tua tapi memang kaya honda prima sampe skrg itu masih ok cuma kalau model aja kalo mesin sih Siiiiip.

coz g pake smash pas di bongkar itu sparenya Made In China g juga jualan HP di salah satu Authorized Dealer Sony Ericsson itu mesinnya aja yang gak ada merk Made In China semua spare kaya HF, stylus, Sever Charger etc made in china

so buat g sih artinya there is no such think call piracy except dvd/cd yang di mall2 karena bener2 sama persis dgn yang asli

hihihi.. jangankan otomotif & elektronik..telur aja dipalsu ama cina

Tapi sekarang banyak juga di jalanan yg pakai Minerva 150 alias CBR wannabe bahkan di beberapa ATPM seperti Probike dan Zanetta sempat indent segala akibat booming permintaan. Bahkan sekarang ada clubnya segala.
Tampaknya anak muda juga pada cuek aja pake motor jadi-jadian itu…

kalo menurut saya minerva itu gak jelek-jelek amat, asal kita rawat yang bener dan teratur.
Minerva itu kan baru lahir jadi kalo ada kekurangan ya wajarlah namanya juga bayi yang baru lahir perlu kita perhatikan perlu kta kasih masukan bukan diejek bukan dicaci, kalo ada kekurangan ya dikasih tahu biar ada perbaharuan kearah penyempurnaan. kalo qt ngomong CBR sekarang emang gak perlu diragukan lagi tapai kalian tahu gak ketika CBR baru lahir? apa langsung OK? kayaknya gak dech pasti ada kekurangan dan kelebihannya mungin seperti Minerva sekarang banyak dikeritik sinis.
yang punya Minerva kalian jangan gengsi kalian harus bangga bisa memiliki ni motor dari hasil keringat sendiri. Yang nyaci maki biarin aja Anjing menggonggong kafilah berlalu.
waktu yang akan berbicara, apakah Minerva Khususnya R 150 akan terus melaju atau gulung tikar? untuk minerva buktikan kalo anda bukan produk murahan. HIDUP MINERVA!!!

Ya gitu deh, ada yang bilang ayo bangga Minerva.. tapi FAKTANYA sebagian besar minervanya bajunya diganti jadi CBR hehe.. minimal cutting sticker udah CBR tuh.. kalau ngga diliat diatas tanki bensin lambang minerva ya kadang orang ketepu..

So, gimana nih minerva? hehe..

kalau mau tau, di http://www.serayamotor.com liat aja thread minerva.

Ampe CS minerva merasa perlu bikin thread sendiri saking kacaunya minerva. tapi secara obyektif memang gw bilang Minerva cukup oke kalau ngeliat dari sisi strategi pemasaran internasionalnya. pakai kerjasama dengan Sachs segala utk dapetin right memproduksi MadAss dan taktik ini dipakai utk branding di Indonesia yg terkenal “makan merk” (terbukti dari laris manisnya barang2 mahal alias beli merk padahal kualitas dan teknologi masih jauh dibawah yg merknya belum terkenal. Misal kasus Bajaj vs kasus Honda Tigi).

sayang nyontek CBR, padahal motor ini pux kelebihan yaitu lumayan kencang 120km/jam, kyk v-xionlah, body ringan, getaran kurang. harusx gak ush nyontek body, or klo nyontek, motor eropa aja kyk aprilia RS 125 biar gak terlalu ketahuan nyontekx. trus d mksar udh lumayan laku tp sayang dealerx gak bgs(kyk ruko2 aja) beda bgt ama bajaj

ya, kendalanya begitu, dibanding Bajaj memang lebih superior dalam hal support. Bahkan Bajaj masih jauh utk dikejar TVS, produsen motor yg sama-sama dari negeri hindustan sana.

mau tanya ini harganya berapa ya?????
apakah disurabaya ada dilernya???


Where's The Comment Form?

    About

    Just Another “Cerdik Cendikia” Center wannabe like The Habibie Center, Mega Center, Amien Rais Center, Nurcholis Madjid Institute, Akbar Tanjung Institute, Wahid Institute, Syafii Maarif Institute dan seterusnya..

    RSS

    Subscribe Via RSS

    • Subscribe with Bloglines
    • Add your feed to Newsburst from CNET News.com
    • Subscribe in Google Reader
    • Add to My Yahoo!
    • Subscribe in NewsGator Online
    • The latest comments to all posts in RSS

    Meta

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: