Archive for June, 2008

Ironisme Tim Gado-gado Jerman

Posted on June 20, 2008. Filed under: Jurnal Intelektual, The Human-power, The Hybrid-theory | Tags: , , , , , , , , , , |

Ironis.

Namun kata ironis ini bisa bermakna banyak. Ya, ironis sebab pada perhelatan Euro 2008, Portugal kalah tipis 2-3 dari Jerman dalam penyisihan ke semifinal. Mengapa? sebab semangat portugal hingga menit ke 90 bahkan harapan untuk menyamakan skor sebenarnya masih bisa diperjuangkan, namun memang Dewi fortuna tidak memihak..

Ironis, sebab tim yang disebut dengan timnas Jerman ini hanyalah sekumpulan Pria ber- “KTP warga Jerman”. Ya, sebab dari deretan nama-nama berikut, mulai dari Gomez, Podolski, Klose, Odonkor, Kuranyi bukanlah “bangsa ras arya” yang sempat diunggul-unggulkan oleh Jerman di masa lalu. Bahkan Podolski berasal dari Polandia, yang pertama kali diserbu Jerman yang memulai Perang Dunia kedua, pada September 1939. Sebagian besar tim adalah Yahudi tulen, yang dulu kala pada masa Hitler sangat rendah dan hina dina.

Ironis, sebab kapten sekaliber Michael Ballack masih dipandang sebelah mata oleh publik Jerman, walau putra Germania ini aseli “nyong jerman” tapi latar belakang Jerman Timurnya masih memaksa masyarakat Jerman memandang sinis.

Ironis, tim yang dijuluki Panzer –mengacu pada dominasi kekuatan Panzer (tank) Jerman di PD II yang sangat powerfull dan terkenal dengan Blitzkrieg (Serangan kilat) nya ternyata sekumpulan orang-orang yang berketurunan tidak aseli, dan adapula yang masuk lewat jalur naturalisasi. Lalu, ironisnya apa lagi?

Disisi lain, ironisme jerman ini –yang sekarang layak disebut tim gado-gado sebab sudah ndak banyak talenta Jerman “asli” yang berkualitas baik setelah era terakhir adalah masa “sang Kaisar” Oliver Kahn yang tergusur saat ini, mencerminkan kurang kaderisasinya klub-klub dalam negeri dan hilangnya satu generasi emas kejayaan Jerman seperti pada saat 1970an di mana waktu itu Jerman Barat menjadi raksasa yang sangat diperhitungkan di dunia sepakbola global. Bahkan klub-klub berdomisili di area Jerman barat masa lalu, saat ini mandul dalam melahirkan bakat-bakat lokal.

Ironisnya, boleh disebut Ironisme dibalik ironisme, adalah tim gado-gado inilah yang ternyata, dengan langkah pasti ke semifinal! jadi, boleh dikata, ada dua kubu masyarakat Jerman yang menilai. Pertama, masyarakat yang kental dengan nuansa adiluhung dan kedigdayaan Jerman masa lalu masih tidak terlalu bangga, sebab anak-anak ini adalah anak-anak “buangan” dan “pinggiran”, termasuk Ballack yang walau saat ini menjadi ikon kebanggaan Jerman, adalah putra “timur” bukan “barat” yang menjadi kiblat sepakbola dunia pada jaman Klinsmann dkk. Kekecewaan akan kurangnya talenta lokal ini ibarat pisau bermata ganda.

Suatu saat, kita tidak tahu seberapa besar kekuatan Neo Nazi membangun kekuataannya, apalagi kalau melihat negaranya sudah menjadi obrak-abrik etnis yang menghilangkan “identitas sebuah negeri bernama dan berbangsa Jerman”. Ingat kasus di Itali dimana bendera Fasisme dikibarkan? Ya, baru 60 tahunan puing-puing perang dunia tertinggal, sudah muncul banyak neo-neo fasis dan nazi. Dan munculnya di dunia olahraga sepakbola yang begitu digandrungi, selain itu juga perlahan namun pasti muncul di panggung politik. Sekali lagi, kita tidak tahu sampai kapan kekuataan ini mendominasi lagi, atau tak akan pernah lagi..

Lalu yang Kedua, masyarakat Jerman bersatu yang tidak peduli isu rasial. Masyarakat modern yang kick of racism out of football dan out of mind. Negara bangsa Jerman sudah seperti negara amerika serikat, sudah seperti Malaysia dan Singapura yang multi etnis, kalau tidak bisa menyebut, seperti Indonesia yang sangat-sangat multietnis. Yang penting Jerman masuk semifinal, dan mereka mendoakan agar Jerman menjuarai Euro kali ini.

