Ironisme Tim Gado-gado Jerman

Posted on June 20, 2008. Filed under: Jurnal Intelektual, The Human-power, The Hybrid-theory | Tags: , , , , , , , , , , |

Ironis.

Namun kata ironis ini bisa bermakna banyak. Ya, ironis sebab pada perhelatan Euro 2008, Portugal kalah tipis 2-3 dari Jerman dalam penyisihan ke semifinal. Mengapa? sebab semangat portugal hingga menit ke 90 bahkan harapan untuk menyamakan skor sebenarnya masih bisa diperjuangkan, namun memang Dewi fortuna tidak memihak..

Ironis, sebab tim yang disebut dengan timnas Jerman ini hanyalah sekumpulan Pria ber- “KTP warga Jerman”. Ya, sebab dari deretan nama-nama berikut, mulai dari Gomez, Podolski, Klose, Odonkor, Kuranyi bukanlah “bangsa ras arya” yang sempat diunggul-unggulkan oleh Jerman di masa lalu. Bahkan Podolski berasal dari Polandia, yang pertama kali diserbu Jerman yang memulai Perang Dunia kedua, pada September 1939. Sebagian besar tim adalah Yahudi tulen, yang dulu kala pada masa Hitler sangat rendah dan hina dina.

Ironis, sebab kapten sekaliber Michael Ballack masih dipandang sebelah mata oleh publik Jerman, walau putra Germania ini aseli “nyong jerman” tapi latar belakang Jerman Timurnya masih memaksa masyarakat Jerman memandang sinis.

Ironis, tim yang dijuluki Panzer –mengacu pada dominasi kekuatan Panzer (tank) Jerman di PD II yang sangat powerfull dan terkenal dengan Blitzkrieg (Serangan kilat) nya ternyata sekumpulan orang-orang yang berketurunan tidak aseli, dan adapula yang masuk lewat jalur naturalisasi. Lalu, ironisnya apa lagi?

Disisi lain, ironisme jerman ini –yang sekarang layak disebut tim gado-gado sebab sudah ndak banyak talenta Jerman “asli” yang berkualitas baik setelah era terakhir adalah masa “sang Kaisar” Oliver Kahn yang tergusur saat ini, mencerminkan kurang kaderisasinya klub-klub dalam negeri dan hilangnya satu generasi emas kejayaan Jerman seperti pada saat 1970an di mana waktu itu Jerman Barat menjadi raksasa yang sangat diperhitungkan di dunia sepakbola global. Bahkan klub-klub berdomisili di area Jerman barat masa lalu, saat ini mandul dalam melahirkan bakat-bakat lokal.

Ironisnya, boleh disebut Ironisme dibalik ironisme, adalah tim gado-gado inilah yang ternyata, dengan langkah pasti ke semifinal! jadi, boleh dikata, ada dua kubu masyarakat Jerman yang menilai. Pertama, masyarakat yang kental dengan nuansa adiluhung dan kedigdayaan Jerman masa lalu masih tidak terlalu bangga, sebab anak-anak ini adalah anak-anak “buangan” dan “pinggiran”, termasuk Ballack yang walau saat ini menjadi ikon kebanggaan Jerman, adalah putra “timur” bukan “barat” yang menjadi kiblat sepakbola dunia pada jaman Klinsmann dkk. Kekecewaan akan kurangnya talenta lokal ini ibarat pisau bermata ganda.

Suatu saat, kita tidak tahu seberapa besar kekuatan Neo Nazi membangun kekuataannya, apalagi kalau melihat negaranya sudah menjadi obrak-abrik etnis yang menghilangkan “identitas sebuah negeri bernama dan berbangsa Jerman”. Ingat kasus di Itali dimana bendera Fasisme dikibarkan? Ya, baru 60 tahunan puing-puing perang dunia tertinggal, sudah muncul banyak neo-neo fasis dan nazi. Dan munculnya di dunia olahraga sepakbola yang begitu digandrungi, selain itu juga perlahan namun pasti muncul di panggung politik. Sekali lagi, kita tidak tahu sampai kapan kekuataan ini mendominasi lagi, atau tak akan pernah lagi..

Lalu yang Kedua, masyarakat Jerman bersatu yang tidak peduli isu rasial. Masyarakat modern yang kick of racism out of football dan out of mind. Negara bangsa Jerman sudah seperti negara amerika serikat, sudah seperti Malaysia dan Singapura yang multi etnis, kalau tidak bisa menyebut, seperti Indonesia yang sangat-sangat multietnis. Yang penting Jerman masuk semifinal, dan mereka mendoakan agar Jerman menjuarai Euro kali ini.

Jerman dijuluki Tim Panzer. Menurut saya, sekarang bisalah kita kasih julukan Tim Gado-gado. Sebab dignity dan aura khas Panzer, seakan-akan panzer-panzer beriringan menembus padang pasir dan rumput, dengan seorang feldmarschall berdiri diatas panzer sambil meneropong medan laga.. diiringi alunan mars “Unser Rommel” sudah tidak nampak. Yang nampak adalah kumpulan pria multi etnis yang berbicara Jerman dan atau ber KTP Jerman. Masa itu apakah sudah lalu (dan biarlah berlalu) atau.. akan menjadi babak baru pesepakbolaan Jerman, dan babak baru dari Negara Republik Federal Jerman yang “unitaris” ini… hanya waktu yang bisa menjawabnya, dan hanya penggemar sepakbola yang bisa menggerutu dan berkomentar mengenai tim gado-gado ini.. dan setidaknya berdiskusi dan bermain bola tanpa gontok-gontokan ala Indonesia yang multi etnis dan sangat plural.