Jerman dijuluki Tim Panzer. Menurut saya, sekarang bisalah kita kasih julukan Tim Gado-gado. Sebab dignity dan aura khas Panzer, seakan-akan panzer-panzer beriringan menembus padang pasir dan rumput, dengan seorang feldmarschall berdiri diatas panzer sambil meneropong medan laga.. diiringi alunan mars “Unser Rommel” sudah tidak nampak. Yang nampak adalah kumpulan pria multi etnis yang berbicara Jerman dan atau ber KTP Jerman. Masa itu apakah sudah lalu (dan biarlah berlalu) atau.. akan menjadi babak baru pesepakbolaan Jerman, dan babak baru dari Negara Republik Federal Jerman yang “unitaris” ini… hanya waktu yang bisa menjawabnya, dan hanya penggemar sepakbola yang bisa menggerutu dan berkomentar mengenai tim gado-gado ini.. dan setidaknya berdiskusi dan bermain bola tanpa gontok-gontokan ala Indonesia yang multi etnis dan sangat plural.

Catatan : Ironisme ini saya juga rasakan pada saat Sriwijaya FC menjadi double winner Piala tahun 2008 ini. Mungkin bukan dalam konteks negara, namun ada semacam rasa kurang puas dan bangga, sebab tim ini disusun dengan modal lumayan besar, membeli klub yang sudah jadi, pemain asing dan pemain nasional yang (bukan putra daerah) dan paling parah, semuanya menggunakan dana APBD. Jadi teringat Chelsea kalau melihat Sriwijaya FC ini.. tapi ya sudah ada janji dari manajemen untuk melakukan regenerasi dan memasukkan bibit-bibit lokal putra sumsel dalam grand skenario 5 tahun kedepan untuk menjadi punggawa Sriwijaya FC. Yach mudah-mudahan lah.. jika melihat Ironisme ini, saya pun masih ragu, apakah saya termasuk yang optimis (termasuk pada masyarakat berpendapat kedua) atau kecewa–dan pesimis (termasuk pada masyarakat berpendapat PERTAMA).

Hanya waktu yang akan menjawab, dan hanya Tuhan yang dapat menilai 🙂

Advertisements
Read Full Post | Make a Comment ( 2 so far )

Pakar Pendidikan.. atau Pakar Komentar Pendidikan ?

Posted on June 19, 2008. Filed under: Coretan Intelektual, The Human-power | Tags: , , , |

Mohon maaf apabila judulnya agak-agak gimana gitu dan menyinggung perasaan seseorang (dan pendukungnya) yang sering mondar-mandir di televisi dengan title tag “pakar pendidikan”..

Kronologisnya kenapa beliau ini muncul adalah banyaknya kasus-kasus yang meruak belakangan ini yang mencerminkan buruknya sistem pendidikan dan buruknya pengawasan terhadap anak didik, kalau tidak bisa kita sebut buruknya mental generasi muda indonesia belakangan ini.

Mulai kasus kekerasan ala STPDN –> dilanjutkan kekerasan juga oleh IPDN yang sudah berganti kulit, kasus geng motor, kasus asusila, kasus tawuran antar pelajar SMP, hingga terbaru (pada saat saya tulis), kasus STIP (Sekolah tinggi Ilmu Pelayaran) dan kasus kekerasan geng cewek ala Nero (Neko-neko ngeroyokan).

Hasilnya, ada anggota geng yang divonis 4 tahun (Briges) yaitu geng motor di bandung yang menewaskan I Putu Ogik, Pemecatan praja, penangkapan para pelajar yang tawuran (di jakarta) dan ngeroyok (nero di Pati, Jateng).

Lalu, yang tidak kalah seru, berulangkali di televisi ada analisis menghadirkan so called pakar pendidikan yang ngomongin hal-hal yang menurut saya dari tiap saat esensi omongannya sama. Yang bikin saya geleng-geleng kepala, seringkali ada penyesalan dan ngomong kalo ini itu buruk di indonesia. Padahal, logikanya, ANDA pakar pendidikan, Loh, piye, Anda lah bertanggungjawab! Dulu anda NGAPAIN? Apakah ujug-ujug lulus dari perguruan tinggi langsung dapat gelar Pakar? Saya berani bertaruh, sudah PULUHAN tahun sang pakar bergelut di dunia pendidikan — yang dia komentari sangat rusak, dst dst. Begitulah di Indonesia..