Catatan : Ironisme ini saya juga rasakan pada saat Sriwijaya FC menjadi double winner Piala tahun 2008 ini. Mungkin bukan dalam konteks negara, namun ada semacam rasa kurang puas dan bangga, sebab tim ini disusun dengan modal lumayan besar, membeli klub yang sudah jadi, pemain asing dan pemain nasional yang (bukan putra daerah) dan paling parah, semuanya menggunakan dana APBD. Jadi teringat Chelsea kalau melihat Sriwijaya FC ini.. tapi ya sudah ada janji dari manajemen untuk melakukan regenerasi dan memasukkan bibit-bibit lokal putra sumsel dalam grand skenario 5 tahun kedepan untuk menjadi punggawa Sriwijaya FC. Yach mudah-mudahan lah.. jika melihat Ironisme ini, saya pun masih ragu, apakah saya termasuk yang optimis (termasuk pada masyarakat berpendapat kedua) atau kecewa–dan pesimis (termasuk pada masyarakat berpendapat PERTAMA).

Hanya waktu yang akan menjawab, dan hanya Tuhan yang dapat menilai 🙂

Advertisements
Read Full Post | Make a Comment ( 2 so far )

Ayo Bergabung : Rekruitment MRI Daerah!

Posted on June 19, 2008. Filed under: Acara Intelektual | Tags: , , , , , , , |

PENGUMUMAN REKRUITMEN

PENGURUS MRI DAERAH

UNTUK WILAYAH DKI JAKARTA, BOGOR, BEKASI & BANTEN

Nomor: 01/PR.001/MRI-ACT/VI-2008

Bagi relawan dan calon relawan yang berminat dan memiliki kualifikasi khusus sesuai yang dibutuhkan di bawah ini, MRI membuka pendaftaran calon Pengurus MRI.

Panitia Pelaksana Rekruitmen MRI Pusat akan mengadakan Seleksi relawan yang akan menjadi Pengurus MRI Wilayah dan MRI Daerah, dengan ketentuan sebagai berikut:

LATAR BELAKANG

1. ACT – Aksi Cepat Tanggap adalah lembaga kemanusiaan professional yang lebih memfokuskan aktivitasnya pada program penanganan bencana, baik bencana alam maupun bencana social, yang talah dilakukan sejak tahun 1994 baik di dalam maupun di luar negeri.

2. Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) meyakini bahwa kesukarelawan adalah potensi sumber daya yang besar untuk turut mendukung perubahan sosial ke arah yang lebih baik. Para relawan bukan hanya dapat digerakkan untuk penanganan bencana alam, namun juga dapat menjadi masyarakat politik yang aktif menyuarakan hak, keadilan, kesetaraan, dan penyelamatan lingkungan melalui berbagai aksi nyata, maupun keterlibatan mereka dalam berbagai kampanye penyadaran atas berbagai isu sosial dan lingkungan di negeri ini.

3. Jadi MRI merupakan sebuah organisasi massa yang beranggotakan individu-individu relawan yang memiliki komitmen dan kontribusi dalam menciptakan perubahan positif pada lingkunganya baik lingkungan mikro maupun makro atas dasar prinsip kesukarelaan sebagai wujud tanggungjawab moralnya sebagai individu, sebagai warga masyarakat, sebagai warga negara, dan sebagai warga dunia.

URAIAN SINGKAT POSISI DALAM KEPENGURUSAN:

1. Nama Jabatan:

a. Pengurus Wilayah MRI DKI Jakarta

b. Pengurus Wilayah MRI Banten

c. Pengurus Daerah MRI Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara

d. Pengurus Daerah MRI Depok, Bogor dan Bekasi

(masing-masing wilayah/daerah minimal 3 orang pengurus dengan posisi: koordinator, sekretaris, bendahara)

2. Prinsip & sifat Keanggotaan Relawan MRI:

a. Non Partisan

b. Non Diskriminatif

c. Keanggotaan MRI bersifat personal dan terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat di seluruh Indonesia

3. Hak Relawan MRI:

a. Memperoleh/ mendapat kesempatan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan keahlian Relawan guna mengembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan menuju Model Relawan Mandiri MRI

b. Mendapatkan kesempatan mengembangkan pengabdian di dalam MRI baik di dalam kepengurusan maupun di dalam kegiatan operasional.

c. Mendapat Kartu Tanda Anggota MRI.

d. Memberikan usul, saran dan pendapat sesuai jenjang organisasi demi kemajuan MRI.

e. Mendapat kesempatan menjadi pengurus di daerah atau cabang masing-masing sesuai dengan ketentuan.

f. Berkesempatan memperoleh tanda penghargaan, tanda kehormatan baik dari MRI, sesuai dengan ketentuan.

g. Menggunakan fasilitas MRI sesuai dengan ketentuan.

h. Mengikuti kegiatan Kerelawanan di dalam maupun di luar daerah atau cabang yang bersangkutan dan dapat berpartisipasi aktif menjadi Relawan Kemanusiaan di berbagai aktifitas jaringan MRI.

i. Meningkatkan dan mengasah Jiwa Kecerdasan Sosial.

j. Berkesempatan berbagi pengalaman dengan relawan di berbagai belahan dunia.

4. Kewajiban Relawan MRI:

a. Setiap anggota MRI wajib menjaga nama baik Institusi.

b. Setiap anggota MRI wajib menjaga dan meningkatkan kualitas institusi.

c. Setiap anggota MRI wajib meningkatkan kesiapsiagaan dengan mengikuti :

1) Kegiatan Pembinaan

2) Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT)

3) Kegiatan Aksi kemanusiaan & kerelawanan

d. Tunduk, taat dan patuh pada peraturan – peraturan MRI serta peraturan – peraturan yang berlaku di jajaran MRI.

e. Setiap Anggota MRI wajib membayar iuran anggota (lihat ketentuan mengenai iuran anggota MRI pada pedoman keanggotaan MRI yang dikeluarkan Pengurus Pusat MRI)

PERSYARATAN & KRITERIA PENGURUS MRI:

1. Visioner dan memiliki kemampuan Leadership, manajerial, enterprenership, dan organisasi.

2. Pendidikan minimal D3

3. Usia Maksimal 23 – 50 tahun

4. Tidak sedang dalam perkara hukum

5. Sehat jasmani rohani

6. Berperilaku baik & bertanggung jawab

7. Memiliki jiwa kerelawanan (simpati, empati, peduli)

8. Menyukai kerja-kerja sosial

9. Bersedia dikoordinasi oleh ACT sebagai organisasi induk MRI

10. Disiplin & Berdedikasi tinggi, loyal pada lembaga

JADWAL KUALIFIKASI:

1. Pendaftaran dan penerimaan berkas : 16 Juni – 10 Juli 2008

2. Tes Seleksi : 5 dan 12 Juli 2008

3. Pengumuman Penerimaan : 18 Juli 2008

4. Workshop dan training Pengurus : 26-27 Juli 2008

TEMPAT DAN WAKTU PENDAFTARAN:

1. Tempat : Kantor Sekretariat MRI, Perkantoran Ciputat Indah Permai

Jl. Ir. Juanda No. 50 Blok B-8 Jakarta, Email : mri@aksicepattanggap.org

2. Waktu : Tiap hari kerja pukul 10.00 s.d. 15.00

3. Website : http://aksicepattanggap.org/ (semua informasi ini akses di situs ini)

4. Kontak Person dan Customer Service : Sdr. Melly

Perkantoran Ciputat Indah Permai
Jl. Ir. H. Juanda No. 50
Blok B-8 Ciputat 15419
Telp. +62 21 741 4482
Fax. +62 21 742 0664

ALUR PENERIMAAN:

1. Membaca dan memahami semua informasi di halaman ini. Jika menyanggupi semua persyaratan, cetak dan isi.

2. Selengkapnya formulir biodata di bawah ini. Bagi yang berdomisili di Jabotabek, calon relawan dapat mengantar langsung formulirnya ke Kantor Sekretariat.

3. Bagi yang berdomisili di luar Jabotabek, calon relawan dapat mengirimkan formulir biodata (Lihat BIODATA Calon Relawan) via fax ke 021-742 0664 ditujukan kepada Sekrearis Nasional MRI. Atau kirim via e-mail ke mri@aksicepattanggap.org dengan subject email “Pendaftaran Calon Pengurus MRI”. Dilampiri foto berwarna 4×6 1 (satu) lembar.

4. Kami akan menghubungi calon relawan yang memenuhi kriteria untuk melakukan seleksi di Kantor Sekretariat, yang mencakup:
– Wawancara
– Cek kelengkapan adminstrasi
– Psikotes

5. HANYA calon relawan yang LULUS SELURUH TAHAP SELEKSI masuk dalam daftar penerimaan Calon Pengurus Relawan MRI

Jakarta, 16 Juni 2008

Panitia Pelaksana Rekruitmen

MRI Pusat

Ketua

Syuhelmaidi Syukur

Status Penerimaan

DIBUKA KEMBALI pendaftaran calon relawan untuk Pengurus MRI di DKI Jakarta, Jabar dan Banten

No. CR:

BIODATA Calon Relawan
PENGURUS MRI

Bersama ini saya mengajukan diri untuk menjadi pengurus relawan MRI. Untuk itu saya menyampaikan biodata diri sebagai berikut:

1.

Nama

2.

Tempat Tanggal Lahir

3.

Jenis Kelamin:

4.

Alamat

5.

Telp/Fax rumah

6.

No. HP

7.

Pekerjaan saat ini

8.

Alamat Kantor & telp/fax/email

9.

Pengalaman Berorganisasi

a.

b.

c.

10.

Pelatihan SAR atau Penanggulangan bencana

a.

b.

c.

11.

Pelatihan manajemen & organisasi

a.

b.

c.

12.

Kemampuan khusus yang berhubungan dengan situasi akibat gempa dan tsunami di Aceh (Kesehatan, Sanitasi, Penangananan kejiwaan, pembangunan infrastruktur, dll)

a.

b.

c.

Demikian permohonan dan bio data ini saya ajukan dengan penuh kesadaran dan dalam keadaan tanpa tekanan.

……………….., ………………………… 2008

(………………………………….)

Read Full Post | Make a Comment ( 1 so far )

Pabrikan Motor Legendaris Jerman Lirik Indonesia!?

Posted on May 24, 2008. Filed under: Jurnal Intelektual, The Techno-power | Tags: , , , , |

Berawal dari ngeliat CBR kok agak2 beda eh ternyata merknya MINERVA, pabrikan asal cina yang you know lah secara cina itu sering sekali bikin produk2 yang mirip ama merk terkenal. Nggak di Hape, nggak dimotor semua sama. Lirik punya lirik, i’m not surprised ketika tau hargane cuma 13 jutaan. Soalnya taun lalu pernah juga ditawarin motor trail Minerva. Nah, selidik punya selidik, abis googling, egh ketemu kalo SACHS (Sachs Fahrzeug Und Motorentechnik Gmbh Germany), pabrikan legendaris dari Jerman ngegandeng PT Minerva Motor Indonesia untuk “Joint Manufacturing & Co Branding” dimana produk pertama adalah meluncurkan sepeda motor Sachs MadAss 125 pada tanggal 28 April 2008 di hotel Borobudur Jakarta, yang di co branding dengan nama Minerva Sachs MadAss 125. Infonya bisa dilihat di berbagai media online, misalnya Gatra, Gatra, juga di okezone. Sachs juga optimis mau menjadikan Indonesia basis bagi industri motor Sachs di Asia Tenggara. Tentunya bersama dengan Minerva. Ini memang preseden bagus, sebab konsumen tidak hanya dibuai oleh motor Jepang, namun ada pilihan motor-motor berdesain dan teknologi eropa. Semakin ketat saja persaingan di Indonesia.. selain hape, seperti yang saya tulis di awal, motor juga makin ketat. Hanya kalo Industri hape saya lum liat ada produk made ini India seperti Bajaj hehe..

Selang sebelumnya, Minerva Riders Community juga terbentuk. Sepertinya sukses Bajaj dengan Pulsarnya membuat pabrikan lain mau mendulang hal yang sama. Apalagi, kenaikan BBM menyebabkan prediksi penjualan motor akan meningkat tajam bahkan hingga 60% (baca di koran Media Indonesia, tanggal lupa, judulnya tentang tidak ada revisi target penjualan. Bahkan ATPM cenderung optimis banyak masyarakat membeli motor sebab mahalnya cost apabila memakai mobil).

Konsumen di Indonesia memang sasaran empuk bagi bisnis global. Entah dari sudut pandang apa Anda menilai, ada kapitalisme, ada gombalisasi, ada pemiskinan, ada Kebangkrutan Indonesia (bukan Kebangkitan Indonesia), ada yang menyebut penjajahan gaya baru, entahlah. Yang pasti, tahun-tahun ke depan saya ngeri saja, membayangkan wajah Indonesia.. lain waktu akan saya bahas dari sudut pandang bisnis dan manajemen ah.. Tentunya berpindah seksi, dari sekedar “Catatan Intelektual” menjadi “Jurnal Intelektual”. Sampai ketemu!

Read Full Post | Make a Comment ( 20 so far )

Lilin Pada Mi Instan ternyata Hoax

Posted on September 20, 2007. Filed under: Jurnal Intelektual, The Techno-power | Tags: , , , , , , , |

Sengaja saya taroh ini di blog utk pengetahuan baru bagi kita. Ini berita di ambil dari situs yang membahas tentang berita-berita bohongYang juga ada pada “Sumber Intelektual” yang bisa kamu kunjungi.

Silakan di nikmati..

Lilin Pada Mi Instan

Beritanya menyatakan bahwa mi instan mengandung lapisan lilin.
Sempat juga masuk ke koran PR 2 Nov 2006. (yang katanya : Dan, pada hari kamis (9/11) tulisan yang memperbaiki tulisan sebelumnya sudah terbit dalam halaman kampus.)

Tanggapan saya:
To: kampus_pr@yahoo.com
Cc: redaksi@pikiran-rakyat.com

Yth. Bpk.Agus Rakasiwi & redaksi ‘PR’

Menanggapi artikel yang ditulis oleh Bpk.Agus Rakasiwi, ‘Hindari Makan Mi Instan Setiap Hari’ di ‘PR’ hari Kamis, 2 November 2006 halaman 21 (’Kampus’). Ada beberapa kesalahan yang fatal dimuat di artikel tersebut yang dibaca oleh sangat banyak orang.

Saya tahu kalau artikel tersebut bertujuan baik, namun banyak isi artikel tersebut yang dikutip dari sumber-sumber yang tidak jelas, termasuk e-mail yang di-forward dari milis ke milis yang isinya sebagian besar adalah bohong & penulisnya tidak jelas (tergolong ’spam’), misalnya soal isu mi instan yang dilapisi lilin, padahal setahu saya, itu sama sekali tidak benar.
Kalau betul begitu, maka di air rebusan mi instan ketika dimasak akan ‘mengapung’ lilin cair. Juga, di daftar komposisi mi tidak dicantumkan apapun yang berkaitan dengan lilin.

Hal ini dapat menimbulkan masalah hukum berupa tuntutan dari para produsen mi instan terhadap ‘PR’ & penulis artikel (Bpk. Agus). Atau, jika tuduhan itu berdasar (ada hasil analisis dari lab), maka dapat diajukan tuntutan pada para produsen mi instan karena membuat label yang tidak benar.

Hal lain yaitu tulisan Bpk.Agus yang di paragraf 3 yang menyebutkan ‘namun, informasi kedokteran menyebutkan terdapat kandungan zat-zat adiktif’. Saya sebagai dokter ingin bertanya, informasi kedokteran dari mana? Dari jurnal apa atau textbook mana? Harap disebutkan, karena saya belum pernah membaca hal semacam itu. Juga, ada kesalahan fatal ketika penulis tidak bisa membedakan bedanya ‘aditif’ dengan ‘adiktif’, 2 hal yang sangat berbeda.

Kalau garam, gula, cabai merah, dst (yang disebutkan Bpk.Agus) itu termasuk ‘zat adiktif’, maka ’sembako’ bisa disamakan dengan ‘narkoba’ yang memang berbahaya bagi kesehatan, otomatis pula kita akan sulit makan dengan rasa yang enak karena semua itu adalah bumbu dapur & sebagian besar adalah ‘bahan alami’ yang justru disarankan digunakan oleh Bpk.Agus.
Juga harus disebutkan mendapat data/hasil penelitian dari mana kalau tubuh membutuhkan waktu lebih dari 2 hari untuk membersihkan lilin & perilaku makan ‘yang demikian’ meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti kanker (paragraf 4).

Yang justru lebih penting tapi tidak dibahas oleh Bpk.Agus adalah kandungan pewarna kuning (tartrazin) yang justru lebih berbahaya bagi kesehatan dibandingkan hal-hal di atas. Pewarna tersebut setahu saya bisa membuat kekambuhan pada penderita penyakit asthma & efek-efek negatif lainnya pada kesehatan.

Yang harus dilakukan justru adalah advokasi supaya produsen mi menghentikan penggunaan pewarna tartrazin pada produk-produk mi instan sehingga mi instan berwarna putih saja atau menggantinya dengan pewarna lain yang lebih aman, seperti beta karoten untuk warna kuning. Juga, membuatproduk khusus mi instan untuk anak-anak yang tidak menggunakan MSG & pewarna buatan.

Baiknya, segera dibuat klarifikasi atau tulisan lain yang meralat tulisan Bpk.Agus tersebut & diharapkan lebih berhati-hati di masa depan untuk memuat tulisan-tulisan semacam ini.

Terima kasih.
salam
Billy N.

Dokter & mahasiswa pascasarjana hukum kesehatan Unika Soegijapranata
Semarang, tinggal di Bandung

Read Full Post | Make a Comment ( 7 so far )

30 ETOS KERJA

Posted on September 13, 2007. Filed under: Coretan Intelektual | Tags: , , , , |

Dapat dari milis Technomedia.. Sumber awal tdk diketahui.