Kasus IPDN, salah satu tim evaluasi adalah “pakar pendidikan” dimana IPDN tidak dibubarkan. Dijamin bla bla aman sentosa hehe..Kulitnya diganti, trus pimpinannya dganti. Basi. Buktinya, hingga detik ini masih terjadi penyimpangan. Kasus terakhir ada pengeroyokan, ada yang mati karena mabuk, ada yang perkosaan. Kalau soal itu semua, silakan tanya Pak Inu Kencanaboleh lihat di detikcom deh, pasti beliau bilang masih ada hingga sekarang. Rekomendasi dari pakar pendidikan tuh.. ditambah Presidennya Militer, ya susah bubarin adat istiadat militer secara sang presiden dulu juga kayak gitu. (padahal laen pak presiden, ini sekolah sipil.. )

Trus, ada lagi nih barusan kasus STIP. Sama, plonco-plonco ga jelas. Tau-tau tewas. Saya ngga perlu komentar banyak, harusnya dari dulu sudah ngga ada itu yang namanya sekolah kedinasan ber budaya militer (baca : kekerasan). Kalau nggak mau ya bubarkan aja. Gitu aja kok repot. Kalau ngga mau bubar, hilangkan sama sekali hingga taraf NOL semua atribut militer mulai makan bareng, rambut cepak, seragam dan perut yang terus-terusan seksi karena dipaksa olahraga pushup tiap pagi dst hehe.. kalau sekarang trendnya adalah penyeimbangan antara otak kanan dan otak kiri, maka kayaknya di sekolah ini perlu penyeimbangan antara Fisik dan Otak. Masih jauh klo mo ngomong otak kanan dan kiri.

Nah, balik ke topik, ya kalau pakar pendidikan kasih solusi dong. Ini sih menurut saya pakar KOMENTAR pendidikan, sebab komen-komen saja. Semua omongannya saya juga sebagai Non Pakar apa-apa bisa tuh ngomong gituan. Cuman emang media indonesia rada error sih.. Lah wong kayak Mr KMRT you know who aja bisa disebut Pakar Telematika.. hehe..

Udah ah, saya nggak mau banyak komentar, nanti dibilang pakar komentar pendidikan hehe.. jadi, tolong dong, please deh, you yang ngemeng, tapi you dulu ngapain aja? kalo belajar di Luar negeri en pengalaman puluhan taun ngajar dan bergelut pendidikan di luar negeri, trus balik ke Indonesia, wajar kalau geleng-geleng kepala dan bilang ini nggak bener. Lah, ini dulu bagian dari sistem, eh sekarang koar-koar.. apa karena “jaman reformasi” adalah jamannya koar-koar hehe.. coba dulu dibenahi di jaman soeharto… (mana pendukung soeharto hehe..)

ya sutralah, makin panjang makin error en makin banyak komentarnya. Intinya, kalau saya, yang bisanya cuma komen dan bukan pakar, radikal negh, hilangkan SAMA SEKALI Senioritas, hilangkan SAMA SEKALI atribut dan cara militer dari sekolah sipil.. Hilangkan SAMA SEKALI guru-guru yang nggak jelas, mindset jadul, nggak banyak pengetahuan, money oriented, guru cabul, guru sok, dst.. Hidup Onizuka ! (loh?)

Read Full Post | Make a Comment ( 42 so far )

Ayo Bergabung : Rekruitment MRI Daerah!

Posted on June 19, 2008. Filed under: Acara Intelektual | Tags: , , , , , , , |

PENGUMUMAN REKRUITMEN

PENGURUS MRI DAERAH

UNTUK WILAYAH DKI JAKARTA, BOGOR, BEKASI & BANTEN

Nomor: 01/PR.001/MRI-ACT/VI-2008

Bagi relawan dan calon relawan yang berminat dan memiliki kualifikasi khusus sesuai yang dibutuhkan di bawah ini, MRI membuka pendaftaran calon Pengurus MRI.

Panitia Pelaksana Rekruitmen MRI Pusat akan mengadakan Seleksi relawan yang akan menjadi Pengurus MRI Wilayah dan MRI Daerah, dengan ketentuan sebagai berikut:

LATAR BELAKANG

1. ACT – Aksi Cepat Tanggap adalah lembaga kemanusiaan professional yang lebih memfokuskan aktivitasnya pada program penanganan bencana, baik bencana alam maupun bencana social, yang talah dilakukan sejak tahun 1994 baik di dalam maupun di luar negeri.

2. Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) meyakini bahwa kesukarelawan adalah potensi sumber daya yang besar untuk turut mendukung perubahan sosial ke arah yang lebih baik. Para relawan bukan hanya dapat digerakkan untuk penanganan bencana alam, namun juga dapat menjadi masyarakat politik yang aktif menyuarakan hak, keadilan, kesetaraan, dan penyelamatan lingkungan melalui berbagai aksi nyata, maupun keterlibatan mereka dalam berbagai kampanye penyadaran atas berbagai isu sosial dan lingkungan di negeri ini.