30 ETOS KERJA, Tapi Sudah diadaptasi oleh orang Indonesia.. hehehe..

1. Outgoing personality: jarang di tempat! Jalan-jalan melulu
2. Great presentation skills: pinter ngebual
3. Good communication skills: chating mulu, ngobrol sana-sini
4. Works first!: bingung mikirin jodoh
5. Active socially: suka ngabisin makanan orang
6. Independent worker: sibuk sendiri, orang lain gak tau apa yang
dikerjain
7. Quick thinking: pinter ngeles
8. Careful thinker: gak bisa ngambil keputusan
9. Good thinker for dificult jobs: sukses berkat kerja keras orang lain
10. Good leadership: suaranya kuenceng tenant
11. Good judgement: lucky terus..
12. Good sense of humour: banyak stock humor porno
13. Career minded: suka ngejelek2in pekerjaan orang lain
14. Loyal: gak dapet pekerjaan di tempat lain
15. Great value of company: datang tepat waktu
16. Good credibility: ngutang terus! kolektor kartu kredit
17. Pegawai negri minded: pinter cari tempat dan waktu untuk tidur
18. Wide knowledge: browsing truss!! download truss!
19. Open minded: suka ngintip email orang
20. Efficient worker: lagi ngejar uang efesiensi
21. Good team work: cepat bikin team ..kalo lagi banyak kerjaan
22. Potential worker: nyari lowongan truss!!
23. Entrepreneurship minded: gak bisa diatur! maunya kerja sendiri
24. Key person: pegang kunci…suka over time
25. Good vision: punya banyak stock gambar syurrr
26. Good listener: tukang gosip, suka nguping pembicaraan orang
27. Problem solver: orang yang tepat buat dimaki2 saat ada problem
28. Good emotional intelligence: menyelesaikan persoalan dengan marah2
29. High intelligence quotient: intelegensinya dipertanyakan
30. Good management: punya asistent, konsultant & outsource

Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

Vivat Academia, Vivant Professores!

Posted on September 13, 2007. Filed under: Jurnal Intelektual, The Human-power | Tags: , , , , , , , , |

Ingat lagu Gaudeamus Igitur? ya, El Himno Universitario. Hymne Universitas/Akademi/Sekolah Tinggi. Yach, mahasiswa lah judulnya 🙂
Lagu tersebut pasti kamu ingat ketika mengiringi prosesi wisuda di universitasmu masing-masing. Entah dalam bentuk lagu atau hanya alunan simfoni saja.

Kalau nggak ingat, paling tidak kalau lagu tersebut diperdengarkan, pasti pada bilang gini deh “eh, itu lagu yang pas kita wisuda dulu!” nah, itu lah lagu “kebangsaan” intelektual kampus..

Tapi, ternyata itu bukan judul lagu nya loh. Hanya lebih populer sebab lirik pertama adalah “gaudeamus igitur..” ya, sama saja seperti adek saya kalau nyebut surat Al Ikhlas itu surat “Qulhu” hehehe.. sebab ayat pertama berbunyi Qulhuallahu Ahad..

Lalu, apa sih judulnya yang sebenarnya? kenapa diubah? Nama lagu tersebut De Brevitate Vitae (On The Shortness of Life), pada Kehidupan yang Singkat. Itu tuh aslinya.. Wiki pun berkata demikian hehe.. pas kita minta Gaudeamus, langsung di redirect ke De Brevitate Vitae.. bukan Curriculum Vitae loh hhihi..

dan lagu ini pun tidak se “Khidmat” dari yang kita dengar kalau melihat liriknya. It is about Sex (gender) dan Death (kematian). Wah.. nggak banget kan? memang begitu loh. Coba perhatikan lirik nya :

Original Latin

Gaudeamus igitur
Juvenes dum sumus
Post jucundum juventutem
Post molestam senectutem
Nos habebit humus.

Ubi sunt qui ante nos
In mundo fuere?
Vadite ad superos
Transite in inferos
Hos si vis videre.

Vita nostra brevis est
Brevi finietur.
Venit mors velociter
Rapit nos atrociter
Nemini parcetur.

Vivat academia
Vivant professores
Vivat membrum quodlibet
Vivat membra quaelibet
Semper sint in flore.

Vivant omnes virgines
Faciles, formosae.
Vivant et mulieres
Tenerae amabiles
Bonae laboriosae.

Vivant et republicaet qui illam regit.
Vivat nostra civitas,
Maecenatum caritas
Quae nos hic protegit.

Pereat tristitia,
Pereant osores.
Pereat diabolus,
Quivis antiburschius
Atque irrisores.

Nggak ngeri? ya iyaa laah.. hehe.. becanda nih yang versi inggris (terjemahan) nya :

English Translation

Let us rejoice therefore
While we are young.After a pleasant youth
After a troublesome old age
The earth will have us.

Where are they
Who were in the world before us?
You may cross over to heaven
You may go to hellIf you wish to see them.

Our life is brief
It will be finished shortly.
Death comes quickly
Atrociously, it snatches us away.
No one is spared.

Long live the academy!
Long live the teachers!
Long live each male student!
Long live each female student!
May they always flourish!

Long live all maidens
Easy and beautiful!
Long live mature women also,
Tender and loveable
And full of good labor.

Long live the State
And the One who rules it!
Long live our City
And the charity of benefactors
Which protects us here!

Let sadness perish!
Let haters perish!
Let the devil perish!
Let whoever is against our school
Who laughs at it, perish!

Coba lihat, ada ngomongin cewek (maiden) ngomongin ibu (mature women). Intinya sih paling nggak di lagu ini mengingatkan kalo “eh hidup itu singkat. Ayo kita mencari ilmu sebanyak-banyaknya dan berkontribusi”.. Kesian ibu udah melahirkan dah capek2.. lagian kalo loe pinter.. kan banyak cewek-cewek mendekat..~halah~ hehe.. maksudnya mungkin di jaman lagunya diciptakan pendidikan masih monopoli kaum lelaki kali yee..

Anyway, setelah pada abad 12 diciptakan.. jadi anthem nya universitas secara luas di abad pertengahan.. ya.. secara pelopor pendidikan tinggi modern seperti universitas adanya di eropa, dan bahasa Latin adalah lingua franca pada saat itu.. jadi lah anthem of the university..

Pada lirik, para members of universities, para dosen dan pengajar disanjung karena mentransfer ilmunya.. ya.. kalau kata liriknya sih… “Mumpung masih muda!” “Mati itu cepat datangnya, jadi bersenang-senanglah selagi muda” terminologi rejoice disana, maksudnya belajar kali yeee… demi masa depan lah..

Ngomongin lirik.. mending kamu donlod sendiri deh liriknya saya kasih disini ada partiturnya segala biar keliatan keren hihi.. nih Gaudeamus Igitur Partitur

Oya, katanya sih terjemahan Inggris itu ada yang salah, terjemahan dari “vivat membrum…vivant membra” menjadi “long live every male student, every female student” seharusnya “Long live every member (of the University, misal, pelajar dan staf).. gethooo…

Kalo masih penasaran kayak gimana sih? cari aja midi or mp3 nya di internet.. banyak bo!

Akhir kata.. Long Live the Academy! Long Live the Teachers!

Read Full Post | Make a Comment ( 3 so far )

Mengapa IPDN tdk perlu dibubarkan?

Posted on August 21, 2007. Filed under: Jurnal Intelektual, The Political-power | Tags: , , , , , , |

Ya. Itu judul sebuah buku yang seperti “buku putih” sebagai counter beberapa tulisan tentang IPDN yang dalam beberapa bulan ini banyak sekali keluar. Rata2 menuntut pembubaran dan bercerita dari sepak terjang Inu, sang dosen yang kabarnya sudah siap2 hengkang dari kampus IPDN lantaran “diusir secara halus”.

Mengapa dan apa isinya? sudah saya duga. Penulis adalah alumnus STPDN. Bias sangat rentan terjadi. Lalu, mengapa IPDN tidak perlu dibubarkan? jawaban beliau sederhana : mengacu ke laporan rekomendasi tim khusus utk IPDN yang dipimpin Ryaas Rasyid. ‘kan tidak ada opsi BUBAR? hehe.. Saya cuman taunya sih, Ryaas itu orang IIP alias yang sudah digabung dengan STPDN.. lah, orang dalem juga! trus.. SBY .. militer.. sounds familiar sama pola “disiplin” IPDN. Jelas lah, nggak mau bilang klo disiplin ala militernya IPDN salah! Dia juga dididik disiplin militer kok?

Terus, jawabannya mengapa IPDN tdk perlu dibubarkan ada satu kata : karena IPDN PERLU. Jadi, untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka yang pro IPDN bubar harus bisa menjawab, mengapa IPDN TIDAK DIPERLUKAN.. silakan beropini, namun saya hanya lihat itu buku (mohon maaf ga ingat euy persisnya tuh buku) ya pembelaan diri aja. Dan masih aja ada kalimat2 khas orde baru yang “mengayomi” “melindungi” “pelayan masyarakat” blablabla..

Up to you untuk mempertahankan IPDN. yang pasti, sepertinya setelah Buku itu terlanjur dicetak dengan berbagai macam alasan agar IPDN itu tidak dibubarkan (dan malah bagus) ternyata.. kematian berikutnya dari penduduk jatinangor, Wendy, si tukang ojek terjadi. Lalu terjadi pembongkaran kasus korupsi tanah IPDN, dst..

Well.. cukup alasan ku utk membubarkan institusi nyeleneh ini! anyway, apaan sih Pamong praja, praja bla bla bla, Seragam coklat aja bangga.. trus apa itu Praja, purnapraja, madya praja ~alah.. kata2 yang sepertinya khas “feodalisme” .. sebut saja MAHASISWA! dan kampus ya kampus seperti MAHASISWA! saya kalo orang bilang praja ingetnya malah Satpol PP hahaha.. kurang lebih sama lah kayak gitu!

Read Full Post | Make a Comment ( 2 so far )

Sekolah Kejuruan dan Kompetensi TI

Posted on June 6, 2007. Filed under: Jurnal Intelektual, The Hybrid-theory, The Techno-power | Tags: , , , , , , |

“Saya juga dulu sekolahnya di SMK”, ucap seorang manajer atau direktur sebuah instansi pemerintahan populer di bidang telekomunikasi, mengakhiri sebuah iklan dari pemerintah mengenai program pendidikan dengan ketrampilan yang diselenggarakan sekolah kejuruan (SMK).

Pemerintah dan Sekolah Kejuruan
Ingat iklan di televisi yang dikutip diatas? Memang pemerintah saat ini mendukung sekolah kejuruan atau vokasi (vocational school). Jika kamu sekolah di SMK, sekarang jangan lagi minder. Sebaliknya, kalau pun bukan berasal dari SMK, alias SMA atau malah Madrasah dan Pesantren, yok sama-sama berkaca pada diri sendiri apakah punya bekal berupa ketrampilan (lifeskill) yang cukup untuk masa depan, dengan jerih payah sendiri, tidak merepotkan orang tua? Tapi Ironis memang, kebanyakan sekolah kejuruan justru kekurangan sarana dan prasarana untuk mendukung visi dan misi sekolahnya. Kadang kendala ini sedikit-banyak mempengaruhi kualitas alumninya. Belum lagi masalah biaya. Sudah menjadi prinsip ekonomi dimana fasilitas yang bagus memerlukan biaya yang tidak sedikit. Nah, jika dibebankan semua ke siswa, berapa besar bayaran yang harus disetor ke sekolah? Begitulah, akhirnya mau tidak mau, sekolah kejuruan berkompromi dengan tingkat kualitas. Terutama sekolah swasta yang notabene sangat bergantung kepada yayasan pendirinya.
Disisi lain, pemerintah juga terkesan kurang serius mengelola sistem dan kurikulum pendidikan nasional, setengah hati dalam memberikan yang terbaik. Negeri maupun swasta, dua-duanya merasa kurang perhatian. Kebijakan berubah-ubah seiring pergantian pemerintahan.