3. Jadi MRI merupakan sebuah organisasi massa yang beranggotakan individu-individu relawan yang memiliki komitmen dan kontribusi dalam menciptakan perubahan positif pada lingkunganya baik lingkungan mikro maupun makro atas dasar prinsip kesukarelaan sebagai wujud tanggungjawab moralnya sebagai individu, sebagai warga masyarakat, sebagai warga negara, dan sebagai warga dunia.

URAIAN SINGKAT POSISI DALAM KEPENGURUSAN:

1. Nama Jabatan:

a. Pengurus Wilayah MRI DKI Jakarta

b. Pengurus Wilayah MRI Banten

c. Pengurus Daerah MRI Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara

d. Pengurus Daerah MRI Depok, Bogor dan Bekasi

(masing-masing wilayah/daerah minimal 3 orang pengurus dengan posisi: koordinator, sekretaris, bendahara)

2. Prinsip & sifat Keanggotaan Relawan MRI:

a. Non Partisan

b. Non Diskriminatif

c. Keanggotaan MRI bersifat personal dan terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat di seluruh Indonesia

3. Hak Relawan MRI:

a. Memperoleh/ mendapat kesempatan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan keahlian Relawan guna mengembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan menuju Model Relawan Mandiri MRI

b. Mendapatkan kesempatan mengembangkan pengabdian di dalam MRI baik di dalam kepengurusan maupun di dalam kegiatan operasional.

c. Mendapat Kartu Tanda Anggota MRI.

d. Memberikan usul, saran dan pendapat sesuai jenjang organisasi demi kemajuan MRI.

e. Mendapat kesempatan menjadi pengurus di daerah atau cabang masing-masing sesuai dengan ketentuan.

f. Berkesempatan memperoleh tanda penghargaan, tanda kehormatan baik dari MRI, sesuai dengan ketentuan.

g. Menggunakan fasilitas MRI sesuai dengan ketentuan.

h. Mengikuti kegiatan Kerelawanan di dalam maupun di luar daerah atau cabang yang bersangkutan dan dapat berpartisipasi aktif menjadi Relawan Kemanusiaan di berbagai aktifitas jaringan MRI.

i. Meningkatkan dan mengasah Jiwa Kecerdasan Sosial.

j. Berkesempatan berbagi pengalaman dengan relawan di berbagai belahan dunia.

4. Kewajiban Relawan MRI:

a. Setiap anggota MRI wajib menjaga nama baik Institusi.

b. Setiap anggota MRI wajib menjaga dan meningkatkan kualitas institusi.

c. Setiap anggota MRI wajib meningkatkan kesiapsiagaan dengan mengikuti :

1) Kegiatan Pembinaan

2) Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT)

3) Kegiatan Aksi kemanusiaan & kerelawanan

d. Tunduk, taat dan patuh pada peraturan – peraturan MRI serta peraturan – peraturan yang berlaku di jajaran MRI.

e. Setiap Anggota MRI wajib membayar iuran anggota (lihat ketentuan mengenai iuran anggota MRI pada pedoman keanggotaan MRI yang dikeluarkan Pengurus Pusat MRI)

PERSYARATAN & KRITERIA PENGURUS MRI:

1. Visioner dan memiliki kemampuan Leadership, manajerial, enterprenership, dan organisasi.

2. Pendidikan minimal D3

3. Usia Maksimal 23 – 50 tahun

4. Tidak sedang dalam perkara hukum

5. Sehat jasmani rohani

6. Berperilaku baik & bertanggung jawab

7. Memiliki jiwa kerelawanan (simpati, empati, peduli)

8. Menyukai kerja-kerja sosial

9. Bersedia dikoordinasi oleh ACT sebagai organisasi induk MRI

10. Disiplin & Berdedikasi tinggi, loyal pada lembaga

JADWAL KUALIFIKASI:

1. Pendaftaran dan penerimaan berkas : 16 Juni – 10 Juli 2008

2. Tes Seleksi : 5 dan 12 Juli 2008

3. Pengumuman Penerimaan : 18 Juli 2008

4. Workshop dan training Pengurus : 26-27 Juli 2008

TEMPAT DAN WAKTU PENDAFTARAN:

1. Tempat : Kantor Sekretariat MRI, Perkantoran Ciputat Indah Permai

Jl. Ir. Juanda No. 50 Blok B-8 Jakarta, Email : mri@aksicepattanggap.org

2. Waktu : Tiap hari kerja pukul 10.00 s.d. 15.00

3. Website : http://aksicepattanggap.org/ (semua informasi ini akses di situs ini)

4. Kontak Person dan Customer Service : Sdr. Melly

Perkantoran Ciputat Indah Permai
Jl. Ir. H. Juanda No. 50
Blok B-8 Ciputat 15419
Telp. +62 21 741 4482
Fax. +62 21 742 0664

ALUR PENERIMAAN:

1. Membaca dan memahami semua informasi di halaman ini. Jika menyanggupi semua persyaratan, cetak dan isi.

2. Selengkapnya formulir biodata di bawah ini. Bagi yang berdomisili di Jabotabek, calon relawan dapat mengantar langsung formulirnya ke Kantor Sekretariat.

3. Bagi yang berdomisili di luar Jabotabek, calon relawan dapat mengirimkan formulir biodata (Lihat BIODATA Calon Relawan) via fax ke 021-742 0664 ditujukan kepada Sekrearis Nasional MRI. Atau kirim via e-mail ke mri@aksicepattanggap.org dengan subject email “Pendaftaran Calon Pengurus MRI”. Dilampiri foto berwarna 4×6 1 (satu) lembar.

4. Kami akan menghubungi calon relawan yang memenuhi kriteria untuk melakukan seleksi di Kantor Sekretariat, yang mencakup:
– Wawancara
– Cek kelengkapan adminstrasi
– Psikotes

5. HANYA calon relawan yang LULUS SELURUH TAHAP SELEKSI masuk dalam daftar penerimaan Calon Pengurus Relawan MRI

Jakarta, 16 Juni 2008

Panitia Pelaksana Rekruitmen

MRI Pusat

Ketua

Syuhelmaidi Syukur

Status Penerimaan

DIBUKA KEMBALI pendaftaran calon relawan untuk Pengurus MRI di DKI Jakarta, Jabar dan Banten

No. CR:

BIODATA Calon Relawan
PENGURUS MRI

Bersama ini saya mengajukan diri untuk menjadi pengurus relawan MRI. Untuk itu saya menyampaikan biodata diri sebagai berikut:

1.

Nama

2.

Tempat Tanggal Lahir

3.

Jenis Kelamin:

4.

Alamat

5.

Telp/Fax rumah

6.

No. HP

7.

Pekerjaan saat ini

8.

Alamat Kantor & telp/fax/email

9.

Pengalaman Berorganisasi

a.

b.

c.

10.

Pelatihan SAR atau Penanggulangan bencana

a.

b.

c.

11.

Pelatihan manajemen & organisasi

a.

b.

c.

12.

Kemampuan khusus yang berhubungan dengan situasi akibat gempa dan tsunami di Aceh (Kesehatan, Sanitasi, Penangananan kejiwaan, pembangunan infrastruktur, dll)

a.

b.

c.

Demikian permohonan dan bio data ini saya ajukan dengan penuh kesadaran dan dalam keadaan tanpa tekanan.

……………….., ………………………… 2008

(………………………………….)

Read Full Post | Make a Comment ( 1 so far )

Jerat Grand Depok City alias GDC, alias Kota Kembang Depok

Posted on June 10, 2008. Filed under: Coretan Intelektual | Tags: , , , , , , , , |

Tidak perlu banyak menulis, saya hanya bisa komplain melalui situs diskusi di bicara rumah dimana saya sepertinya menanggalkan nilai-nilai intelektual karena kekecewaan yang sangat mendalam.. Ada juga blogger yang nulis promosi GDC yang menyesatkan walo saat ini sedang under construction..

TIps bagi anda sebelum terjerat.. baca-baca dulu di internet dan TANYA penghuni lama mengenai GDC ini, jangan sampai terjebak dan memboroskan sumber daya waktu, tenaga dan UANG untuk sesuatu yang percuma.. juga cek di internet…

Salam intelektualitas!

Read Full Post | Make a Comment ( 27 so far )

    About

    Just Another “Cerdik Cendikia” Center wannabe like The Habibie Center, Mega Center, Amien Rais Center, Nurcholis Madjid Institute, Akbar Tanjung Institute, Wahid Institute, Syafii Maarif Institute dan seterusnya..

    RSS

    Subscribe Via RSS

    • Subscribe with Bloglines
    • Add your feed to Newsburst from CNET News.com
    • Subscribe in Google Reader
    • Add to My Yahoo!
    • Subscribe in NewsGator Online
    • The latest comments to all posts in RSS

    Meta

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...