Proyeksi 2020 : Kompetensi Bidang TI
Namun stop mengeluh! Keluhan selalu kita alamatkan ke Pemerintah mengenai kurangnya perhatian dalam membangun pendidikan yang berkurikulum teknologi jangan sampai membuat putus asa. Sekarang kondisinya (mulai) membaik. SMK dewasa ini sudah ada jurusan teknologi komputer dan jaringan, mulai dirajut slogan bahwa pendidikan vokasi (pendidikan keahlian) yang didapatkan di bangku sekolah merupakan bekal berharga dalam merajut masa depan yang cerah. SMK didorong pertumbuhannya, sementara SMA dikurangi, bahkan di beberapa daerah di stop demi merangsang pertumbuhan Sekolah kejuruan yang lebih masif lagi.
Diproyeksikan Sekolah kejuruan menjadi inkubator bagi SDM-SDM terampil untuk siap pakai. Berbeda halnya dengan SMA yang lulusannya disiapkan untuk mengikuti jenjang perguruan tinggi. Ini ada beritanya loh. Menurut Dirjen Dikmenjur Depdiknas (Panjang banget kan hehe.. ) Pak Gatot Hari Priowirjanto (panjang juga namanya..) pemerintah sudah menganggarkan dana perangsang minimal Rp 100 juta untuk tiap kelompok sekolah kejuruan (5-7 sekolah) yang layak menerima bantuan untuk membuka program keahlian baru, utamanya bidang teknologi informasi. Oh, ternyata yang diperlukan adalah bidang TI!

Program Keahlian berdaya serap tinggi
Upaya tersebut sesuai dengan program reposisi pendidikan kejuruan hingga 2020, dimana jumlah program yang “jenuh” di kejuruan akan berangsur dikurangi. Misalnya program keahlian sekretaris, dari 2192 SMK pada tahun 2000 diproyeksikan menjadi 923 SMK pada tahun 2020. Sebaliknya, jumlah program keahlian yang dinilai prospektif dan berdaya serap pasar tinggi, seperti pertanian, pariwisata dan kelautan, serta teknologi informasi akan ditingkatkan. Hmm.. jadi kamu tinggal memilih sesuai keinginan, dan lulusnya kamu punya skill diatas rata-rata sebaya kamu. Tentunya di bidang yang digeluti ketika sekolah di SMK. Sekilas jelas kan? diantara beberapa program di atas, mana yang langsung bisa kamu pakai untuk bersaing di lapangan kerja.
Namun jika tidak ingin hanya bekerja sebagai tenaga magang maupun teknis dan klerikal tingkat bawah, alumi SMK harus bisa meng-upgrade diri sendiri. Sebab, untuk menapak karier dengan sukses memerlukan lebih dari skill yang sudah ada. Kompetensi harus ditingkatkan, gelar dan karier mau tidak mau menjadi dua mata rantai yang bertautan.

Peluang kerja TI

Lalu, keahlian apa yang memiliki prospek cerah? Dari beberapa paragraf sebelumnya jelas, Salah satunya dan yang paling utama adalah dibidang Teknologi Informasi (dan Komunikasi). Selain membutuhkan pure kompetensi, artinya tidak sembarangan orang bisa berkarier dan berkarya di bidang tersebut –beda dengan marketing misalnya- memerlukan keahlian dan ketrampilan khusus, bidang TI memiliki perkembangan paling pesat saat ini. Betapa tidak, teknologi nirkabel (wireless), teknologi telekomunikasi (3G, 3.5G, Wimax dst) makin lama makin canggih. Lalu dibidang hardware, siapa yang bisa menjamin dalam dua atau tiga bulan ke depan Intel tidak mengeluarkan prosessor terbaru? Atau peluang besar di balik gencarnya penegakan HaKI dimana sofware-software bajakan mulai berkurang sehingga perusahaan banyak beralih sistem operasi komputer (migrasi) dan memerlukan SDM terampil untuk melaksanakannya. Perusahaan, dengan demikian juga membutuhkan solusi TI misalnya dengan software buatan anak negeri yang murah namun berkualitas.
Perlu data? Aizirman Djusan, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Departemen Komunikasi dan Informatika merilis informasi yang menakjubkan mengenai kebutuhan dan ketersediaan SDM di bidang TI di Indonesia seperti di tabel berikut :

Tahun 2004 2005 2006 2007 2008
Kebutuhan 24,6 juta orang 26,4 juta orang 28,2 juta orang 30,3 juta orang 32,6 juta orang
Ketersediaan 8,2 juta orang 10,7 juta orang 13,4 juta orang 16,4 juta orang 19,8 juta orang
Jml Penduduk 225,0 juta jiwa 236,2 juta jiwa 248,1 juta jiwa 260,5 juta jiwa 273,5 juta jiwa
(Sumber: Aizirman Djusan dalam Tata Sutabri, Peluang Kerja TI, www.kabarindonesia.com)
Lebih dari itu, selain mengalami kekurangan, ternyata sebagian SDM yang sudah mengisi pos-pos yang tersedia adalah berasal dari background pendidikan non-TI ! Wuih! Peluang besar bagi yang ingin menapak karier di bidang TI. Gaji yang menggiurkan di depan mata, sebab bidang TI menjanjikan range salary yang diatas rata-rata jenis pekerjaan lain. Selain itu, di bidang TI kamu bisa bekerja sekaligus berkarya. Bisa mendirikan perusahaan sendiri, bisa berbisnis dan bekerja di rumah, dan bisa memanfaatkan skill dan kompetensi untuk menghasilkan karya nyata.

Menambah kompetensi agar pede
Lalu, peluang seperti apa yang bisa dimanfaatkan? Padahal, biaya berkuliah dan mendapatkan ilmu di bidang teknologi informasi pasti tersangkut masalah klasik: biaya. Sudah pasti ilmu eksakta dan komputer membutuhkan praktik yang banyak sehingga menaikkan biaya penyelenggaraan pendidikan. Bagi kelas masyarakat menengah ke bawah, sulit untuk mendapatkan lembaga pendidikan dan perguruan tinggi yang “merakyat”. Kalaupun ada, kualitasnya dipertanyakan. Padahal pendidikan penting sekali untuk mencapai karier dan masa depan yang cerah.
Berbahagialah jika kamu termasuk yang sejak SMK mendapatkan ketrampilan. Jika tidak, perlu sekali untuk mendapatkan ketrampilan tersebut. Atau, jika sudah masuk jurusan Teknik, Komputer, dan Akuntansi di SMK, namun masih belum Pede, perlu dong menambah kepedean dan sekaligus menautkan embel-embel kompetensi di diri agar kamu nantinya bisa leluasa memilih. Bisa bekerja, berwirausaha maupun ke jenjang perguruan tinggi selanjutnya dengan usaha, kemauan, dan bahkan biaya sendiri!

Mencari Ilmu TI secara optimal
Jika demikian masalahnya, perlu dipikirkan strategi mendapatkan ilmu di bidang IT. Carilah informasi lembaga pendidikan dengan range biaya tidak mahal-tapi juga tidak murah dan mengorbankan kualitas. Misalnya cari antara Rp.5 – Rp.10 juta pertahun (bukan persemester!). Kedua, selain biaya terjangkau, dapat diselesaikan dengan cepat, tidak menyita waktu. Apa perlu hingga lima tahun atau hanya perlu satu tahun dan dua tahun dahulu, setelah bekerja baru melanjutkan? Atau jika kamu punya masalah keuangan, apa ada jaminan setelah lulus, uang kamu “tidak sia-sia” di investasikan? Perlu banyak dipikirkan mengenai masalah ini. Lalu, ketika masa pendidikan nanti, apa yang kamu peroleh. Kalau bisa, kamu yang sudah bekerja dan berkegiatan lain misal wirausaha dapat mengambil kelas di sesi waktu khusus (kelas karyawan). Jika tidak begini, bagaimana kita dapat mengambil manfaat ilmu teknologi informasi yang berharga?
Cari lembaga dengan kadar kualitas, kualifikasi dan kompetensi penyelenggaraan pendidikan yang bermutu dan terpercaya. Yang memberikan kurikulum dan fasilitas terbaik. Lalu yang memiliki jalinan kerjasama dengan perguruan tinggi terakreditasi untuk meneruskan pendidikan ke jenjang selanjutnya. Kamu tentu tidak mau berpuas diri dengan mendapatkan pengetahuan yang jumlahnya “sedikit” sedangkan belajar itu adalah “seumur hidup” kan? Apalagi jika berguna untuk mencapai masa depan yang lebih cerah. Iya kan?

Kompetensi versus biaya

Kompetensi itu penting, namun gelar yang dicapai juga menentukan posisi kamu diperusahaan tempat bekerja. Selain itu, standard kompetensi perlu juga loh di ukur oleh sertifikasi baik nasional maupun internasional. Selanjutnya, targetnya adalah sertifikasi alias “pengakuan” atas skill dan kompetensi kita. Jadi, tidak ada kata STOP untuk belajar. Kata pepatah, Tuntutlah ilmu sampai ke liang lahat. Atau kata Rasulullah, sampai ke negeri Cina. Setuju ya?
Namun yang kamu perlu ingat, belajar perlu biaya. Pendidikan formal -sayangnya- masih berpanglimakan uang. Cari yang sesuai untuk kamu, dengan manfaat semaksimal mungkin yang bisa dicapai. Kadar maksimal dapat kamu dapatkan pada kurikulum tdi sebuah perguruan tinggi. Silakan cari, lihat, pelajari dan bandingkan.

Lifeskill dan Kesuksesan
Perkuliahan dengan teori saja tidak akan sama hasilnya dengan mempraktikannya. Beri perhatian penuh terhadap kurilum sebuah insitusi pendidikan. Kurikulum yang baik merupakan jalinan mata rantai dalam menciptakan kompetensi pribadi Anda. Cari lembaga atau perguruan tinggi yang menawarkan kurikulum terbaik dalam sistem pendidikannya. Ini akan menentukan kamu lulus dengan bekal (lifeskill) yang bisa membuat kamu bersaing dan memenangkan persaingan di dunia kerja dan usaha.
Selain pengajar berkualitas, fasilitas memadai, lingkungan yang kondusif, beberapa sudut pandang lain perlu dipertimbangkan. Misalnya lifeskill yang diberikan oleh perguruan tinggi semisal kewirausahaan, pengembangan diri dan kepribadian, ekstrakurikuler, kurikulum agama yang menjaga ruhiyah kamu, teman-teman yang menyenangkan, dan seterusnya. Aspek psikologis perlu pula mendapatkan perhatian, jangan sampai kamu tidak kerasan dalam belajar, walaupun se-sempurna mungkin kurikulum dan fasilitas yang kamu dapatkan.
Tips terakhir, jangan segan bertanya kepada rekan-rekan yang “sukses” dengan biaya yang minimum sehingga tidak memberatkan siapa saja. Success is our right, jadi dimana ada kemauan di situ ada jalan. Selamat mencari pengetahuan, Semoga kamu menjadi bagian dari dunia TI yang selalu berkembang pesat, yang selalu membutuhkan jiwa-jiwa muda dan potensial sebagai roda penggeraknya sekaligus mendulang kesuksesan pribadi. Kesuksesan materi dan imateri, duniawi dan moral-spiritual!

Read Full Post | Make a Comment ( 5 so far )

    About

    Just Another “Cerdik Cendikia” Center wannabe like The Habibie Center, Mega Center, Amien Rais Center, Nurcholis Madjid Institute, Akbar Tanjung Institute, Wahid Institute, Syafii Maarif Institute dan seterusnya..

    RSS

    Subscribe Via RSS

    • Subscribe with Bloglines
    • Add your feed to Newsburst from CNET News.com
    • Subscribe in Google Reader
    • Add to My Yahoo!
    • Subscribe in NewsGator Online
    • The latest comments to all posts in RSS

    Meta

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...